PERNAHKAH kita memiliki sebuah doa yang terasa begitu besar? Saking besarnya, sampai kita sendiri mulai berpikir, “Kayaknya tidak mungkin.” Akhirnya, tanpa sadar kita mengecilkan permintaan tersebut karena merasa keadaan, kemampuan, atau logika manusia tidak memungkinkan.
Padahal, kemampuan manusia memang terbatas. Tetapi Allah tidak terbatas oleh apa yang menurut kita mungkin atau tidak mungkin.
Pesan inilah yang terasa kuat dari postingan Ustaz Muhammad Assad. Kita diajak untuk tidak menjadikan logika sebagai alasan untuk berhenti berharap kepada Allah. Dalam Surah Yasin ayat 82, Allah mengingatkan tentang kekuasaan-Nya: ketika Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata “Kun fayakun”, maka terjadilah apa yang dikehendaki-Nya.
Baca Juga: Pengertian, Tata Cara, dan Bacaan Shalat Istikharah
Jangan Mengecilkan Doa, Sebab Allah Tidak Pernah Kehabisan Jalan untuk Mengabulkannya
Ayat tersebut bukan berarti setiap keinginan manusia pasti terwujud persis seperti yang diminta. Namun, ayat ini mengingatkan bahwa tidak ada sesuatu yang sulit bagi Allah. Apa yang terlihat mustahil bagi manusia tetap berada dalam kekuasaan-Nya.
Karena itu, jangan buru-buru mengatakan, “Aku tidak mungkin mendapatkan itu,” hanya karena melihat keadaan hari ini.
Kita sering menilai masa depan berdasarkan kondisi sekarang. Ketika sedang kesulitan ekonomi, kita merasa keadaan akan selamanya seperti itu. Saat belum mendapatkan pekerjaan, kita menganggap pintu rezeki sudah tertutup. Ketika hubungan dengan seseorang tidak berjalan sesuai harapan, kita merasa tidak ada lagi jalan keluar. Padahal, kehidupan bisa berubah dalam waktu yang tidak pernah kita duga.
Hari ini mungkin kita belum melihat jalannya. Besok bisa saja Allah mempertemukan kita dengan seseorang, membuka kesempatan baru, memberikan ide, atau menghadirkan pertolongan melalui cara yang sama sekali tidak terpikirkan sebelumnya. Itulah mengapa doa tidak seharusnya dibatasi oleh rasa pesimis.
Namun, berdoa dengan penuh keyakinan juga bukan berarti memaksa Allah memenuhi keinginan sesuai waktu dan cara yang kita tentukan. Kita tetap perlu menyerahkan hasil akhirnya kepada Allah. Tugas kita adalah meminta, berusaha, bersabar, lalu percaya bahwa Allah mengetahui apa yang terbaik.
Kementerian Agama RI juga menjelaskan bahwa salah satu adab berdoa adalah memanjatkannya dengan penuh keyakinan kepada Allah dan tidak tergesa-gesa menuntut jawaban.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Rasulullah SAW mengajarkan agar seorang Muslim berdoa kepada Allah dalam keadaan yakin akan dikabulkan. Riwayat tersebut tercantum dalam hadis Tirmidzi dan juga dibahas dalam sejumlah sumber keislaman.
Menariknya, ketika sebuah doa belum terwujud, bukan berarti doa tersebut sia-sia. Bisa jadi waktunya belum tepat. Bisa jadi Allah memberikan sesuatu yang berbeda. Bahkan, bisa jadi kita sedang diarahkan menuju jalan yang jauh lebih baik daripada apa yang selama ini kita bayangkan.
Jadi, jangan kecilkan doamu hanya karena keadaan hari ini terlihat sulit. Tetaplah meminta kepada Allah. Sebutkan keinginanmu dengan jujur. Sertai dengan usaha. Jangan berhenti hanya karena belum melihat hasil. Sebab kita berdoa kepada Zat Yang Maha Besar. Jangan biarkan keterbatasan logika kita membuat kita meragukan luasnya kekuasaan Allah. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





