TIDAK semua nama perempuan yang hidup pada masa Rasulullah memiliki kisah panjang dalam buku-buku sejarah. Ada yang hanya disebut dalam satu peristiwa penting, tetapi keberadaannya tetap meninggalkan jejak yang menarik untuk dikenang. Salah satunya adalah Khulaisah yang dikenal sebagai maula Salman Al Farisi.
Nama Khulaisah muncul dalam sejumlah kitab sejarah ketika membahas perjalanan hidup Salman Al Farisi radhiyallahu anhu. Kisahnya berkaitan dengan masa ketika Salman masih berada dalam status sebagai seorang hamba sebelum akhirnya memeluk Islam dan memperoleh kebebasan. Dalam beberapa riwayat, Khulaisah disebut sebagai perempuan yang membeli Salman ketika ia sampai di Yatsrib atau Madinah.
Baca Juga: Khaulah binti Azwar Al Kindi Shahabiyah Tangguh Melawan Musuh di Medan Perang
Khulaisah dan Kisah Pembebasan Salman Al Farisi
Dikisahkan bahwa Salman sebelumnya telah melakukan perjalanan panjang untuk mencari kebenaran. Ia meninggalkan tanah kelahirannya di Persia dan berpindah dari satu tempat ke tempat lain demi mencari agama yang benar. Dalam perjalanan tersebut, Salman mengalami berbagai ujian, termasuk menjadi seorang budak setelah dibawa oleh sekelompok orang Arab.
Setelah sampai di Yatsrib, Salman dibeli oleh seorang perempuan yang bernama Khulaisah. Dalam riwayat yang dicatat Ibnu Atsir, Salman tinggal bersamanya selama sekitar enam belas bulan hingga Rasulullah datang ke Madinah. Ketika mengetahui kedatangan Rasulullah, Salman segera berusaha menemui beliau.
Pertemuan tersebut menjadi titik penting dalam kehidupan Salman. Ia kemudian masuk Islam setelah melihat tanda-tanda kenabian yang sebelumnya telah diceritakan kepadanya. Namun, satu persoalan masih menghalanginya untuk sepenuhnya bebas, yaitu statusnya sebagai seorang hamba.
Dalam salah satu riwayat disebutkan bahwa Rasulullah kemudian mengutus Ali bin Abi Thalib kepada Khulaisah. Kepadanya disampaikan pilihan agar Salman dibebaskan, atau Rasulullah sendiri yang akan menebus dan membebaskannya. Khulaisah yang disebutkan telah memeluk Islam kemudian menyerahkan pilihan tersebut kepada Rasulullah. Beliau lalu meminta Khulaisah untuk membebaskan Salman.
Setelah Salman dibebaskan, Rasulullah memberikan penghargaan kepada Khulaisah. Dalam riwayat tersebut disebutkan bahwa Rasulullah menanamkan tiga ratus bibit pohon kurma untuknya. Kisah ini memperlihatkan bagaimana perjalanan Salman menuju kebebasan tidak terlepas dari peran orang-orang yang hadir dalam fase penting kehidupannya.
Dari Khulaisah, kita bisa mengambil pelajaran tentang nilai sebuah kebaikan. Ia mungkin bukan tokoh yang sering disebut ketika membicarakan sejarah para sahabiyah, tetapi namanya tercatat karena pernah menjadi bagian dari perjalanan seorang sahabat besar seperti Salman Al Farisi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kisah ini juga mengingatkan bahwa setiap manusia dapat memiliki peran dalam kehidupan orang lain. Tidak selalu harus melalui sesuatu yang besar atau terkenal. Sebuah keputusan untuk melepaskan, membantu, atau memberikan kesempatan kepada seseorang dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang yang penuh makna.
Meski informasi mengenai Khulaisah sangat terbatas, namanya tetap layak dikenali. Ia menjadi salah satu perempuan yang tercatat dalam kisah perjalanan Salman Al Farisi menuju kebebasan dan kehidupan baru bersama Rasulullah. [DW]





