BATU ginjal sering kali baru diketahui ketika seseorang merasakan nyeri hebat di pinggang atau saat menjalani pemeriksaan kesehatan. Padahal, proses terbentuknya batu di dalam ginjal tidak terjadi secara tiba-tiba. Endapan mineral dan garam dapat perlahan-lahan mengkristal ketika komposisi urine memungkinkan zat tersebut saling menempel. Salah satu pemicunya memang kurang minum, tetapi ternyata ada sejumlah kebiasaan sehari-hari yang juga dapat meningkatkan risikonya.
Baca Juga: 5 Tempat Camping Keluarga di Bogor yang Sejuk, Seru, dan Ramah di Kantong
Penyebab Utama Batu Ginjal yang Sering Tidak Disadari, Bukan Cuma Karena Kurang Minum
1. Kurang minum, terutama saat banyak berkeringat
Ini merupakan salah satu faktor yang paling sering tidak disadari. Ketika tubuh kekurangan cairan, urine menjadi lebih pekat. Dalam kondisi tersebut, mineral seperti kalsium, oksalat, dan asam urat lebih mudah berkumpul dan membentuk kristal.
Risikonya dapat semakin meningkat ketika seseorang tinggal di daerah panas, sering berolahraga, atau bekerja di lingkungan yang membuat tubuh banyak berkeringat tetapi tidak mengimbanginya dengan asupan cairan. Kementerian Kesehatan menjelaskan bahwa dehidrasi termasuk faktor yang meningkatkan risiko batu ginjal.
2. Terlalu banyak mengonsumsi garam
Makanan asin ternyata bukan hanya berkaitan dengan tekanan darah. Asupan natrium yang berlebihan juga dapat meningkatkan jumlah kalsium yang harus disaring oleh ginjal. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terbentuknya batu kalsium.
Karena itu, kebiasaan menambahkan garam, kecap asin, saus, atau terlalu sering mengonsumsi makanan olahan perlu diperhatikan. Makanan yang terasa gurih belum tentu aman jika dikonsumsi berlebihan setiap hari.
3. Terlalu banyak protein hewani
Pola makan tinggi protein dari daging dan sumber hewani lainnya juga dapat menjadi faktor yang jarang diperhatikan. National Kidney Foundation menjelaskan bahwa konsumsi protein hewani berlebihan dapat berhubungan dengan pembentukan batu tertentu, termasuk batu asam urat dan sebagian batu kalsium.
Bukan berarti daging harus dihindari sepenuhnya. Yang lebih penting adalah menjaga porsinya dan tetap mengimbanginya dengan makanan bergizi lainnya.
4. Menganggap semua makanan sehat aman dikonsumsi tanpa batas
Beberapa makanan bergizi ternyata mengandung oksalat cukup tinggi. Bayam, kacang-kacangan, cokelat, teh, bit, dan beberapa makanan lainnya termasuk sumber oksalat. Pada orang yang memiliki kecenderungan membentuk batu kalsium oksalat, konsumsi dalam jumlah berlebihan dapat menjadi perhatian.
Namun, hal ini bukan berarti makanan tersebut harus dihapus dari menu semua orang. Pengaturan makanan sebaiknya disesuaikan dengan jenis batu dan kondisi kesehatan masing-masing.
5. Berat badan berlebih dan pola makan tidak seimbang
Kelebihan berat badan, ukuran lingkar pinggang yang besar, serta pertambahan berat badan juga dikaitkan dengan peningkatan risiko batu ginjal. Selain itu, pola makan tinggi gula, garam, dan protein dapat ikut meningkatkan risiko pada sebagian orang.
Karena itu, menjaga berat badan bukan hanya soal penampilan, tetapi juga bagian dari upaya menjaga kesehatan ginjal.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Jangan Menunggu Sampai Nyeri Hebat
Batu ginjal berukuran kecil terkadang dapat keluar melalui urine tanpa menimbulkan gejala berarti. Namun, batu yang lebih besar dapat menghambat saluran kemih dan menyebabkan nyeri, darah dalam urine, mual, muntah, bahkan demam jika disertai infeksi.
Jadi, menjaga kesehatan ginjal sebenarnya dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: cukup minum, membatasi garam, tidak berlebihan mengonsumsi protein hewani, menjaga berat badan, serta menerapkan pola makan seimbang. Jika pernah mengalami batu ginjal atau memiliki faktor risiko tertentu, konsultasikan pola makan dan kebutuhan cairan dengan dokter karena pencegahannya dapat berbeda berdasarkan jenis batu yang terbentuk. [DW]



