• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 28 Mei, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Khazanah

3 Amalan Mulia di Bulan Sya’ban

13/03/2023
in Khazanah
Berdosa hanya merugikan diri sendiri

Foto: Pexels/Daniel Spase

90
SHARES
690
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

AMALAN mulia berikut bisa dilakukan di bulan Sya`ban. Bulan Sya’ban merupakan bulan diangkatnya amal manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam :

 وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِي

 Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. [HR. An-Nasa’i dan Ahmad. “Hasan” menurut Al-Albani].

Baca Juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan sebelum Memasuki Bulan Ramadan

3 Amalan Mulia di Bulan Sya`ban

Dengan adanya keutamaan ini, hendaknya seorang Muslim memanfaatkannya dengan amal-amal yang dituntunkan oleh Rasulullah.

Berikut ini 3 amal di bulan Sya’ban:

1. Memperbanyak puasa sunnah

Amal di bulan Sya’ban yang pertama, yang dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam adalah memperbanyak puasa sunnah.

 حَدَّثَنِي أُسَامَةُ بْنُ زَيْدٍ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ لَمْ أَرَكَ تَصُومُ شَهْرًا مِنْ الشُّهُورِ مَا تَصُومُ مِنْ شَعْبَانَ قَالَ ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ

Usamah bin Zaid berkata kepada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, saya tidak melihat engkau berpuasa di satu bulan melebihi puasamu di bulan Sya’ban.”

Rasulullah menjawab, “Ini adalah bulan yang dilalaikan oleh kebanyakan manusia, yaitu antara bulan Rajab dan Ramadhan.

Di bulan inilah amal perbuatan manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Karena itu aku ingin saat amalku diangkat kepada Allah, aku sedang berpuasa.” [HR. An-Nasa’i. Al Albani berkata “hasan”]

Begitulah. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam banyak berpuasa di bulan Sya’ban sekaligus menginginkan agar ketika amalnya diangkat pada bulan Sya’ban itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam dalam keadaan sedang berpuasa.

Ummul Mukminin Aisyah juga meriwayatkan kebiasaan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam itu.

 لَمْ يَكُنِ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – يَصُومُ شَهْرًا أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّهُ كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ كُلَّهُ

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam tidak pernah berpuasa sunnah di satu bulan lebih banyak daripada bulan Sya’ban. Sungguh, beliau berpuasa penuh pada bulan Sya’ban. [HR. Bukhari]

Ibnu Hajar Al Asqalani menjelaskan dalam Fathul Bari bahwa dalam ungkapan bahasa Arab, seseorang bisa mengatakan “berpuasa sebulan penuh” padahal yang dimaksud adalah “berpuasa pada sebagian besar hari di bulan itu”.

Dari keterangan di atas, tahulah kita bahwa berpuasa sunnah di bulan Sya’ban menjadi begitu istimewa karena pada bulan itu amal diangkat, bulan itu dilalaikan oleh banyak orang, dan sekaligus puasa Sya’ban merupakan persiapan puasa Ramadhan.

Yang perlu diperhatikan adalah, tidak boleh mengkhususkan berpuasa pada satu atau dua hari terakhir Sya’ban kecuali puasa yang harus ditunaikan (karena nadzar, qadha’ atau kafarat) atau puasa sunnah yang biasa dilakukan (puasa Dawud, Senin Kamis, dan lain-lain).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 لاَ يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ ، إِلاَّ أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ

Janganlah kalian mendahului Ramadhan dengan berpuasa sehari atau dua hari sebelumnya. Kecuali seseorang yang (memang seharusnya/biasanya) melakukan puasanya pada hari itu. Maka hendaklah ia berpuasa. [HR Bukhari]

2. Membayar hutang puasa (khususnya bagi Muslimah)

Amal kedua pada bulan Sya’ban ialah melunasi hutang-hutang puasa, khususnya bagi wanita yang masih belum selesai mengqadha’ puasa Ramadhan sebelumnya.

Demikian pula bagi kita untuk mengingatkan keluarga kita agar memanfaatkan Sya’ban bagi yang belum selesai meng-qadha puasanya.

Aisyah berkata:

 كَانَ يَكُونُ عَلَىَّ الصَّوْمُ مِنْ رَمَضَانَ ، فَمَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَقْضِىَ إِلاَّ فِى شَعْبَانَ . قَالَ يَحْيَى الشُّغْلُ مِنَ النَّبِىِّ أَوْ بِالنَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم

Aku punya hutang puasa Ramadhan, aku tak dapat mengqadhanya kecuali di bulan Sya’ban, karena sibuk melayani Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam [HR Bukhari].

3. Memperbanyak amal shalih secara umum

Amal ketiga pada bulan Sya’ban ialah memperbanyak ibadah dan amal shalih secara umum. Entah itu menggiatkan shalat rawatib, qiyamullail, tilawah Al-Qur’an, bershadaqah, dan lain-lain.

Mengingat bahwa bulan Sya’ban adalah bulan diangkatnya amal, maka alangkah baiknya ketika amal kita benar-benar bagus pada bulan ini, dengan catatan tetap sesuai sunnah tanpa membuat-buat bid’ah.

 قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu.” Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

[QS. Ali Imran : 31]

[Mh]

Ustaz Abu Nida

Sumber: Asy-Syamil.com/RisalahSunnah

Tags: Amalan mulia di bulan Sya`ban
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Sambut Ramadan, DP3AK Provinsi Jatim Gandeng Muslimah Wahdah Serukan Pencegahan Stunting dengan Pembinaan OJOL Perempuan

Next Post

Sudahkah Kamu Bersedekah Ilmu?

Next Post
Ilmuwan-ilmuwan Hebat Era Utsmani

Sudahkah Kamu Bersedekah Ilmu?

Tren Kuliner Ramadan Nggak Ada Matinya

Tren Kuliner Ramadan Nggak Ada Matinya

Salah Jurusan 

Kali Ini Aku Promosi Beneran

  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    545 shares
    Share 218 Tweet 136
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8521 shares
    Share 3408 Tweet 2130
  • 3 Resep Olahan Daging Sapi Recommended Dicoba

    529 shares
    Share 212 Tweet 132
  • Kisah Lengkap Penyembelihan Nabi Ismail

    451 shares
    Share 180 Tweet 113
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4360 shares
    Share 1744 Tweet 1090
  • Kedudukan Hewan ketika Mati, Masuk Surga atau Neraka?

    231 shares
    Share 92 Tweet 58
  • Perbedaan Air Mani dan Madzi

    244 shares
    Share 98 Tweet 61
  • Sigandul View Temanggung, Menikmati Panorama Sindoro dari Ketinggian

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Perhatikan Batas Usia Masuk Sekolah Tahun Ajaran Baru 2025/2026

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Viral, Koin Uang 1000 Kelapa Sawit bisa Mencapai Rp120 Juta

    230 shares
    Share 92 Tweet 58
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga