SEMAKIN dewasa, hidup rasanya semakin akrab dengan doa. Bangun tidur berdoa, memulai pekerjaan berdoa, menghadapi kesulitan berdoa, bahkan ketika semuanya berjalan baik pun kita tetap berdoa. Bukan karena hidup selalu dipenuhi masalah, melainkan karena kita mulai menyadari bahwa ada banyak hal yang tidak bisa kita kendalikan sendiri.
Dulu, mungkin kita berpikir bahwa selama sudah bekerja keras, berusaha maksimal, dan menyusun rencana dengan baik, semua yang diinginkan pasti bisa tercapai. Kita merasa mampu mengatur arah kehidupan sesuai keinginan. Namun, seiring bertambahnya usia dan pengalaman, kita mulai memahami bahwa kenyataan tidak selalu berjalan seperti yang direncanakan.
Baca Juga: Jarang Diketahui Ini 5 Manfaat Daun Suji Selain untuk Pewarna Makanan
Pada Akhirnya Hidup Adalah Tentang Doa dan Takdir
Ada pintu yang sudah kita ketuk berkali-kali, tetapi belum juga terbuka. Ada impian yang sudah diperjuangkan bertahun-tahun, tetapi belum terwujud. Ada seseorang yang begitu kita harapkan kehadirannya, tetapi ternyata tidak ditakdirkan untuk menetap. Ada pula hal-hal yang datang tanpa pernah kita duga, justru ketika kita hampir menyerah pada keadaan.
Dari situlah kita belajar bahwa usaha memang penting, tetapi hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah SWT.
Doa kemudian menjadi lebih dari sekadar rangkaian kata yang diucapkan setelah salat. Doa adalah tempat kita mengadu ketika tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Doa adalah cara kita menyampaikan kegelisahan yang sulit dijelaskan kepada manusia. Doa juga menjadi pengingat bahwa kita tidak pernah benar-benar sendirian selama masih memiliki Allah sebagai tempat bersandar.
Semakin dewasa, kita tidak lagi hanya meminta agar semua keinginan dikabulkan. Kita mulai belajar meminta hati yang lapang ketika kenyataan berbeda dari harapan. Kita memohon kekuatan untuk bertahan, kesabaran dalam menunggu, keikhlasan menerima kehilangan, dan kebijaksanaan untuk memahami setiap ketetapan-Nya.
Kita juga belajar bahwa doa bukan alasan untuk berhenti berusaha. Justru doa seharusnya membuat kita semakin kuat melangkah. Kita bekerja, berikhtiar, memperbaiki diri, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah. Sebab, ada bagian dari kehidupan yang menjadi tanggung jawab kita untuk diperjuangkan, dan ada bagian yang harus kita terima dengan penuh kerelaan.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an surah Ghafir ayat 60, yang artinya, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.”
Ayat ini mengingatkan kita bahwa doa memiliki tempat yang istimewa dalam kehidupan seorang hamba. Meski jawaban atas doa tidak selalu datang sesuai waktu dan bentuk yang kita inginkan, kita tetap perlu menjaga prasangka baik kepada Allah.
Pada akhirnya, semakin dewasa, kita semakin memahami bahwa hidup bukan tentang seberapa hebat kita mengendalikan keadaan, melainkan seberapa kuat kita berusaha dan berserah diri kepada-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Teruslah berdoa, bahkan ketika keadaan belum berubah. Sebab, terkadang sebelum Allah mengubah keadaan kita, Dia terlebih dahulu menguatkan hati kita agar mampu melewati semuanya. [DW]





