• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 16 Agustus, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Info

55 Tahun Dakwah Pedalaman, Dewan Dakwah Kirim Lebih dari 10.000 Dai ke Pelosok Indonesia

15/08/2026
in Info
55 Tahun Dakwah Pedalaman, Dewan Dakwah Kirim Lebih dari 10.000 Dai ke Pelosok Indonesia

Sumber: Istimewa

66
SHARES
507
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT
DEWAN Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) menegaskan komitmennya untuk terus menghidupkan dakwah di berbagai pelosok Indonesia, khususnya wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Komitmen tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dakwah pedalaman yang telah berlangsung selama lebih dari lima dekade.

Hal itu disampaikan Ketua Umum DDII, Dr. H. Adian Husaini, dalam acara Tasyakur 55 Tahun Dakwah Pedalaman Dewan Dakwah yang digelar di Menara Dakwah, Jalan Kramat Raya 45, Jakarta Pusat, Sabtu (15/8/2026).

Dr. Adian mengatakan, sejak awal berdirinya DDII, pengiriman dai ke berbagai daerah telah menjadi bagian penting dari perjuangan organisasi. Hingga saat ini, lebih dari 10.000 dai telah dikirim untuk berdakwah dan membina masyarakat di berbagai pelosok Indonesia.

Menurutnya, tradisi tersebut merupakan warisan perjuangan para pendiri Dewan Dakwah, khususnya Mohammad Natsir. Dakwah ke pedalaman, kata Dr. Adian, tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan sumber daya.

“Dakwah pedalaman harus jalan. Enggak ada duitnya, cari,” ujarnya mengutip semangat Mohammad Natsir dalam menggerakkan dakwah ke berbagai daerah.

Ia menuturkan, semangat tersebut hingga kini masih menjadi bagian dari budaya perjuangan Dewan Dakwah. Bahkan, menurut dia, para dai yang dikirim ke daerah tidak diarahkan untuk mencari lokasi penugasan yang mudah.

Karena menurutnya tantangan kehidupan di daerah penempatan justru menjadi bagian dari proses pembentukan jiwa perjuangan seorang dai. Karena itu, para dai muda yang telah menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah (STID) Mohammad Natsir tidak diberikan keleluasaan untuk memilih lokasi penugasan.

“Begitu namanya diumumkan lulus wisuda langsung dengan daerah penempatannya. Tidak boleh memilih. Jadi betul-betul harus tawakal, siap,” ujarnya.

Lebih lanjut Dr. Adian mengungkapkan, kebutuhan dai di berbagai daerah saat ini justru semakin tinggi. Ia menyebut permintaan dai kepada Dewan Dakwah telah mencapai lebih dari 300 orang.

Bahkan pada tahun sebelumnya, saat DDII melepas sekitar 220 dai di gedung MPR RI, permintaan dari berbagai daerah disebut mencapai lebih dari 400 dai. “Jadi tidak ada alumni STID Mohammad Natsir yang ngangur,” katanya.

Tingginya kebutuhan tersebut, lanjutnya, menunjukkan bahwa keberadaan dai masih sangat dibutuhkan masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para alumni STID Mohammad Natsir yang selama ini telah mengabdikan diri di berbagai daerah. Menurutnya, sekitar 1.400 alumni STID Mohammad Natsir telah berkiprah dan tersebar di berbagai bidang dakwah, pendidikan, serta pembinaan masyarakat.

Ia menilai keberadaan kampus tersebut merupakan bagian penting dari kesinambungan kaderisasi dai yang telah dirintis para tokoh Dewan Dakwah sejak masa awal. “Tidak mudah anak muda, sarjana, berani terjun ke daerah-daerah,” ujarnya.

Baca Juga: Dania Zahra Ayusti Penerima ParagonCorp Scholarship Program Excellence 2025

55 Tahun Dakwah Pedalaman, Dewan Dakwah Kirim Lebih dari 10.000 Dai ke Pelosok Indonesia

55 Tahun Dakwah Pedalaman, Dewan Dakwah Kirim Lebih dari 10.000 Dai ke Pelosok Indonesia
Sumber: Istimewa

130 Dai Generasi Awal Masih Aktif Berdakwah

Dalam kesempatan tersebut, Dr. Adian juga mengungkap fakta menarik mengenai keberadaan para dai generasi awal Dewan Dakwah. Saat ini masih terdapat sekitar 130 dai yang pernah menerima surat keputusan penugasan dari Mohammad Natsir dan masih aktif berdakwah.

“Umurnya rata-rata sudah 70 tahunan, itu masih aktif berdakwah hingga kini,” katanya. Menurutnya, keberadaan para dai senior tersebut menjadi bukti panjangnya mata rantai perjuangan dakwah Dewan Dakwah sekaligus menjadi sumber inspirasi bagi generasi dai muda.

Ia berharap para dai senior dapat terus berbagi pengalaman kepada para dai yang akan diberangkatkan ke berbagai daerah. Dalam acara tersebut juga hadir sejumlah tokoh dan dai senior yang memiliki sejarah panjang dalam gerakan dakwah Dewan Dakwah. Salah satunya Ustaz Abu Nida dari Yogyakarta yang disebut sebagai salah satu dai generasi awal yang mendapatkan kaderisasi secara sistematis.

Dr. Adian mengatakan, kaderisasi tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan dakwah pedalaman Dewan Dakwah selama 55 tahun. Dalam kesempatan itu, Dr. Adian juga menyinggung tantangan pembiayaan yang masih dihadapi dalam pengiriman dan pembinaan dai. Untuk mendukung penugasan ratusan dai selama dua tahun, Dewan Dakwah membutuhkan dana sekitar Rp5 miliar.

Ia menyampaikan apresiasi kepada LAZNAS Dewan Dakwah serta para mitra donatur yang turut menggalang dukungan untuk keberlangsungan program tersebut.

Saat ini, DDII juga terus berupaya meningkatkan mukafaah atau insentif bagi para dai yang bertugas di berbagai daerah. Dr. Adian menyebut mukafaah dai yang sebelumnya Rp500 ribu per bulan telah dinaikkan menjadi Rp550 ribu bagi para dai senior tertentu, sementara untuk dai yang sedang bertugas dalam program penempatan terdapat skema mukafaah yang lebih tinggi.

Namun, menurutnya, persoalan dakwah tidak semata-mata dapat diukur dari besaran materi yang diterima para dai. Ia justru menekankan pentingnya menjaga semangat pengabdian dan keteguhan jiwa dakwah agar para dai tidak mudah tergoda oleh kepentingan duniawi.

Menjaga “Ruh Perjuangan” Para Pendiri

Lebih jauh, Dr. Adian menegaskan bahwa tugas utama Dewan Dakwah bukan sekadar mengirim dai, tetapi memastikan agar tradisi dan semangat perjuangan yang diwariskan para pendiri tetap hidup pada generasi berikutnya.

“Tradisi Dewan Dakwah ini jiwa dakwah, ruh dakwah, ruh perjuangan itu selalu mengalir. Insyaallah kita jaga terus,” tegasnya.

Ia berharap para dai yang dilepas dapat menjadi bagian dari perjuangan untuk memperkuat kehidupan keagamaan sekaligus membangun masyarakat di berbagai wilayah Indonesia.

Menurut Dr. Adian, dakwah tidak hanya berkaitan dengan pembinaan iman dan takwa, tetapi juga harus hadir dalam pendidikan, akhlak, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Mudah-mudahan kita bisa tingkatkan lagi itu untuk mengokohkan NKRI dalam wujud yang nyata. Kita membina iman, takwa, akhlak mulia, bahkan memberdayakan ekonomi masyarakat dengan menyelenggarakan pendidikan,” pungkasnya.

Dalam acara tasyakur tersebut, selain para dai senior turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) RI Dr (HC) Zulkifli Hasan, Dirjen Perkebunan kementerian Pertanian Heru Tri Widarto, S.Si., M.Sc mewakili Menteri Pertanian, perwakilan Kementerian Pendidikan Dasar & Menengah Republik Indonesia, perwakilan Pemprov Sumatera Barat serta tamu undangan lainnya. [DW]

Tags: 55 Tahun Dakwah Pedalaman Dewan Dakwah Kirim Lebih dari 10.000 Dai ke Pelosok Indonesia
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

KPIPA Gelar Echoes of Palestine, Padukan Kajian dan Rihlah

Next Post

Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

Next Post
Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

Wanita Pun Bisa Berjihad Maksimal

Bagus dari Dalam, Bagus dari Luar

6 Rahasia Menghilangkan Noda Hitam Bekas Jerawat di Wajah

10 Manfaat Konsumsi Bawang Putih Mentah bagi Kesehatan

  • Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    Cara Menyimpan Hijab di Lemari agar Tidak Mudah Kusut

    483 shares
    Share 193 Tweet 121
  • Inilah Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Beragam Warna Kulit

    72 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9112 shares
    Share 3645 Tweet 2278
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    679 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1196 shares
    Share 478 Tweet 299
  • Doa untuk Bayi Baru Lahir Sesuai Tuntunan Rasulullah

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11687 shares
    Share 4675 Tweet 2922
  • Manfaat Air Cucian Beras untuk Kecantikan, Benarkah Bisa Bikin Kulit Lebih Sehat?

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Ashanty, Anang dan Azriel Rayakan Wisuda Bersama di Universitas Airlangga

    4401 shares
    Share 1760 Tweet 1100
  • KPIPA Gelar Echoes of Palestine, Padukan Kajian dan Rihlah

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga