JENGKOL selalu punya tempat istimewa di meja makan orang Indonesia. Teksturnya yang legit dan rasanya yang khas membuat banyak orang rela mengolahnya menjadi semur, balado, hingga rendang. Sayangnya, tidak sedikit yang mengurungkan niat memasak jengkol karena khawatir hasilnya pahit, keras, dan meninggalkan aroma menyengat di dapur.
Padahal, kunci kelezatan jengkol bukan hanya terletak pada bumbunya, melainkan juga pada proses pengolahannya. Dengan beberapa langkah sederhana, aroma tajam bisa dikurangi dan rasa pahit pun dapat diminimalkan. Berikut tips yang bisa kamu praktikkan di rumah.
Baca Juga: Inspirasi Fashion Style Hijab untuk Berkunjung ke Perpustakaan
Rahasia Memasak Jengkol agar Empuk Tanpa Bau Menyengat
1. Pilih jengkol yang berkualitas
Awali dengan memilih jengkol tua yang kulitnya mulus dan bijinya padat. Jengkol yang terlalu muda cenderung lebih keras dan memiliki rasa yang kurang gurih. Hindari biji yang keriput atau berlubang karena kualitasnya sudah menurun.
2. Rendam Semalaman
Setelah dicuci, rendam jengkol dalam air bersih selama 12–24 jam. Ganti air rendaman satu atau dua kali agar aroma menyengat ikut berkurang. Perendaman juga membantu melunakkan tekstur sehingga waktu memasak menjadi lebih singkat. Teknik ini banyak digunakan dalam pengolahan jengkol rumahan.
3. Rebus dengan Air Cucian Beras atau Daun Aromatik
Saat merebus, gunakan air cucian beras sebagai pengganti air biasa. Banyak orang memanfaatkan cara tradisional ini karena dipercaya membantu mengurangi bau khas jengkol. Anda juga bisa menambahkan daun salam, daun jeruk, atau serai agar aromanya lebih segar selama perebusan.
4. Tambahkan Sedikit Kopi
Salah satu trik yang cukup populer adalah memasukkan satu sendok makan kopi bubuk ke dalam air rebusan. Kopi membantu menyamarkan aroma sulfur yang menjadi penyebab bau menyengat pada jengkol. Setelah direbus, bilas kembali jengkol dengan air bersih sebelum dimasak bersama bumbu.
5. Geprek Sebelum Dibumbui
Jengkol yang sudah empuk sebaiknya digeprek perlahan hingga sedikit pipih. Cara ini membuat bumbu lebih mudah meresap ke dalam daging jengkol. Hasilnya, semur atau balado akan terasa lebih kaya rasa hingga ke bagian dalam.
6. Masak dengan Api Kecil
Jangan terburu-buru membesarkan api. Memasak menggunakan api kecil membuat bumbu meresap sempurna sekaligus menjaga tekstur jengkol tetap lembut. Tambahkan sedikit air bila kuah mulai menyusut agar bumbu tidak gosong sebelum meresap.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
***
Beberapa orang langsung menggoreng jengkol tanpa perebusan. Akibatnya, tekstur menjadi keras dan rasa pahit masih tertinggal. Ada pula yang tidak membersihkan kulit ari tipis setelah dikupas, padahal bagian tersebut dapat memengaruhi cita rasa. Proses persiapan memang membutuhkan waktu, tetapi hasil akhirnya jauh lebih nikmat.
Dengan teknik yang tepat, jengkol bisa berubah menjadi hidangan istimewa yang empuk, gurih, dan aromanya jauh lebih bersahabat. Tak heran jika banyak keluarga menjadikan semur atau balado jengkol sebagai menu favorit yang selalu dirindukan. [DW]





