YAMAN merupakan negeri yang begitu cepat menyambut seruan dakwah Islam. Banyak pujian yang diucapkan Rasulullah untuk negeri di wilayah selatan Mekah ini.
Satu, Pujian sebagai Pasukan Hebat Akhir Zaman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Urusan ini (umat Islam) akan sampai pada suatu masa di mana kalian akan menjadi pasukan-pasukan yang terorganisasi: pasukan di Syam, pasukan di Yaman, dan pasukan di Irak.
Ibnu Hawalah berkata, “Ya Rasulullah, pilihkan aku (dari tiga pasukan itu) jika aku menemui zaman itu.”
Rasulullah bersabda, “Pergilah ke Syam, karena ia adalah bumi pilihan Allah. Dia mengumpulkan hamba-hamba pilihan-Nya di sana.
“Jika kalian enggan, maka pergilah ke Yaman, dan minumlah dari kolam-kolam air kalian. Karena sesungguhnya Allah telah menjamin bagiku negeri Syam dan penduduknya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)
Kedua, Pujian karena Kelembutan Hati Penduduk Yaman
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Mereka adalah orang yang paling lembut hatinya dan paling peka perasaannya. Iman itu ada di Yaman, dan hikmah itu ada di Yaman.” (HR. Ahmad dan Muslim)
Ketiga, Pembelaan Rasulullah di Telaga (Al-Haudh) untuk Yaman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sesungguhnya kelak aku akan berada di samping telagaku (pada hari Kiamat).
“Aku akan menghalangi orang-orang yang hendak meminum darinya, agar penduduk Yaman dapat meminumnya terlebih dahulu.
“Aku memukul dengan tongkatku sehingga air telaga itu mengalir untuk mereka.” (HR. Muslim dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu)
Keempat, Doa Keberkahan Rasulullah untuk Negeri Yaman
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah berdoa, “Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman kami.” (HR. Bukhari dari riwayat Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu)
Kelima, Pujian Rasulullah untuk Yaman dan Celaan Rasulullah untuk Najed
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Iman itu ada di Yaman dan hikmah adalah bagi penduduk Yaman, sedangkan kekufuran itu ada pada arah terbitnya tanduk setan (Najed).” (HR. Bukhari)





