PEMBELAJARAN robotics di Jakarta Islamic School (JISc) tidak hanya menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal teknologi sejak dini. Di balik aktivitas merancang dan menggerakkan robot, para siswa Primary JISc juga diajak mengasah kemampuan berpikir kritis sekaligus melihat keterkaitan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai Islam.
Kegiatan robotics di JISc memberikan pengalaman belajar yang berbeda bagi para siswa. Mereka tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga terlibat langsung dalam proses mencoba, mengamati, menemukan kesalahan, kemudian mencari solusi agar robot dapat bekerja sesuai dengan yang diharapkan.
Dalam proses tersebut, kemampuan critical thinking atau berpikir kritis yang selama ini diajarkan di JISc menjadi bagian penting. Siswa didorong untuk tidak sekadar mengikuti instruksi, tetapi memahami mengapa sebuah robot dapat bergerak, bagaimana sebuah sistem bekerja, dan apa yang harus dilakukan ketika terjadi kesalahan.
Pendekatan tersebut membuat kegiatan robotics menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan memecahkan masalah. Mereka belajar melalui proses dan pengalaman secara langsung sehingga rasa ingin tahu terhadap teknologi dapat terus tumbuh.
Baca Juga: Science Project Primary 3 JISc Kenalkan Eksperimen Rainbow in a Glass
Robotics di JISc Tak Sekadar Teknologi tetapi Berintegrasi dengan Al-Qur’an
Adanya keselarasan antara pembelajaran robotics dengan nilai-nilai agama Islam yang diterapkan di lingkungan JISc. Teknologi dan ilmu pengetahuan tetap dapat dikaitkan dengan pembelajaran agama sehingga siswa memahami bahwa mempelajari sains merupakan bagian dari proses mengenal kebesaran Allah SWT.
Dalam memberikan materi robotics, guru dapat menghubungkan proses kerja robot dengan ayat-ayat Al-Qur’an yang relevan. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami bagaimana sesuatu bekerja secara teknis, tetapi juga diajak untuk melihat ilmu pengetahuan dari perspektif yang lebih luas.
Dalam pembelajaran tersebut, terdapat kombinasi antara ayat Al-Qur’an dengan bagaimana robot bergerak dan bekerja. Pendekatan ini menjadi salah satu cara untuk menunjukkan kepada siswa bahwa ilmu pengetahuan dan nilai agama dapat berjalan beriringan dalam proses pendidikan.
Pengenalan robotics kepada siswa Primary juga menjadi langkah untuk mempersiapkan mereka menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat. Namun, kemampuan teknologi menurutnya perlu diimbangi dengan kemampuan berpikir, karakter, serta nilai-nilai yang menjadi pedoman dalam kehidupan.
Melalui pembelajaran robotics, siswa JISc diharapkan tidak hanya mampu memahami teknologi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk berpikir kritis, bekerja sama, menyelesaikan persoalan, dan berani mengeksplorasi berbagai kemungkinan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan pendekatan pendidikan JISc yang berupaya memadukan ilmu pengetahuan dengan nilai keislaman. Robotics pun tidak hanya menjadi kegiatan mengenalkan teknologi kepada siswa, tetapi menjadi sarana untuk membangun rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, serta kesadaran bahwa ilmu yang dipelajari dapat membawa siswa semakin mengenal kebesaran Allah SWT.
Jakarta Islamic School (JISc) merupakan salah satu sekolah Islam unggulan di Jakarta Timur yang memadukan pendidikan umum, nilai-nilai Islam dan wawasan internasional. Sekolah ini didirikan oleh Fifi Proklawati Jubilea, S.E., S.Pd., M.Sc., Ph.D., yang akrab disapa Mam Fifi.
Mam Fifi mencurahkan waktunya untuk merancang konsep pendidikan yang dapat membentuk generasi berwawasan luas sekaligus memiliki karakter Islami. Kiprahnya kemudian berkembang sebagai pendiri sekaligus trainer bagi para guru di JISc dan sejumlah lembaga pendidikan lainnya. Konsep tersebut turut diterapkan di JISc Depok dan Joglo, Jakarta Islamic Boys Boarding School (JIBBS), serta Jakarta Islamic Girls Boarding School (JIGSc).





