MEMASUKI usia 7 bulan, bayi mulai semakin tertarik dengan makanan dan lingkungan di sekitarnya. Pada tahap ini, orang tua bisa mulai memberikan kesempatan kepada si kecil untuk belajar memegang dan mengenali makanan sendiri. Salah satu caranya melalui finger food.
Finger food merupakan makanan yang dapat digenggam bayi dan dibawa sendiri ke mulut. Aktivitas ini bukan sekadar membuat waktu makan menjadi lebih menyenangkan, tetapi juga membantu melatih koordinasi mata dan tangan serta keterampilan makan. sekitar usia 7–8 bulan, bayi yang sudah dapat duduk stabil dapat mulai belajar makan sendiri dengan mengambil makanan menggunakan tangannya.
Baca Juga: Waspadai 5 Makanan yang Bisa Memicu Gejala Asma pada Sebagian Orang
Berikut tujuh ide finger food yang bisa dicoba di rumah.
7 Ide Finger Food untuk Bayi 7 Bulan ke Atas yang Mudah Dibuat
1. Wortel Kukus
Wortel bisa menjadi pilihan sederhana untuk mengenalkan finger food. Potong wortel memanjang dengan ukuran yang mudah digenggam, kemudian kukus sampai benar-benar lunak. Wortel mengandung beta karoten yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A.
Pastikan teksturnya cukup lembut sehingga mudah dihancurkan dengan gusi bayi. Jangan memberikan wortel mentah karena teksturnya terlalu keras dan berisiko membuat bayi tersedak.
2. Ubi Kukus
Ubi jalar dapat diolah menjadi finger food yang praktis. Potong memanjang seperti stik, lalu kukus sampai empuk. Rasanya yang sedikit manis biasanya membuat ubi cukup mudah diterima bayi.
Selain menjadi sumber karbohidrat, ubi juga mengandung berbagai vitamin dan mineral. Kemenkes memasukkan ubi sebagai salah satu bahan pangan yang dapat digunakan dalam menu MPASI.
3. Pisang
Tidak semua finger food harus dimasak. Pisang matang dapat langsung diberikan setelah dikupas dan dipotong dengan ukuran yang sesuai. Pilih pisang yang sudah matang sehingga teksturnya lembut.
Agar tidak terlalu licin, pisang bisa dipotong memanjang atau tetap menyisakan sedikit bagian kulit pada ujungnya sebagai pegangan. Buah juga dapat menjadi sumber vitamin dan mineral dalam menu MPASI.
4. Brokoli Kukus
Brokoli memiliki bentuk yang menarik untuk bayi karena bagian batangnya dapat dijadikan pegangan. Kukus brokoli hingga lunak, tetapi jangan sampai hancur. Potongan dengan tangkai yang cukup panjang dapat membantu bayi menggenggamnya.
Brokoli juga dapat menjadi cara untuk memperkenalkan sayuran sejak dini. Kemenkes merekomendasikan variasi buah dan sayuran dalam pemberian MPASI.
5. Telur Rebus
Telur merupakan bahan makanan yang mudah ditemukan dan kaya protein. Telur dapat direbus hingga matang sempurna, kemudian dipotong menjadi bagian yang mudah digenggam.
Untuk bayi, hindari memberikan telur setengah matang. Pastikan telur matang secara menyeluruh sebelum disajikan. Jika telur merupakan makanan baru bagi bayi, perkenalkan dalam jumlah kecil dan perhatikan kemungkinan munculnya reaksi alergi.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
6. Kentang Kukus
Kentang dapat dipotong berbentuk stik, kemudian dikukus hingga empuk. Jika ingin lebih menarik, kentang dapat dicampur sedikit telur dan dibuat menjadi potongan kecil yang lembut.
Kentang merupakan sumber karbohidrat yang dapat membantu memenuhi kebutuhan energi bayi. Namun, jangan menambahkan garam atau bumbu yang terlalu kuat. Kemenkes menganjurkan agar gula dan garam dalam MPASI dibatasi.
7. Tahu Kukus
Tahu bertekstur lembut sehingga cukup mudah dimakan bayi. Potong tahu menjadi bentuk memanjang atau kotak berukuran sesuai genggaman bayi, kemudian kukus agar teksturnya semakin lembut.
Tahu dapat menjadi salah satu sumber protein nabati. Supaya MPASI lebih lengkap, finger food tidak harus menjadi satu-satunya makanan. Tetap berikan menu yang bervariasi dan mengandung sumber karbohidrat, protein hewani, lemak, sayur, serta buah. Kemenkes menekankan bahwa MPASI perlu memperhatikan variasi, tekstur, jumlah, dan kebutuhan zat gizi anak.
Perhatikan Keamanan Saat Memberikan Finger Food
Meski finger food dapat membantu bayi belajar makan sendiri, orang tua tetap perlu mendampingi selama proses makan. Makanan harus cukup lunak, berukuran sesuai kemampuan bayi, dan mudah dihancurkan dengan gusi.
Perlu diperhatikan pula bahwa rekomendasi tekstur berdasarkan usia dapat berbeda. Kemenkes menyebutkan bahwa pada usia 6–8 bulan makanan umumnya masih berupa bubur kental atau makanan lumat, sedangkan makanan yang dapat dipegang bayi lebih ditekankan pada usia 9–11 bulan.
Karena itu, untuk bayi 7 bulan, finger food sebaiknya diperkenalkan secara bertahap sesuai kesiapan bayi, bukan dipaksakan. Pastikan bayi sudah menunjukkan tanda siap makan dan mampu duduk dengan posisi yang aman. [DW]



