KEMENTERIAN Agama (Kemenag) memperkuat tata kelola kehumasan dengan mendorong penyebaran praktik baik (best practices) pelayanan informasi publik hingga ke tingkat akar rumput.
Langkah ini ditegaskan Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik Kementerian Agama, Thobib Al Asyhar, saat memberikan arahan dalam giat Penguatan Tata Kelola Kehumasan Melalui Kemenag Avengers.
Giat yang berlangsung secara daring ini diikuti seribu Pranata Humas (Prahum) dan SDM kehumasan dari Kanwil hingga Kankemenag se-Indonesia.
Insan kehumasan ini diajak untuk mengabarkan berbagai praktik baik (best practices) dalam pelayanan informasi publik.
Hal ini diwujudkan mulai dari penyampaian capaian program lembaga secara transparan, literasi media kepada masyarakat, hingga menjadi garda terdepan dalam menyaring dan mencegah penyebaran berita bohong (hoax) serta disinformasi di tengah publik.
Baca juga: Menag Dukung Skema Penyelesaian Status Guru
Kemenag Perkuat Tata Kelola Kehumasan dengan Penyebaran Praktik Pelayanan Informasi Publik
Thobib juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan kehumasan di Kementerian Agama atas dedikasi dan kerja keras dalam membangun citra positif serta menyampaikan kerja-kerja berdampak bagi masyarakat.
Thobib menegaskan bahwa setiap aparatur kehumasan, baik ASN maupun Non-ASN, memiliki kewajiban moral untuk menjalankan fungsi kehumasan sesuai ajaran kebaikan agama, yaitu menyampaikan kebenaran (tabligh) dan menahan narasi yang menyesatkan.
Ia juga mengingatkan risiko moral apabila praktisi kehumasan tidak cermat atau membiarkan informasi palsu berkembang di tengah masyarakat.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Menghentikan laju hoaks dan menyajikan informasi yang edukatif dinilai sebagai bentuk ibadah nyata dalam menjaga kedamaian publik.
Mewujudkan hal tersebut, Thobib mendorong penguatan koordinasi antara Biro Humas di tingkat pusat dengan unit kerja di daerah, termasuk Kanwil, Kankemenag, KUA, hingga madrasah dan satuan pendidikan keagamaan.
Melalui sinergi “Kemenag Avengers”, SDM kehumasan di daerah diarahkan untuk menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dengan tokoh agama dan masyarakat di tingkat akar rumput, sehingga program strategis Kemenag dapat tersampaikan secara tepat, akurat, dan beretika. [Din]



