NYERI haid sering datang ketika tubuh sedang membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan perubahan yang terjadi selama menstruasi. Rasa mulas atau kram biasanya terasa di perut bagian bawah dan terkadang menjalar hingga punggung serta paha. Bagi sebagian perempuan, keluhannya ringan dan masih bisa beraktivitas seperti biasa. Namun, ada pula yang merasa sangat tidak nyaman hingga sulit berkonsentrasi.
Nyeri tersebut umumnya terjadi karena rahim berkontraksi untuk mengeluarkan darah menstruasi. Kondisi ini cukup umum, tetapi bukan berarti harus selalu ditahan begitu saja. Ada beberapa langkah sederhana yang dapat dicoba untuk membantu mengurangi rasa sakit.
Baca Juga: Peran Penting Stasiun Cipendeuy di Jalur Selatan Pulau Jawa
Tips Sederhana Mengatasi Nyeri Haid Agar Hari Tetap Nyaman
1. Kompres Hangat pada Perut
Cara paling sederhana yang bisa dicoba adalah memberikan rasa hangat pada bagian perut yang terasa nyeri. Gunakan botol berisi air hangat atau bantalan pemanas yang dibungkus kain, kemudian tempelkan pada perut.
Mandi dengan air hangat juga dapat membantu tubuh terasa lebih rileks. NHS merekomendasikan mandi atau berendam air hangat serta penggunaan bantalan panas sebagai salah satu cara membantu meredakan nyeri haid.
2. Lakukan Gerakan Ringan
Ketika perut terasa kram, rasanya memang ingin terus berbaring. Namun, bukan berarti tubuh harus berhenti bergerak sepanjang hari. Aktivitas ringan seperti berjalan santai, bersepeda perlahan, berenang, atau melakukan yoga dapat membantu sebagian perempuan mengurangi rasa tidak nyaman.
Tidak perlu memaksakan diri melakukan olahraga berat. Cukup lakukan gerakan yang terasa nyaman dan hentikan jika justru membuat rasa sakit semakin parah. Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu membuat tubuh lebih rileks.
3. Coba Pijat Perlahan
Pijatan lembut pada perut atau bagian punggung yang terasa pegal juga dapat dicoba. Gunakan telapak tangan dan lakukan gerakan melingkar secara perlahan.
Tidak perlu menekan terlalu kuat. Tujuannya lebih kepada memberikan rasa nyaman dan membantu tubuh menjadi lebih rileks ketika kram sedang muncul. NHS memasukkan pijatan pada perut dan punggung sebagai salah satu langkah perawatan mandiri untuk membantu meredakan nyeri haid.
4. Istirahat Ketika Tubuh Membutuhkannya
Menstruasi bukan alasan untuk berhenti melakukan semua kegiatan, tetapi tubuh juga perlu didengarkan. Jika rasa nyeri membuat tubuh terasa lelah, luangkan waktu untuk beristirahat.
Tidur yang cukup juga penting karena kurang tidur dapat membuat seseorang lebih sulit menghadapi rasa sakit. Ciptakan suasana kamar yang nyaman dan usahakan memiliki jadwal tidur yang teratur.
5. Gunakan Obat Pereda Nyeri Bila Diperlukan
Jika cara sederhana belum cukup, obat pereda nyeri yang dijual bebas dapat menjadi pilihan bagi sebagian orang. Ibuprofen termasuk obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID yang umum digunakan untuk nyeri haid. Parasetamol juga dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit.
Namun, jangan sembarangan mengonsumsi obat. Ibuprofen tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka yang memiliki kondisi tertentu seperti masalah lambung, ginjal, hati, atau jantung. Jika ragu, tanyakan kepada dokter atau apoteker mengenai obat yang paling sesuai. Bisa juga dengan mengonsumsi obat herbal untuk nyeri haid seperti air rebusan kunyit.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
6. Catat Pola Nyeri Setiap Bulan
Membuat catatan sederhana mengenai siklus menstruasi bisa sangat membantu. Tuliskan kapan menstruasi dimulai, berapa lama berlangsung, seberapa berat nyerinya, serta apakah ada keluhan lain yang menyertai.
Catatan tersebut dapat membantu mengenali pola dari bulan ke bulan. Jika suatu saat perlu berkonsultasi dengan dokter, informasi tersebut juga dapat membantu tenaga kesehatan memahami keluhan yang dialami.
***
Meski nyeri haid umum terjadi, rasa sakit yang sangat berat sebaiknya tidak dianggap sebagai sesuatu yang harus selalu ditahan. Apalagi jika nyeri semakin parah dari waktu ke waktu, mengganggu aktivitas sehari-hari, menstruasi menjadi lebih berat atau tidak teratur, muncul perdarahan di antara menstruasi, atau terdapat rasa sakit ketika buang air kecil maupun buang air besar. Keluhan seperti itu dapat berkaitan dengan kondisi tertentu, termasuk endometriosis, adenomiosis, miom, atau infeksi pada organ reproduksi. [DW]


