BUAH dan sayur memang terlihat bersih ketika sudah sampai di dapur. Namun, sebelum dimakan atau diolah, keduanya tetap perlu dicuci dengan cara yang tepat. Debu, tanah, kotoran, hingga mikroorganisme dapat menempel pada permukaan buah dan sayur selama proses penanaman, panen, pengangkutan, maupun penyimpanan.
Mencuci buah dan sayur bukan berarti harus menggunakan banyak bahan tambahan. Justru, ada beberapa kebiasaan yang perlu diperhatikan agar proses membersihkannya tidak keliru. Berikut cara sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Baca Juga: Jangan Bersedih Allah Bersama Kita
Begini Cara yang Benar untuk Bersihkan Sayur dan Buah
1.Cuci tangan terlebih dahulu
Sebelum menyentuh buah dan sayur, pastikan tangan sudah bersih. Cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir setidaknya selama 20 detik. Tangan yang kotor justru bisa memindahkan kuman ke bahan makanan yang akan dikonsumsi.
2. Cuci sebelum dipotong atau dikupas
Ini sering kali terlewat. Buah dan sayur sebaiknya dicuci terlebih dahulu sebelum dipotong atau dikupas. Jika bahan makanan langsung dipotong, kotoran dan mikroorganisme yang berada di bagian luar dapat berpindah ke bagian dalam melalui pisau.
Hal ini juga berlaku untuk buah yang kulitnya tidak ikut dimakan, seperti melon atau semangka. Permukaannya tetap perlu dibersihkan sebelum dipotong.
3. Gunakan air mengalir
Cara paling sederhana adalah membilas buah dan sayur di bawah air mengalir sambil menggosok permukaannya secara perlahan. Tidak perlu menggosok terlalu keras karena beberapa jenis buah memiliki permukaan yang mudah rusak.
Kementerian Kesehatan juga menekankan pentingnya mencuci bahan pangan yang akan digunakan dengan air mengalir. Untuk buah dan sayuran yang dikonsumsi langsung, air yang digunakan harus memenuhi standar kualitas air yang aman.
4. Gunakan sikat untuk bahan yang keras
Beberapa buah dan sayur memiliki kulit yang lebih keras atau bertekstur, seperti kentang, wortel, mentimun, dan melon. Untuk bahan seperti ini, sikat khusus makanan yang bersih dapat digunakan untuk membantu mengangkat kotoran dari permukaan.
Sementara itu, untuk buah yang mudah memar seperti stroberi, cukup bilas dengan lembut. Hindari menggosoknya terlalu kuat karena teksturnya mudah rusak.
5. Jangan mencuci menggunakan sabun
Ada anggapan bahwa buah dan sayur akan lebih bersih jika dicuci menggunakan sabun atau deterjen. Padahal, cara tersebut tidak dianjurkan. FDA menyebut sabun dan deterjen rumah tangga dapat terserap oleh bahan pangan dan berisiko meninggalkan residu.
Karena itu, tidak perlu menggunakan sabun cuci piring untuk membersihkan apel, tomat, sawi, wortel, atau bahan pangan lainnya.
6. Buang bagian yang rusak
Periksa kondisi buah dan sayur sebelum dicuci. Jika terdapat bagian yang memar atau rusak, potong dan buang bagian tersebut. Buah atau sayur yang sudah terlihat busuk sebaiknya tidak dikonsumsi.
7. Keringkan setelah dicuci
Setelah dibilas, tiriskan buah dan sayur. Jika ingin segera dikonsumsi atau disimpan, keringkan menggunakan kain bersih atau tisu dapur. Langkah ini membantu mengurangi air yang tersisa di permukaan.
Perlu diingat bahwa mencuci buah dan sayur dapat membantu mengurangi kotoran dan sebagian mikroorganisme, tetapi tidak menjamin seluruh kuman atau residu akan hilang. Karena itu, kebersihan tangan, alat masak, talenan, dan tempat penyimpanan juga perlu diperhatikan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Mencuci buah dan sayur sebenarnya tidak membutuhkan cara yang merepotkan. Dengan tangan yang bersih, air mengalir, dan perlakuan yang sesuai dengan jenis bahan makanan, proses membersihkan buah dan sayur bisa dilakukan dengan lebih aman. Kebiasaan sederhana ini penting dilakukan setiap hari agar makanan yang masuk ke meja makan tetap terjaga kebersihannya. [DW]





