AHA Commerce, perusahaan asal Indonesia yang menyediakan layanan pengelolaan e-commerce secara terintegrasi.
Pernah melihat sebuah brand tiba-tiba muncul di berbagai kampanye marketplace, menawarkan diskon yang berbeda-beda, atau produknya semakin sering muncul di halaman rekomendasi? Di balik berbagai aktivitas tersebut, ada proses pengelolaan yang tidak selalu terlihat oleh konsumen.
Mulai dari memilih produk yang akan dipromosikan, menentukan kampanye yang diikuti, mengatur strategi diskon, hingga memantau performa penjualan, semuanya membutuhkan keputusan berbasis data.
Inilah layanan yang disediakan AHA Commerce, perusahaan asal Indonesia yang menyediakan layanan pengelolaan e-commerce secara terintegrasi.
Setelah membangun bisnisnya selama lebih dari satu dekade di Indonesia, AHA Commerce kini membawa pengalaman tersebut ke Thailand.
Ekspansi tersebut menjadi langkah baru bagi perusahaan untuk memperluas layanan pengelolaan e-commerce ke pasar Asia Tenggara.
Di Indonesia, AHA Commerce telah mengelola lebih dari 280 brand dengan dukungan lebih dari 220 tenaga ahli.
Baca juga: Billy Tjong Hadir dalam RISE OCBC Preneurship, Ungkap Limbah Industri Fesyen jadi Tantangan Terbesar
AHA Commerce Sediakan Layanan Pengelolaan E-Commerce Secara Terintegrasi
Dalam 12 bulan terakhir, perusahaan menangani lebih dari 8,1 juta pesanan dengan total omzet yang dikelola mencapai lebih dari Rp453 miliar.
Namun, cerita ekspansi Thailand sebenarnya sudah dimulai sebelum AHA Commerce memiliki operasional lokal di negara tersebut.
AHA Commerce mulai mengelola toko online pertamanya di Thailand pada September 2025, ketika ditunjuk untuk menangani operasional marketplace Thailand dari sebuah brand.
Dalam periode tersebut, klien yang dikelola mencatatkan pertumbuhan omzet sebesar 221 persen. Pengalaman itu kemudian menjadi salah satu alasan AHA Commerce melihat Thailand sebagai pasar yang potensial untuk dikembangkan lebih lanjut.
Kini, AHA Commerce Thailand telah memiliki badan usaha resmi, kantor operasional, dan tim lokal yang direkrut dari Thailand. Pengelolaan bisnis dilakukan secara hybrid, dengan tim Thailand dan Indonesia bekerja bersama.
Bagi perusahaan yang bergerak di bidang e-commerce, masuk ke negara baru tidak hanya soal memindahkan sistem yang sudah ada.
Perilaku konsumen Thailand, karakter masing-masing marketplace, hingga pola promosi memiliki dinamika tersendiri.
Karena itu, AHA Commerce memilih menggabungkan sistem yang dikembangkan di Indonesia dengan pemahaman dari tim lokal.
“Kami tidak datang ke Thailand hanya dengan pengalaman operasional, tetapi membawa sistem yang telah dibangun dan diuji selama bertahun-tahun. Tentu implementasinya tetap disesuaikan dengan perilaku konsumen, karakter marketplace, serta kebutuhan masing-masing brand di Thailand,” kata Andre Chouw, Chief Business Officer sekaligus Co-Founder AHA Commerce.
Pada tahap awal, AHA Commerce Thailand berfokus pada layanan pengelolaan toko online bagi brand lokal.
Tim Indonesia memberikan dukungan sistem dan pengalaman operasional, sementara tim lokal membantu memastikan strategi yang digunakan tetap relevan dengan kondisi pasar Thailand.
Salah satu teknologi yang turut dibawa adalah AHABOT™, sistem AI Marketing yang dikembangkan berdasarkan data dari ratusan toko online yang telah dikelola AHA Commerce.
AHABOT™ membantu proses pengambilan keputusan dalam pengelolaan toko, termasuk menentukan produk yang perlu dipromosikan, kampanye yang diikuti, hingga besaran diskon yang sesuai berdasarkan data.
Sistem tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang AHA Commerce di industri e-commerce. Pada 2021, perusahaan melakukan transformasi dari model distribusi menjadi model layanan.
Dari proses tersebut, AHA Commerce terus mengembangkan sistem pengelolaan yang menggabungkan pengalaman operasional dengan pendekatan berbasis data.
Salah satu hasil dari pendekatan tersebut adalah skema garansi yang diberikan kepada klien. AHA Commerce menjamin peningkatan omzet minimal 20 persen dibandingkan rata-rata enam bulan sebelumnya.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Dengan asumsi struktur HPP yang berlaku, peningkatan omzet tersebut ditargetkan dapat mendorong pertumbuhan profit.
Jika target tidak tercapai, klien dibebaskan dari biaya komisi. Skema tersebut juga diterapkan di Thailand.
“Fokus kami bukan sekadar meningkatkan penjualan dalam jangka pendek, tetapi membantu brand membangun pertumbuhan omzet dan profitabilitas yang berkelanjutan,” ujar Andre.
Setelah membangun pengalaman di Indonesia dan mulai mendampingi brand yang berekspansi ke Thailand, AHA Commerce kini melanjutkan langkah tersebut dengan membangun tim dan operasional lokal.
Perusahaan akan terus memperkuat tim Thailand serta melakukan penyempurnaan sistem dan layanan sesuai kebutuhan pasar.
AHA Commerce juga akan melanjutkan proses akuisisi brand lokal Thailand yang membutuhkan dukungan untuk mengembangkan bisnisnya melalui berbagai platform e-commerce.
Dari Indonesia, perusahaan yang selama ini bekerja di balik layar pertumbuhan berbagai brand di marketplace tersebut kini mulai membawa pengalamannya ke pasar yang lebih luas. [Din]





