MENYAJIKAN makanan pendamping ASI (MPASI) yang lezat sekaligus bergizi menjadi salah satu tantangan bagi orang tua. Ketika bayi mulai mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan, sebagian orang tua mencari bahan alami untuk membuat hidangan lebih sedap. Salah satu pilihan yang kerap digunakan adalah kaldu jamur.
Kaldu jamur dapat memberikan cita rasa gurih pada bubur, sup, nasi tim, dan aneka menu MPASI lainnya. Namun, sebelum menambahkannya ke makanan si kecil, orang tua perlu memahami perbedaan antara kaldu jamur buatan sendiri dan produk kaldu jamur kemasan. Keduanya memiliki komposisi yang bisa berbeda sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan usia serta kebutuhan anak.
Baca Juga: Tak Hanya Sekadar Menyegarkan Ini Manfaat Air Nabeez Kurma bagi Kesehatan
Kaldu Jamur untuk MPASI Anak Ini Manfaatnya dan Cara Aman Memberikannya
1. Menambah Cita Rasa MPASI
Salah satu manfaat kaldu jamur adalah memberikan rasa gurih alami pada makanan. Kaldu yang dibuat dari jamur segar dan sayuran dapat membantu memperkaya cita rasa bubur bayi tanpa harus mengandalkan garam atau penyedap tambahan.
Rasa gurih tersebut bisa dipadukan dengan berbagai bahan makanan, seperti ayam, ikan, wortel, kentang, dan brokoli. Dengan begitu, menu MPASI tidak terasa monoton dan anak dapat mengenal beragam kombinasi rasa sejak dini.
Meski demikian, kaldu jamur bukan bahan yang wajib digunakan. Makanan yang dimasak dengan bahan segar dan bumbu alami lainnya juga dapat terasa lezat tanpa tambahan kaldu.
2. Membantu Memperkaya Variasi Menu
Bayi membutuhkan pengalaman makan yang beragam agar terbiasa dengan berbagai rasa dan tekstur. Kaldu jamur dapat digunakan sebagai salah satu variasi untuk membuat bubur, sup, atau makanan bertekstur lembut lainnya.
Orang tua bisa mengombinasikan kaldu jamur dengan sumber protein hewani, seperti ayam, telur, ikan, dan daging, serta sayuran yang sesuai dengan tahap perkembangan bayi.
Variasi tersebut lebih penting daripada penggunaan satu bahan tertentu. Pastikan menu MPASI tetap memenuhi kebutuhan energi, protein, lemak, zat besi, dan zat gizi lainnya sesuai usia anak.
3. Mengandung Senyawa Gizi dari Jamur
Jamur yang digunakan sebagai bahan kaldu memiliki sejumlah zat gizi, seperti vitamin B, mineral, dan serat. Akan tetapi, jumlah zat gizi yang masuk ke dalam kaldu bergantung pada jenis jamur, bahan tambahan, serta proses pengolahannya.
Perlu dipahami bahwa kaldu tidak selalu memiliki kandungan gizi yang sama dengan jamur utuh. Sebagian zat gizi dapat tertinggal dalam ampas atau berubah selama proses memasak. Oleh karena itu, jamur yang dimasak hingga lunak dan dihaluskan sesuai tekstur MPASI juga bisa menjadi pilihan untuk menambah variasi bahan makanan.
4. Memudahkan Pengolahan Makanan
Kaldu jamur buatan sendiri dapat membantu orang tua menyiapkan MPASI dengan lebih praktis. Kaldu bisa dibuat dari jamur segar yang dimasak bersama bawang bombai, wortel, dan bahan lain yang sesuai untuk bayi.
Setelah matang, kaldu dapat disaring dan disimpan dalam wadah bersih untuk digunakan sesuai kebutuhan. Pastikan kaldu segera didinginkan, disimpan dalam lemari pendingin atau freezer, serta dipanaskan dengan benar sebelum diberikan kepada anak.
Cara ini memudahkan orang tua menyiapkan bubur atau sup tanpa perlu memasak kaldu dari awal setiap kali makan.
5. Membantu Mengenalkan Rasa Alami
Masa MPASI merupakan kesempatan bagi anak untuk mengenal berbagai rasa dan tekstur makanan. Kaldu jamur dapat menjadi salah satu cara memperkenalkan rasa gurih dari bahan pangan.
Namun, anak tidak perlu dibiasakan dengan rasa yang terlalu kuat. Hindari menambahkan garam, gula, atau penyedap secara berlebihan. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), makanan pendamping ASI untuk bayi tidak perlu ditambahkan garam maupun gula.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Sebelum menggunakan kaldu jamur, perhatikan komposisinya. Produk kemasan dapat mengandung garam, natrium, penguat rasa, atau bahan tambahan lainnya. Jika memilih produk siap pakai, baca label dan utamakan produk tanpa tambahan garam untuk bayi.
Kaldu jamur juga bukan pengganti makanan utama. MPASI tetap perlu mengandung karbohidrat, protein hewani, lemak, serta sayuran dan buah sesuai kebutuhan anak. MPASI umumnya mulai diberikan saat bayi berusia sekitar enam bulan, ketika ia siap secara perkembangan. [DW]





