KURMA tidak selalu hadir dalam bentuk buah yang kering dan berwarna cokelat. Ada pula ruthob yang teksturnya masih lebih lembut dan kandungan airnya lebih tinggi karena merupakan salah satu tahap pematangan buah kurma. Rasanya manis dengan tekstur yang khas sehingga cukup nikmat disantap langsung.
Di balik rasanya tersebut, kurma memiliki sejumlah zat gizi dan senyawa bioaktif yang membuatnya menarik untuk dimasukkan ke dalam pola makan sehari-hari. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa buah kurma mengandung serat, mineral, karbohidrat serta senyawa fenolik dan antioksidan. Meski demikian, penelitian yang secara khusus membahas ruthob masih lebih terbatas dibandingkan penelitian mengenai kurma secara umum.
Baca Juga: Tips Sebelum Bepergian Menggunakan Kereta Api
Ini Dia Manfaat Ruthob bagi Kesehatan yang Jarang Diketahui
Berikut beberapa potensi manfaat ruthob yang menarik untuk diketahui.
1. Membantu memenuhi kebutuhan energi
Ruthob memiliki kandungan karbohidrat alami yang dapat menjadi sumber energi bagi tubuh. Kurma secara umum dikenal sebagai buah dengan kandungan gula alami yang cukup tinggi sehingga dapat menjadi pilihan camilan ketika membutuhkan tambahan energi.
Hal ini membuat kurma sering dikonsumsi saat berbuka puasa. Namun, bukan berarti semakin banyak kurma yang dimakan akan semakin baik. Porsi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan energi dan pola makan secara keseluruhan.
2. Mengandung serat untuk pencernaan
Kurma termasuk buah yang mengandung serat pangan. Serat merupakan bagian penting dari pola makan karena membantu mendukung fungsi sistem pencernaan.
Mengonsumsi ruthob sebagai bagian dari menu yang seimbang dapat menjadi salah satu cara untuk menambah asupan serat harian. Manfaat ini tentunya akan lebih optimal jika dibarengi dengan konsumsi sayuran, buah-buahan lain dan cukup air.
3. Menyumbang mineral bagi tubuh
Kurma mengandung sejumlah mineral seperti kalium dan magnesium. Kalium sendiri merupakan mineral yang dibutuhkan tubuh untuk berbagai fungsi normal, termasuk membantu kerja otot dan sistem saraf.
Jumlah zat gizi dapat berbeda-beda tergantung varietas kurma, tingkat kematangan dan kondisi pertumbuhannya. Karena itu, kandungan pada ruthob tidak bisa disamakan begitu saja dengan setiap jenis kurma yang tersedia di pasaran.
4. Memiliki senyawa antioksidan
Buah kurma mengandung senyawa fenolik dan berbagai komponen bioaktif yang memiliki aktivitas antioksidan. Senyawa antioksidan membantu melawan stres oksidatif yang terjadi akibat ketidakseimbangan antara radikal bebas dan kemampuan tubuh dalam menetralisirnya.
Penelitian mengenai kurma menunjukkan bahwa kandungan fenoliknya dapat memberikan aktivitas antioksidan. Namun, penelitian tersebut tidak berarti kurma dapat digunakan untuk mengobati penyakit tertentu. Kurma tetap lebih tepat dipandang sebagai salah satu pilihan makanan bergizi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Menjadi pilihan camilan alami
Teksturnya yang lembut dan rasa manis membuat ruthob dapat dinikmati tanpa perlu banyak tambahan bahan. Buah ini bisa disantap langsung atau dipadukan dengan yoghurt, oatmeal maupun kacang-kacangan.
Bagi yang sedang mengurangi konsumsi makanan ringan tinggi gula tambahan, ruthob dapat menjadi salah satu alternatif camilan. Meski begitu, rasa manis alaminya tetap menunjukkan adanya kandungan gula sehingga porsinya perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang harus mengontrol asupan karbohidrat.
***
Pada akhirnya, ruthob bukanlah makanan ajaib yang bisa menggantikan pengobatan. Potensi manfaatnya berasal dari kandungan gizi dan senyawa bioaktif dalam buah kurma. Menjadikannya bagian dari pola makan beragam dan seimbang merupakan cara yang lebih tepat untuk mendapatkan manfaatnya.
Jika membeli ruthob segar, pilih buah yang kondisinya baik, tidak berjamur dan tidak menunjukkan tanda kerusakan. Simpan dengan tepat agar kualitas dan kesegarannya tetap terjaga sebelum dikonsumsi. [DW]





