PERNAHKAH kita merasa sudah berusaha menjadi lebih baik, memperbanyak ibadah, berdoa setiap hari, tetapi hidup justru belum berjalan seperti yang diharapkan? Ketika ujian datang bertubi-tubi, hati mulai bertanya, “Mengapa Allah belum mengabulkan doaku?” Bahkan, tanpa sadar kita bisa merasa seolah-olah sudah melakukan banyak hal untuk Allah sehingga berhak mendapatkan kehidupan yang sesuai dengan keinginan.
Baca Juga: Hidup Adalah Kesempatan Sebelum Kematian Tiba
Ibadah Bukan Tentang Menagih Janji kepada Allah
Di sinilah kita perlu berhenti sejenak dan mengingat kembali makna ibadah. Ibadah bukan transaksi antara manusia dengan Allah. Kita tidak beribadah agar Allah wajib memberikan apa yang kita minta. Shalat, membaca Al-Qur’an, berzikir, bersedekah, berpuasa, dan berbagai amal lainnya pada dasarnya adalah bentuk penghambaan kepada Allah. Semua itu kembali kepada kebaikan diri kita sendiri.
Ketika kita bersujud, bukan Allah yang membutuhkan sujud kita. Kitalah yang membutuhkan tempat untuk bersandar. Ketika kita membaca Al-Qur’an, bukan Allah yang membutuhkan ayat-ayat itu dilantunkan. Kitalah yang membutuhkan petunjuk ketika langkah terasa membingungkan.
Begitu pula dengan doa. Berdoa bukan berarti memaksa Allah memenuhi semua keinginan kita. Doa adalah bentuk pengakuan bahwa kita memiliki keterbatasan dan membutuhkan pertolongan-Nya. Ada hal yang kita inginkan tetapi belum tentu baik bagi kehidupan kita. Ada pula sesuatu yang tidak kita sukai, tetapi justru membawa pelajaran yang besar.
Sayangnya, ketika hidup sedang sulit, kita sering lupa menghitung apa yang masih kita miliki. Kita bertanya, “Di mana Allah saat aku sedang susah?”
Padahal, mungkin saat itu Allah tidak pernah pergi. Kita hanya terlalu sibuk memandangi satu kesulitan sampai lupa melihat begitu banyak nikmat yang masih diberikan. Masih ada kesempatan untuk bangun pagi, masih bisa menghirup udara, masih memiliki tubuh untuk bergerak, masih bisa makan, berbicara, bekerja, bertemu orang-orang yang disayangi, bahkan masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri.
Nikmat sering kali terasa biasa karena hadir setiap hari. Kita baru menyadari nilainya ketika sesuatu itu hilang.
Karena itu, jangan sampai ibadah membuat kita merasa sedang menagih sesuatu kepada Allah. Jangan pula menjadikan doa sebagai alasan untuk kecewa ketika jawaban belum datang sesuai keinginan.
Teruslah beribadah meski hidup belum sempurna. Tetaplah berdoa meski belum melihat jalan keluarnya. Tetaplah bersyukur meski ada hal yang sedang diperjuangkan.
Sebab, hubungan seorang hamba dengan Allah bukan hanya tentang mendapatkan apa yang diinginkan. Ada tentang belajar percaya, bersabar, bersyukur, dan menyadari bahwa dalam keadaan apa pun, kita tetap membutuhkan-Nya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Hei diri, kalau hari ini terasa berat, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa Allah meninggalkanmu. Mungkin bukan Allah yang jauh. Mungkin kita yang terlalu lama lupa menghitung nikmat-Nya. [DW]
Sumber: Ustadzah Oki Setiana Dewi





