IKATAN Dai Indonesia (IKADI) secara resmi menggelar Pelatihan Nasional 10.000 Khatib yang dilangsungkan secara serentak di 38 provinsi di seluruh Indonesia. Pembukaan agenda akbar yang dipusatkan di Wisma IKADI pada Sabtu, 24 Oktober 2026, ini terasa kian istimewa karena bertepatan dengan momentum Milad ke-24 organisasi dakwah tersebut.
Ketua Umum Pengurus Pusat IKADI, Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, menegaskan bahwa perhelatan akbar ini merupakan ikhtiar strategis serta komitmen jangka panjang organisasi dalam memperkuat fondasi moral masyarakat, memperkokoh persatuan, serta menyongsong masa depan bangsa yang lebih tangguh dan beradab.
Baca Juga: Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia
Ahmad Kusyairi Suhail Ungkap Mimbar Jumat Kunci Cetak Umat Saleh dan Bangsa Unggul

Dalam pidato pembukaannya yang penuh semangat, Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail menyampaikan pandangan mendalam mengenai betapa vitalnya peran para penceramah dan khatib di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini.
“Dakwah itu penting, terutama peran khatib Jumat untuk mengedukasi dan membangkitkan semangat umat untuk menjadi pribadi, keluarga, serta masyarakat yang saleh demi kebaikan bangsa dan negara,” ungkap Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail di hadapan ribuan peserta yang hadir secara luring di Jakarta maupun secara daring melalui jaringan pengurus wilayah di seluruh penjuru nusantara.
Menurut Ketua Umum IKADI, kebaikan, kedamaian, serta kemajuan suatu bangsa tidak dapat dilepaskan begitu saja dari efektivitas perjalanan dakwah di tengah masyarakat. Ketika ajakan amar ma’ruf nahi munkar dijalankan secara optimal dan penuh kesantunan, hal tersebut akan memberikan dampak positif yang sangat nyata bagi keharmonisan keluarga, tatanan sosial yang damai, hingga pertumbuhan ekonomi nasional yang berlandaskan keberkahan dari Allah SWT. Sebaliknya, jika aktivitas dakwah mengendur atau ditinggalkan, ancaman berupa krisis moral, keretakan sosial, hingga berbagai krisis multidimensi dapat membayangi kehidupan berbangsa.
Melihat potensi dakwah yang begitu masif, Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail menilai bahwa mimbar Jumat merupakan sarana edukasi publik paling efektif yang wajib dihadiri oleh setiap muslim laki-laki setiap pekannya. Momentum pencerahan mingguan ini harus dimanfaatkan secara maksimal oleh para khatib untuk membekali umat dengan pemahaman agama yang damai, wawasan kebangsaan yang kokoh, serta dorongan untuk menjadi pribadi yang berkontribusi positif di lingkungan keluarga, tetangga, maupun tempat kerja. Khatib tidak hanya bertugas menyampaikan nasihat agama, tetapi juga berfungsi sebagai perekat sosial yang mampu mendinginkan suasana dan membimbing masyarakat menuju kesalehan individual sekaligus kesalehan sosial.
Langkah masif yang diinisiasi oleh IKADI ini mencatatkan rekor dan prestasi monumental yang diakui secara resmi oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelatihan khatib dengan jumlah peserta terbanyak. Bahkan, agenda ini dinilai sebagai pelatihan khatib terbesar di dunia karena berhasil menyatukan serta membina 10.000 peserta secara serentak yang tersebar di lebih dari 400 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Antusiasme yang tinggi ini membuktikan tingginya kebutuhan akan khatib-khatib yang berwawasan luas, bermartabat, dan mampu menyampaikan pesan keislaman yang menyejukkan.
Penyelenggaraan pelatihan nasional ini juga menjadi bagian tak terpisahkan dari rangkaian agenda Pra-Munas ke-4 IKADI guna menegaskan kembali komitmen dan arah perjuangan organisasi ke depan. IKADI terus bertekad memperkokoh perannya sebagai ormas Islam perekat umat dan bangsa melalui dakwah rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) demi menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045. Melalui pelatihan ini, diharapkan lahir pembawa risalah yang tidak hanya fasih dalam menyampaikan ajaran agama, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi untuk menjaga kedaulatan serta keutuhan bangsa.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Melalui pelatihan ini, para khatib diharapkan dapat segera kembali ke daerah masing-masing membawa materi serta semangat baru dalam mengedukasi umat, meluruskan pemahaman keagamaan yang ekstrem, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan dan kejayaan Indonesia. [DW]





