SEJARAH Islam mencatat banyak perempuan yang memiliki peran penting dalam menjaga dan mewariskan ilmu agama. Sebagian dikenal karena keberaniannya di medan perang. Sementara yang lain dikenang melalui kontribusinya dalam meriwayatkan hadis dan kehidupan keluarga para sahabat. Salah satu sosok yang menarik untuk dikenal adalah Asma binti Zaid bin Khattab.
Namanya mungkin belum terlalu populer dibandingkan tokoh perempuan pada masa Rasulullah SAW. Namun kisah kehidupannya memiliki hubungan erat dengan keluarga Umar bin Khattab. Ia merupakan salah satu perempuan dari generasi awal Islam yang namanya tercatat dalam literatur biografi perawi hadis.
Mengenal Asma binti Zaid bin Khattab menjadi kesempatan untuk melihat lebih dekat kehidupan perempuan dari keluarga sahabat serta kontribusinya dalam menjaga tradisi keilmuan Islam.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Padu Padan Outfit Warna Beige untuk Segala Acara
Siapakah Asma binti Zaid bin Khattab? Mengenal Sosok Perempuan dari Keluarga Umar bin Khattab
1. Putri Zaid bin Khattab dan Keponakan Umar bin Khattab
Asma binti Zaid bin Khattab dikenal sebagai perempuan dari Bani Adi suku Quraisy. Ia merupakan putri Zaid bin Khattab yang juga saudara kandung Umar bin Khattab.
Dengan demikian Asma adalah keponakan Umar bin Khattab. Ayahnya yaitu Zaid bin Khattab merupakan salah satu sahabat Rasulullah SAW yang dikenal memiliki keberanian luar biasa.
Zaid gugur sebagai syahid dalam Perang Yamamah pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah perjuangan umat Islam.
Asma tumbuh dalam lingkungan keluarga yang memiliki kedekatan dengan sejarah perkembangan Islam pada masa awal.
2. Memiliki Hubungan dengan Keluarga Abdullah bin Umar
Dalam catatan biografi perawi hadis disebutkan bahwa Asma memiliki hubungan keluarga dengan Abdullah bin Umar. Ia pernah menikah dengan sepupunya yang bernama Ubaidullah bin Umar bin Khattab.
Dari pernikahan tersebut lahir seorang anak perempuan. Catatan sejarah juga menyebutkan bahwa setelah suaminya meninggal Asma tidak menikah lagi hingga akhir hayatnya.
Informasi tersebut tercatat dalam kitab Tahdzib al-Kamal fi Asma al-Rijal karya Imam al-Mizzi.
3. Termasuk Perempuan yang Namanya Tercatat sebagai Perawi Hadis
Salah satu hal menarik dari Asma adalah keterlibatannya dalam periwayatan hadis. Ia tercatat meriwayatkan hadis dari Abdullah bin Hanzhalah bin Abi Amir al-Anshari.
Sementara itu hadis yang diriwayatkan darinya disampaikan oleh Abdullah bin Abdullah bin Umar yang masih memiliki hubungan keluarga dengannya.
Namanya tercatat dalam kitab-kitab ilmu hadis sebagai salah satu perawi perempuan. Salah satu sumber yang membahas riwayatnya adalah kitab Tahdzib al-Kamal karya Imam al-Mizzi.
Hal ini menunjukkan bahwa perempuan pada masa awal Islam juga memiliki tempat dalam tradisi keilmuan. Mereka turut menjaga dan menyampaikan informasi mengenai ajaran Rasulullah SAW kepada generasi berikutnya.
4. Memiliki Catatan Kedudukan sebagai Sahabiyah
Kedudukan Asma dalam generasi sahabat perlu dipahami dengan cermat. Sejumlah ulama biografi menyebutkan bahwa ia termasuk perempuan yang memiliki kemungkinan berjumpa dengan Rasulullah SAW.
Namun terdapat perbedaan penilaian mengenai status persahabatannya. Dalam kitab Al-Ishabah fi Tamyiz ash-Shahabah karya Ibnu Hajar al-Asqalani disebutkan bahwa riwayat mengenai perjumpaannya dengan Rasulullah SAW belum secara tegas membuktikan bahwa ia pernah melihat beliau.
Karena itu Asma tidak sebaiknya disamakan dengan tokoh sahabiyah yang status persahabatannya telah disepakati secara jelas.
5. Menjadi Bagian dari Sejarah Perempuan dalam Islam
Kisah Asma memberikan gambaran bahwa sejarah perempuan dalam Islam tidak hanya berkaitan dengan tokoh-tokoh yang terkenal melalui peperangan atau dakwah terbuka.
Ada pula perempuan yang namanya tersimpan dalam catatan nasab dan periwayatan hadis. Meskipun informasi mengenai kehidupannya tidak sebanyak tokoh perempuan lainnya keberadaannya tetap menjadi bagian dari sejarah generasi awal Islam.
Dari kisahnya kita dapat belajar bahwa menjaga ilmu dan meneruskan pengetahuan merupakan kontribusi penting bagi umat. Tidak semua orang harus dikenal luas untuk memiliki tempat dalam sejarah.
Asma binti Zaid bin Khattab menjadi salah satu nama yang patut dikenali ketika membahas perempuan dari keluarga besar Umar bin Khattab.
***
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Asma binti Zaid bin Khattab merupakan putri Zaid bin Khattab sekaligus keponakan Umar bin Khattab. Namanya tercatat dalam literatur biografi perawi hadis dan memiliki hubungan dengan keluarga Abdullah bin Umar.
Walaupun informasi mengenai perjalanan hidupnya masih terbatas kisahnya memperlihatkan bahwa perempuan dari generasi awal Islam turut menjadi bagian dari sejarah keilmuan dan periwayatan hadis. [DW]





