MENJADI siswa Primary tidak menghalangi Jeja untuk merasakan pengalaman pendidikan dan kompetisi di HIPPO International Play-Off 2026 tingkat internasional. Siswa Primary Jakarta Islamic School (JISc) Kodam ini berhasil mewakili Indonesia dalam HIPPO International Play-Off 2026 di Inggris.
Jeja juga mengikuti Bucksmore Education Program yang diselenggarakan di Oxford International College, Brighton. Kesempatan tersebut menjadi bagian dari perjalanan Jeja dalam mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus mendapatkan pengalaman belajar di lingkungan internasional.
Perjalanan tersebut terasa semakin istimewa karena Jeja masih berada di jenjang Primary dan disebut sebagai peserta termuda dalam perjalanan kompetisinya. Ia bahkan menjadi satu-satunya wakil Indonesia pada kategori Primary dalam HIPPO International Play-Off 2026.
Lewat unggahan Jakarta Islamic School, Jeja menceritakan bagaimana perjalanan tersebut berawal dari sesuatu yang sangat sederhana: belajar bahasa Inggris.
“From Jakarta to Brighton. A dream that started with learning simple English words has brought me to Brighton, England.”
Jeja juga menyampaikan rasa syukurnya karena dapat mengikuti program pendidikan di Oxford International College sekaligus membawa nama Indonesia dalam ajang HIPPO International Play-Off 2026.
“I’m grateful to be joining the Bucksmore Education Program at Oxford International College and representing Indonesia at the HIPPO International Play-Off 2026.”
Baca juga: Siswa Primary JISc Kodam Wakili Indonesia di HIPPO International Play-Off 2026 di Inggris
Usianya Paling Muda, Prestasinya Mendunia! Jeja JISc Tembus HIPPO Olympiad London
Perjalanan tersebut menjadi contoh bagaimana pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan secara konsisten sejak usia dini dapat membuka kesempatan yang lebih luas. Bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memberikan keberanian kepada siswa untuk berkomunikasi dan berkompetisi di lingkungan global.
Dalam dokumentasi yang dibagikan, Jeja terlihat berada di depan Oxford International College Brighton sembari membawa bendera Jakarta Islamic School. Momen itu menjadi simbol keberhasilannya membawa nama sekolah dan Indonesia hingga ke Inggris.
Bagi JISc, pengalaman internasional seperti yang diperoleh Jeja menjadi bagian dari pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun wawasan global dan kepercayaan diri siswa.
Jakarta Islamic School (JISc/JIBBS/JIGSc) merupakan The First Integrated International Islamic School yang menggunakan Edexcel Curriculum from UK dan merupakan Official Edexcel Exam Centre. JISc juga mencantumkan capaian nilai tertinggi di Indonesia untuk Edexcel International GCSE English sebagai salah satu keunggulannya.
Program pendidikan JISc turut menekankan kemampuan active English speaking, critical and creative thinking, keterampilan abad ke-21 melalui 21 aktivitas, serta pendidikan berbasis nilai Islam dan program Al-Qur’an.
Pengalaman Jeja di Inggris diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa lainnya. Prestasi tersebut menunjukkan bahwa usia muda bukan menjadi batas untuk memiliki mimpi besar, selama dibarengi dengan kemauan belajar, ketekunan, dan keberanian mengambil kesempatan.
Dari belajar kata-kata sederhana dalam bahasa Inggris, Jeja kini melangkah jauh hingga ke Inggris untuk mewakili Indonesia. [Din]




