BANYAK orang memiliki keinginan untuk hidup berkecukupan. Ingin memiliki rumah yang nyaman, kebutuhan keluarga terpenuhi, bisa membantu orang tua, menabung untuk masa depan, hingga memiliki cukup rezeki untuk berbagi dengan sesama.
Keinginan tersebut tentu bukan sesuatu yang salah. Namun, dalam mengejar rezeki, terkadang kita keliru memahami hubungan antara ibadah dan kekayaan. Shalat bukanlah syarat seseorang menjadi kaya secara materi.
Shalat adalah kewajiban seorang Muslim sekaligus bentuk penghambaan kepada Allah. Sementara untuk mendapatkan penghasilan, seseorang tetap perlu berusaha. Ada pekerjaan yang harus dilakukan, keterampilan yang perlu dikembangkan, keputusan yang harus diambil, dan kesempatan yang perlu diperjuangkan.
Baca Juga: Ini Dia Penyebab Susah Tidur dan Tips Menghilangkan Insomnia
Shalat Bukanlah Jalan Instan untuk Menjadi Kaya
Karena itu, jangan sampai seseorang hanya berdoa dan berharap rezeki datang tanpa melakukan ikhtiar.
Allah memang menjanjikan rezeki kepada setiap makhluk-Nya, tetapi manusia tetap diperintahkan untuk berusaha. Bekerja dengan sungguh-sungguh, mencari peluang, belajar dari kesalahan, membangun hubungan baik dengan orang lain, serta terus memperbaiki kemampuan merupakan bagian dari ikhtiar.
Di sisi lain, bekerja keras juga tidak seharusnya membuat seseorang meninggalkan shalat.
Ada orang yang sibuk mengejar uang hingga tidak punya waktu untuk beribadah. Pekerjaan membuatnya lupa waktu, target membuatnya terlalu lelah, sementara urusan dunia perlahan mengambil seluruh perhatian. Padahal, sebanyak apa pun harta yang dikumpulkan, manusia tetap membutuhkan ketenangan hati. Di sinilah shalat memiliki tempat yang sangat penting.
Shalat mungkin tidak otomatis membuat rekening bertambah atau menjadikan seseorang memiliki harta melimpah. Namun, sholat dapat menjadi pengingat bahwa rezeki bukan hanya tentang jumlah. Ada keberkahan yang membuat harta terasa cukup, ada ketenangan ketika menggunakannya, dan ada kemampuan untuk menikmatinya tanpa terus dihantui rasa takut kehilangan.
Apa gunanya penghasilan besar jika hati selalu gelisah? Apa artinya memiliki banyak harta jika tubuh, keluarga, dan waktu untuk menikmati semuanya justru tidak ada?
Kekayaan juga tidak selalu diukur dari banyaknya sesuatu yang dimiliki. Kesehatan, keluarga yang harmonis, pekerjaan yang halal, hati yang tenang, serta kesempatan berbagi merupakan bentuk nikmat yang sering kali baru terasa nilainya ketika seseorang kehilangan salah satunya.
Karena itu, antara bekerja dan beribadah tidak perlu dipertentangkan. Keduanya dapat berjalan bersama.
Pergilah bekerja dengan sungguh-sungguh. Tingkatkan kemampuan. Berani mengambil peluang. Jangan malas berikhtiar. Namun, ketika waktu sholat tiba, tinggalkan sejenak urusan dunia dan menghadaplah kepada Allah.
Sebab tugas manusia adalah berusaha sebaik mungkin. Hasil akhirnya tetap berada dalam ketetapan Allah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Maka, jangan menjadikan shalat sebagai alat untuk mendapatkan kekayaan. Jadikan shalat sebagai bentuk ketaatan. Setelah itu, lakukan ikhtiar dengan sungguh-sungguh dan terimalah apa pun hasilnya dengan hati yang tetap bersyukur. [DW]





