BELUT memang punya daging yang gurih dan teksturnya lembut ketika dimasak dengan benar. Namun, bagi sebagian orang, membersihkan belut justru menjadi bagian yang paling merepotkan. Tubuhnya licin, berlendir dan cukup sulit dipegang. Belum lagi aroma amis yang terkadang masih tertinggal jika proses pembersihannya dilakukan terburu-buru.
Sebelum mengolah belut menjadi sambal belut, belut goreng, pepes atau berbagai menu lainnya, ada beberapa hal yang sebaiknya diperhatikan. Membersihkan belut bukan hanya soal membuat tampilannya lebih bersih, tetapi juga membantu menghasilkan masakan yang lebih enak.
Baca Juga: Mengenal Apa itu Creatine dan Apa Saja Manfaatnya
Jangan Langsung Dimasak Ini yang Perlu Diperhatikan Saat Membersihkan Belut
1. Pastikan belut dalam kondisi siap dibersihkan
Jika membeli belut hidup, jangan langsung mencoba memotongnya dalam keadaan masih bergerak aktif. Selain menyulitkan, kondisi tersebut juga dapat membuat tangan mudah terpeleset ketika menggunakan pisau. Pastikan belut sudah tidak bergerak sebelum masuk ke tahap pembersihan.
Untuk belut yang sudah dibersihkan oleh penjual, proses di rumah tentu lebih sederhana. Meski begitu, tetap periksa kembali bagian tubuh dan rongga perutnya sebelum dimasak.
2. Hilangkan lendir sebelum membelah belut
Lendir merupakan salah satu bagian yang membuat belut sulit ditangani. Salah satu cara yang banyak digunakan adalah menggosok tubuh belut dengan garam atau bahan abrasif yang aman untuk pangan, kemudian membilasnya sampai bersih. Penggunaan abu gosok atau air jeruk nipis sebagai cara tradisional untuk membantu menghilangkan lendir.
3. Bersihkan bagian dalam dengan teliti
Setelah lendir berkurang, belut dapat dibelah pada bagian perut untuk mengeluarkan isi perutnya. Bagian tersebut perlu dibuang dan rongga perut dibersihkan dengan baik. Pastikan tidak ada sisa darah atau kotoran yang masih menempel.
Membersihkan bagian dalam dengan teliti penting karena sisa isi perut dapat memengaruhi aroma dan cita rasa masakan. Setelah itu, belut bisa dipotong sesuai kebutuhan resep.
4. Jangan menggunakan bahan pembersih rumah tangga
Ada kalanya orang mencoba berbagai cara agar bahan makanan terasa lebih bersih. Namun, hindari menggunakan sabun, deterjen atau cairan pembersih lainnya pada belut. Bahan-bahan tersebut bukan untuk membersihkan makanan dan dapat meninggalkan residu.
Yang lebih penting adalah menjaga kebersihan tangan, pisau, talenan, wadah dan area dapur setelah bersentuhan dengan belut mentah.
5. Jangan membiarkan belut terlalu lama di suhu ruang
Belut termasuk bahan pangan yang mudah rusak sehingga sebaiknya tetap dalam kondisi dingin sebelum dimasak. Jika belum langsung diolah, simpan dalam lemari pendingin dan jangan dibiarkan terlalu lama di meja dapur.
6. Perhatikan proses pencucian
Setelah bagian dalam belut dibersihkan, bilas seperlunya untuk menghilangkan sisa lendir, darah dan kotoran. Namun, hindari mencuci bahan mentah secara berlebihan sampai air dan percikannya menyebar ke berbagai permukaan dapur.
Prinsip pentingnya adalah menjaga agar belut mentah tidak bersentuhan dengan makanan yang sudah matang. Pisahkan talenan dan peralatan jika memungkinkan, kemudian cuci tangan serta peralatan menggunakan sabun setelah selesai menangani belut mentah.
7. Masak hingga matang
Tahap terakhir yang tidak kalah penting adalah memasaknya sampai matang. Membersihkan belut dengan baik bukan berarti membuatnya bebas dari seluruh mikroorganisme. Proses pemasakan yang tepat tetap diperlukan untuk keamanan pangan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Setelah belut selesai dibersihkan, segera lanjutkan ke tahap memasak sesuai resep. Dengan begitu, belut tidak hanya lebih bersih dan tidak terlalu licin, tetapi juga lebih siap menghasilkan hidangan yang gurih tanpa aroma amis yang mengganggu. [DW]





