DUNIA dakwah nasional kembali mencatatkan lembaran sejarah yang gemilang dan belum pernah disaksikan sebelumnya. Ikatan Dai Indonesia (IKADI) secara resmi menghelat Pelatihan Nasional 10.000 Khatib yang diselenggarakan secara serentak di 38 provinsi di seluruh wilayah Indonesia. Acara akbar yang dipusatkan di Wisma IKADI ini diselenggarakan tepat pada tanggal 24 Oktober 2026, bertepatan dengan momentum perayaan HUT ke-24 organisasi dakwah tersebut.
Perhelatan akbar ini melibatkan jaringan kepengurusan yang sangat luas. Tercatat jajaran pengurus pusat IKADI, anggota dewan syura, para pengurus wilayah dari 38 provinsi, hingga pengurus daerah yang tersebar di lebih dari 400 kabupaten dan kota di seluruh nusantara turut serta menyukseskan agenda ini. Tidak ketinggalan, para ustaz, trainer, serta ribuan peserta pelatihan nasional hadir secara luring maupun daring melalui jaringan penyiaran resmi IKADI. Antusiasme yang luar biasa memancar dari para peserta yang terpilih dari sekian banyak pendaftar di berbagai daerah.
Baca Juga: Aktivis Muda GSF dan Puluhan Komunitas Indonesia Susun Strategi Bersama untuk Palestina
Rekor MURI Terpecahkan, IKADI Gelar Pelatihan 10.000 Khatib Serentak dan Terbesar di Indonesia

Pencapaian jumlah peserta sebanyak 10.000 khatib ini mendapatkan pengakuan resmi dan dicatat oleh Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai pelatihan khatib terbanyak. Bahkan, para penyelenggara menyebut perhelatan ini sebagai pelatihan khatib terbesar di jagat raya karena belum pernah ada rekor pelatihan khatib dengan skala sebesar ini sebelumnya. Hal ini menjadi bukti nyata atas komitmen kuat IKADI dalam menghadirkan gerakan dakwah yang masif dan terstruktur.
Ketua Umum Pengurus Pusat IKADI, Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail, dalam pidato pembukaannya menyampaikan rasa syukur yang mendalam atas terselenggaranya acara ini sebagai bagian dari amal saleh yang berkelanjutan. Beliau menegaskan bahwa arah kemajuan suatu keluarga, masyarakat, bangsa, dan negara sangat ditentukan oleh efektivitas dan kualitas dakwah yang berjalan di tengah masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum IKADI memberikan penekanan khusus mengenai pentingnya fungsi dakwah dan peran strategis para penceramah. “Dakwah itu penting, terutama peran khatib Jumat untuk mengedukasi dan membangkitkan semangat umat untuk menjadi pribadi, keluarga, serta masyarakat yang saleh demi kebaikan bangsa dan negara,” ujar Dr. KH. Ahmad Kusyairi Suhail di hadapan ribuan peserta pelatihan.
Beliau menambahkan, apabila dakwah dan ajakan amar ma’ruf nahi munkar ditinggalkan, maka ancaman kehancuran, krisis moral, krisis alam, serta berbagai musibah berat akan menimpa kehidupan umat, di mana doa-doa pun dikhawatirkan tidak akan dikabulkan. Sebaliknya, jika dakwah ditegakkan dengan baik, maka aspek ekonomi, sosial, dan peradaban bangsa akan mendulang keberkahan serta rida Allah SWT.
Mimbar Jumat dinilai sebagai media dakwah yang paling efektif dan wajib dihadiri oleh kaum muslimin laki-laki. Oleh karena itu, pelatihan ini dirancang untuk membekali para khatib dengan wawasan kebangsaan, peningkatan kompetensi retorika, serta pemahaman materi keislaman yang moderat. Dengan demikian, para khatib mampu mengoptimalkan peran mimbar untuk mengedukasi umat agar menjadi pribadi yang saleh dalam lingkup keluarga maupun tempat kerja.
Pelatihan Nasional 10.000 Khatib ini juga merupakan bagian integral dari rangkaian kegiatan Pra-Munas ke-4 IKADI. Melalui momentum ini, IKADI terus memperkuat visinya sebagai ormas Islam perekat umat dan bangsa melalui dakwah Islam rahmatan lil ‘alamin dalam bingkai NKRI, guna menyongsong masa depan Indonesia Emas 2045.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, Pelatihan Nasional 10.000 Khatib IKADI resmi dibuka. Para peserta diharapkan dapat membawa pulang semangat baru ke daerah masing-masing untuk menebar kebaikan, memperkuat sinergi dakwah, dan mendedikasikan diri sepenuhnya demi kemajuan umat dan kejayaan bangsa Indonesia. [DW]





