USUS sapi merupakan salah satu bagian jeroan yang sering diolah menjadi berbagai hidangan khas Indonesia. Mulai dari gulai usus hingga sate usus dan oseng pedas. Teksturnya yang kenyal membuat bahan makanan ini memiliki penggemar tersendiri. Namun sebelum dimasak ada satu tahap penting yang tidak boleh dilewatkan yaitu membersihkannya dengan benar.
Berbeda dengan daging biasa usus sapi memiliki bagian dalam yang bersentuhan langsung dengan sisa pencernaan hewan. Karena itu proses penanganannya membutuhkan perhatian ekstra. Selain untuk mengurangi kotoran dan aroma yang kurang sedap langkah pembersihan juga perlu dilakukan secara higienis agar tidak terjadi kontaminasi bakteri.
Baca Juga: Benarkah Stevia Bermanfaat untuk Menjaga Kesehatan Tubuh?
Bagaimana Cara Membersihkan Usus Sapi agar Tidak Bau dan Siap Diolah Menjadi Masakan Lezat?
Lantas bagaimana cara membersihkan usus sapi sebelum diolah menjadi masakan? Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan di rumah.
1. Pilih Usus Sapi dari Penjual Terpercaya
Sebelum mulai membersihkan usus sapi pastikan bahan yang dibeli berasal dari tempat pemotongan hewan yang memiliki pemeriksaan kesehatan dan kebersihan. Jika memungkinkan pilih usus yang sudah melalui proses pembersihan awal dari penjual.
Perhatikan kondisi fisiknya. Usus yang masih segar umumnya tidak berlendir secara berlebihan dan tidak menunjukkan perubahan warna yang mencurigakan. Hindari membeli usus yang mengeluarkan bau busuk menyengat atau terlihat rusak.
Segera simpan usus di dalam lemari pendingin apabila belum akan diolah. Jangan membiarkannya terlalu lama berada pada suhu ruang.
2. Siapkan Peralatan Khusus
Sebelum membersihkan usus sapi siapkan pisau tajam dan talenan serta wadah khusus. Gunakan peralatan yang bersih dan tidak dicampur dengan perlengkapan untuk makanan matang.
Sediakan juga air bersih yang mengalir untuk membantu proses pembersihan. Pastikan area kerja tidak berdekatan dengan bahan makanan siap santap seperti buah dan sayuran yang akan dimakan mentah.
Kebersihan peralatan sangat penting karena bakteri dari bahan mentah dapat berpindah ke permukaan dapur.
3. Buang Isi Usus dengan Hati-Hati
Jika usus belum dibersihkan oleh penjual maka bagian dalamnya perlu dikosongkan terlebih dahulu. Lakukan proses ini dengan hati-hati agar kotoran tidak menyebar ke area dapur.
Penanganan usus yang masih berisi sebaiknya dilakukan oleh orang yang berpengalaman. Untuk penggunaan rumahan lebih aman membeli usus yang sudah dikosongkan dan dibersihkan awal oleh pemasok terpercaya.
Jangan menggunakan usus yang kondisinya meragukan hanya karena berharap kotorannya dapat dihilangkan melalui pencucian.
4. Bersihkan Bagian Dalam dan Luar Usus
Apabila usus sudah dikosongkan dan dibersihkan awal periksa kembali permukaannya. Bilas menggunakan air bersih secara perlahan sesuai kebutuhan. Jika terdapat kotoran yang masih menempel bersihkan dengan hati-hati.
Beberapa orang menggunakan teknik membalik usus agar bagian dalamnya lebih mudah dijangkau. Namun proses tersebut harus dilakukan dengan benar supaya dinding usus tidak robek.
Hindari menyemprotkan air terlalu kuat karena percikan dari bahan mentah dapat menyebarkan bakteri ke wastafel dan permukaan dapur.
5. Gunakan Garam dan Jeruk Nipis Secukupnya
Garam dan jeruk nipis sering digunakan dalam pengolahan jeroan untuk membantu mengurangi aroma amis. Caranya adalah dengan menggosok permukaan usus secara perlahan menggunakan sedikit garam dan air jeruk nipis.
Setelah itu bilas kembali dengan air bersih. Jangan menggosok terlalu keras karena dapat merusak tekstur usus.
Perlu diingat bahwa garam dan jeruk nipis bukan bahan yang dapat menjamin usus bebas bakteri. Keduanya hanya digunakan sebagai bagian dari persiapan bahan dan bukan pengganti proses memasak hingga matang.
6. Rebus Usus Sebelum Diolah Menjadi Masakan
Setelah proses pembersihan selesai usus dapat direbus sebagai tahap awal pengolahan. Gunakan air bersih dan pastikan seluruh bagian terendam. Rebus hingga teksturnya mulai empuk sesuai kebutuhan resep.
Lama perebusan dapat berbeda tergantung ukuran dan kondisi usus. Pastikan bagian dalamnya matang dengan sempurna sebelum disajikan. Usus yang masih mentah atau kurang matang berisiko membawa mikroorganisme penyebab penyakit.
Jika ingin membuat gulai atau sate usus proses perebusan awal juga dapat membantu mempersiapkan tekstur sebelum dimasak bersama bumbu.
7. Jaga Kebersihan Selama Penyimpanan
Jika usus tidak langsung dimasak setelah dibersihkan segera masukkan ke dalam wadah tertutup dan simpan di lemari pendingin. Jangan membiarkannya terlalu lama di suhu ruang.
Pisahkan usus mentah dari makanan matang agar cairannya tidak menetes dan mencemari bahan lain. Setelah selesai menangani usus cuci tangan menggunakan sabun selama minimal 20 detik. Bersihkan pula talenan dan pisau menggunakan air sabun.
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Membersihkan usus sapi sebelum dimasak membutuhkan ketelitian mulai dari memilih bahan hingga proses penyimpanan. Pastikan usus berasal dari sumber terpercaya dan sudah melalui pemeriksaan yang layak. Gunakan peralatan bersih serta hindari kontaminasi silang selama persiapan.
Penggunaan garam dan jeruk nipis dapat membantu mengurangi aroma amis tetapi tidak membunuh seluruh bakteri. Karena itu proses memasak hingga matang tetap menjadi langkah penting untuk menjaga keamanan makanan.





