INDUSTRI kecantikan Korea Selatan seolah tak pernah kehabisan inovasi unik. Saat ini, fokus para pencinta perawatan kulit tertuju pada satu bahan aktif bernama polydeoxyribonucleotide atau PDRN.
Bahan baku pembuatannya berasal dari sperma ikan salmon. Secara ilmiah, PDRN merupakan serpihan DNA yang diekstrak secara khusus dari sperma salmon tersebut.
Bahan ini dipercaya mampu meregenerasi sel sehingga kulit wajah tampak awet muda, dan kini mulai menjamur sebagai komposisi andalan dalam produk pelembap hingga serum harian.
PDRN adalah bahan hasil daur ulang dari peternakan salmon industri makanan, bukan berarti orang memelihara salmon khusus untuk mendapatkan DNA ini.
Gagasan mengoleskan turunan sperma salmon ke wajah mungkin terdengar aneh. Namun, pemanfaatan ekstrak hewan untuk pengobatan sebenarnya telah lama diakui.
Hal ini turut dibahas secara mendalam dalam studi berjudul Marine-Derived Pharmaceuticals – Challenges and Opportunities pada tahun 2016, serta studi di jurnal Frontiers in Pharmacology.
Baca juga: Kulit Cerah dan Glowing dengan Perawatan DNA Salmon
PDRN jadi Tren Industri Kecantikan dari Korea Selatan
Sebelum dilirik sebagai serum penunda penuaan, PDRN lebih dulu populer di ranah medis lewat metode suntik guna menyembuhkan luka kronis seperti bisul diabetes.
Sperma dipilih karena sel tersebut dinilai paling tepat untuk menghasilkan DNA murni tingkat tinggi tanpa risiko kotoran.
PDRN telah digunakan dalam pengobatan regeneratif selama bertahun-tahun, terutama di Eropa dan Asia. Ada penggunaan klinis PDRN suntik yang kredibel dalam ranah medis untuk penyembuhan luka maupun bisul, dan bahan ini umumnya dapat ditoleransi dengan baik untuk penggunaan medis.
Kesamaan struktur pembentuk DNA antara sperma salmon dan manusia memicu reaksi adaptasi yang sangat positif.
Anak tangga penyusun DNA terbuat dari empat bahan kimia yang sama. Berkat kemiripan tersebut, zat ini sanggup berikatan dengan sel manusia dan merangsang pembentukan jaringan kolagen baru.
Bayangkan sel kulit sebagai sebuah bola, dan reseptornya menonjol di bagian atas seperti sakelar lampu. Suntikan PDRN pada dasarnya menyalakan sakelar tersebut untuk membangunkan sel dan diharapkan membuat sel-sel itu memproduksi lebih banyak kolagen.
Berbekal keberhasilan di bidang medis, produsen kosmetik meyakini versi oles PDRN dapat merangsang perbaikan jaringan.
Sensasi tak lazim dari sperma salmon ini sukses menjadi taktik pemasaran untuk memancing rasa penasaran konsumen. Sayangnya, janji manis ini belum ditopang oleh landasan riset jangka panjang yang benar-benar solid.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Di sisi lain, banyak pakar mengingatkan bahwa pengujian ekstrak DNA dari sperma salmon ini baru terbatas di dalam ruang observasi laboratorium tertutup.
Tantangan fisika turut menjadi rintangan nyata. Idealnya, supaya bisa menembus lapisan tengah kulit secara efektif, partikel produk oles tak boleh melewati batas ukuran 500 dalton.
Mengingat ukuran fragmen DNA salmon ribuan kali lipat lebih besar, kemungkinan besar kandungannya hanya akan mengendap di permukaan saja.
Tak sampai di situ, material genetik dari makhluk hidup ini sangat rapuh dan menuntut pengaturan suhu yang ekstra presisi.
Walau masih dipenuhi keraguan sains dan kendala peracikan, pamor bahan tak lazim ini nyatanya terus meroket karena dinilai unik di mata konsumen.
Meski tengah naik daun, PDRN diprediksi bakal segera tersingkir oleh inovasi baru ke depannya, kecuali para ilmuwan sanggup menemukan formulasi mutakhir untuk mengatasi masalah kestabilan tersebut. [Din]


