• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 20 Juli, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

Seribu Satu Hikmah di Balik Wabah Corona

23/03/2020
in Khazanah
75
SHARES
574
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

 

ChanelMuslim.com- Kasih sayang Allah meliputi segala sesuatu. Segala sesuatu di alam raya ini terjadi tidak secara kebetulan. Selalu ada kemudahan di balik kesusahan. Dan selalu ada hikmah di balik bencana.

Wabah corona menenggelamkan dunia kepada satu fokus perhatian: bagaimana bisa terhindar, dan bagaimana bisa selamat. Tak pandang bulu apakah warga dunia itu kaya atau miskin, kuat atau lemah, canggih atau jadul, demokratis atau otoriter, maju atau berkembang, dan besar atau kecil. Semua terseret dalam arus corona.

Semuanya kini berada dalam satu kesadaran: betapa kecilnya manusia. Betapa lemahnya manusia. Dan betapa bodohnya manusia. Karena semua terkungkung dalam kecemasan terhadap makhluk Allah yang teramat kecil: virus corona.

Segala kesombongan yang telah terpublikasi di seantero dunia kini tergerus begitu saja. Larut dan hanyut dalam bayang-bayang ketakutan tentang kematian. Segala hal tentang kesombongan: persenjataan yang canggih, keuangan yang berlebih, teknologi hebat, penguasaan siber, ras yang lebih dari yang lain, dan seterusnya.

Secara lokal, warga dunia kini dipaksa untuk kembali ke keluarga. Sebuah komunitas kecil umat manusia yang begitu mulia. Agung dan luhur. Mungkin, sebagian besar manusia sudah tidak lagi menganggapnya perlu ada.

Silakan Anda tinggal di rumah. Tentu tidak tinggal sendirian. Karena hal itu teramat tidak mungkin. Saat itulah suami ingin bersama isteri, isteri bersama suami, orang tua rindu anak-anak, dan anak-anak yang nyaman bersama orang tua mereka.

Keluarga, kini menjadi benteng yang paling kuat. Paling kokoh. Paling diandalkan umat manusia. Bukan bungker yang anti nuklir. Bukan benteng anti rudal. Tapi, sebuah keluarga yang bisa memberikan kehangatan cinta.

Corona juga memaksa umat manusia untuk belajar bagaimana berperilaku sehat. Bagaimana cara batuk, bersin, menguap, dan selalu dalam keadaan tangan yang tercuci bersih. Sebuah perilaku yang sudah diajarkan Nabi saw. 14 abad lalu.

Corona memaksa umat manusia, siapa pun, untuk mengenakan penutup sebagian wajah yang mereka sebut masker. Sebuah cara menutup wajah yang selama ini mereka jauhi, bahkan musuhi, sebagai sebuah penampilan yang menyeramkan. Seperti itulah ketika Allah swt. memaksa kita untuk mengenal manfaat sebagian cadar yang selama ini telah dikenakan muslimah.

Corona memaksa kita untuk tidak sembarang bersentuhan dengan orang di luar keluarga kita. Sesuatu yang telah diajarkan Islam dengan bingkai akhlak terhadap yang bukan mahram.

Corona telah memaksa semua rezim untuk menutup segala bentuk kerumunan: konser, hiburan, pesta pora, bioskop, dan lainnya.

Corona juga memupus segala hasrat orang-orang kaya untuk menjauhi bangsa dan negaranya untuk hidup mewah di negeri orang. Tak seorang pun, walaupun ia kaya, pejabat, berkuasa; yang tertarik untuk bersantai-santai dan melancong keluar negaranya.

Corona juga mengajarkan kita untuk hidup sederhana. Merelakan segala gairah konsumerisme yang terus menggelora kepada menikmati apa yang ada di rumah kita. Pupus sudah semangat petualangan kuliner, dan kembali menyantap yang sederhana di rumah kita.

Wabah corona kini menyadarkan dunia tentang siapa kita. Menyadarkan sebuah kenyataan bahwa siapa pun kita akan menuju kepada satu halte tujuan: kematian. Lihatlah, kematian ada di depan kita. Sebuah kenyataan yang selama kita lari dari hal itu. Dan sebuah kenyataan yang kian memupus segala kelezatan dunia yang kita banggakan.

Corona kini telah menutup segala akses kehidupan. Menutup perbatasan negara, kota, bahkan pintu rumah kita. Hanya ada satu yang tetap terbuka lebar: pintu taubat untuk kembali kepadaNya. (Mh)

 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Indonesia Kritis, Pemerintah Harus Cepat Tambah Alat Pelindung Diri Bagi Tenaga Medis

Next Post

Bantu Penanggulangan Covid-19, Kemenag Serahkan Gedung Asrama Haji untuk Ruang Isolasi Pasien

Next Post

Bantu Penanggulangan Covid-19, Kemenag Serahkan Gedung Asrama Haji untuk Ruang Isolasi Pasien

Pagi Hari Menyenangkan dengan Sandwich Telur Rebus

Pendidikan Keluarga tentang Musibah Virus Corona (Bagian 1)

  • Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    Profil Lamine Yamal, Bintang Muda Muslim yang Menginspirasi Dunia Sepak Bola

    278 shares
    Share 111 Tweet 70
  • Tak Ada yang Kebetulan: Dari Messi Memandikan Bayi Yamal hingga Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Semua Terjadi dalam Takdir Allah

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8920 shares
    Share 3568 Tweet 2230
  • Salimah Tulungagung Bagikan Tips Menua dengan Bahagia

    70 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Praktisi Hukum Dini Eka Putri Edukasi 200 Siswa SIT Al-Kautsar tentang Bahaya Bullying dan Konsekuensi Hukumnya

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11605 shares
    Share 4642 Tweet 2901
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4022 shares
    Share 1609 Tweet 1006
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4693 shares
    Share 1877 Tweet 1173
  • Membaca Fenomena Distrust Society

    68 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2289 shares
    Share 916 Tweet 572
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga