TIDAK semua perubahan dalam hidup harus diketahui banyak orang. Ada kalanya seseorang memilih memperbaiki dirinya secara perlahan, tanpa mengumumkannya kepada siapa pun. Ia mulai menjaga salat tepat waktu, kembali dekat dengan Al-Qur’an, membiasakan sedekah di pagi hari, hingga mencoba menjalankan puasa sunah dan salat malam.
Tidak ada unggahan di media sosial. Tidak ada cerita kepada teman. Semua dilakukan dalam diam, antara dirinya dan Allah. Namun, justru dari kebiasaan sederhana yang dilakukan terus-menerus itulah perubahan besar bisa bermula.
Baca Juga: Pengertian, Tata Cara, dan Bacaan Shalat Istikharah
Perubahan Besar Kadang Dimulai dari Ibadah yang Dilakukan Diam-Diam
Seseorang yang perlahan memperbaiki kualitas ibadahnya. Ia tidak langsung melakukan sesuatu yang besar. Perubahannya dimulai dari hal-hal yang mungkin terlihat sederhana: memperbaiki salat, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berpuasa Senin-Kamis, serta membiasakan salat tahajud dan duha.
Pesannya cukup dalam. Sering kali kita berharap kehidupan berubah terlebih dahulu sebelum memperbaiki hubungan dengan Allah. Ketika pekerjaan belum lancar, kita mengeluh. Saat rezeki terasa sempit, kita gelisah. Ketika urusan tidak berjalan sesuai rencana, kita merasa seolah-olah hidup sedang tidak berpihak kepada kita.
Padahal, mungkin yang perlu dibenahi bukan hanya keadaan di luar diri, tetapi juga hubungan kita dengan Sang Pemberi kehidupan.
Bukan berarti setiap orang yang rajin beribadah akan langsung mendapatkan pekerjaan impian, kekayaan, atau semua keinginannya. Kehidupan tetap memiliki ujian. Namun, ibadah dapat menjadi jalan untuk membangun ketenangan, kesabaran, dan kekuatan hati ketika menghadapi berbagai keadaan.
Al-Qur’an sendiri mengajarkan agar orang beriman meminta pertolongan kepada Allah melalui sabar dan salat. Dalam QS. Al-Baqarah ayat 153 disebutkan bahwa Allah bersama orang-orang yang sabar. Tafsir Kementerian Agama menjelaskan bahwa sabar dan salat dapat menjadi sarana memohon pertolongan Allah ketika menghadapi cobaan.
Karena itu, memperbaiki ibadah sebaiknya tidak dilakukan hanya ketika sedang memiliki masalah. Jangan sampai kita baru rajin berdoa ketika membutuhkan sesuatu, lalu kembali menjauh setelah keinginan terkabul.
Ada nilai yang lebih penting dari sekadar berharap kehidupan menjadi mudah, yaitu membangun kedekatan dengan Allah dalam keadaan apa pun.
Mungkin hari ini kita belum mampu melakukan banyak amalan. Tidak masalah. Mulailah dari yang paling sederhana. Usahakan salat tepat waktu. Luangkan beberapa menit untuk membaca Al-Qur’an. Sisihkan sebagian rezeki untuk bersedekah. Jika mampu, tambahkan ibadah sunah sedikit demi sedikit.
Tidak perlu membandingkan perjalanan kita dengan orang lain. Setiap orang memiliki proses yang berbeda.
Bisa jadi perubahan hidup yang kita tunggu tidak datang dengan cara yang kita bayangkan. Bisa jadi Allah terlebih dahulu mengubah hati kita sebelum mengubah keadaan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebab ketika hubungan dengan Allah mulai diperbaiki, kita belajar melihat masalah dengan cara yang berbeda. Kita menjadi lebih sabar ketika diuji, lebih bersyukur ketika diberi, dan lebih tenang ketika sesuatu belum sesuai harapan. Jadi, kalau ingin melihat perubahan dalam hidup, mungkin tidak ada salahnya memulainya dari sesuatu yang sering kita lakukan dalam diam: memperbaiki hubungan dengan Allah. [DW]
Sumber: Ustadz Muhammad Assad





