• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Senin, 5 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Banyak Anak Banyak Rezeki

01/08/2026
in Berita
Menangkap Kegelisahan Guru Honorer di Sekolah Negeri

Ilustrasi, foto: antaranews.com

70
SHARES
540
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BANYAK anak banyak rezeki. Begitulah pepatah lama yang pernah berlaku. Tapi kini, yang berlaku menjadi sebaliknya: sedikit anak, banyak rezeki. Benarkah?

Indonesia berada di urutan keempat dalam jumlah penduduknya. Persis di bawah AS. Sementara juaranya masih di tangan Cina dan India.

Namun begitu, dari jumlah penduduk ini, ada yang positif dari Indonesia. Yaitu, sebagai negeri muslim terbesar di dunia. Tentu dari jumlah penduduknya.

Problem atau Berkah?

Dari tahun ke tahun, dari presiden ke presiden, Indonesia menjadi sasaran utama program keluarga berencana. Namanya memang bagus: berencana, tapi intinya sederhana, yaitu pengurangan jumlah penduduk.

Seolah-olah, jumlah penduduk menjadi problem utama di negeri ini. Antara lain, kemacetan lalu lintas, persaingan tingkat tenaga kerja, banyaknya subsidi, dan penurunan gizi di masyarakat.

Padahal kalau disimak lebih dalam, semua problem tadi tidak bisa serta merta disalahkan banyaknya jumlah penduduk. Melainkan karena pengelolaan negara yang amburadul.

Ketika Laju Kelahiran Menurun

Akhir-akhir ini, tingkat laju kelahiran mengalami penurunan sebesar 1 persen lebih. Boleh jadi, angka nyatanya bisa lebih besar.

Hal ini karena angka-angka jumlah pernikahan, jumlah kelahiran mengalami penurunan secara signifikan. Sementara, angka perceraiannya naik.

Selama beberapa tahun terakhir ini, angka pernikahan mengalami penurunan sebesar hampir 30 persen. Dari angka 2,1 juta orang menjadi 1,4 juta. Dan tren ini terus berlanjut.

Sebabnya macam-macam. Mulai dari krisis ekonomi, tingkat pendidikan yang lebih tinggi, ingin berkarir, dan lainnya.

Hal ini tentu berdampak pada turunnya angka kelahiran. Dibandingkan dengan tiga atau dua puluh tahun terakhir, penurunannya bahkan sampai 60 persen. Dari rata-rata 5 atau 6 anak setiap wanita, hingga saat ini menjadi 2 anak saja.

Penurunan ini, selain karena tren dan informasi tentang keluarga berencana; juga karena pendekatan asuransi kelahiran di rumah sakit. Ada semacam pengetahuan di masyarakat, kalau lahir dengan operasi sesar biayanya gratis, dan jika normal biayanya normal.

Tentu saja, orang akan lebih memilih kelahiran dengan operasi sesar daripada normal. Tapi apa kelanjutannya? Ada semacam pesan ‘horor’ untuk para ibu jika melahirkan lebih dari 2 anak dengan melalui operasi sesar: bahaya!

Nah, dengan rangkaian strategi sistematis ini, tingkat kelahiran per ibu hanya sekitar dua anak. Bahkan bisa kurang dari itu.

Fenomena Sedikit Anak

Bayangan betapa indahnya sedikit anak, ternyata tidak begitu di dunia nyata. Karena sedikitnya angka kelahiran, dampak yang pertama kali dirasakan adalah menurunnya anak yang masuk SD negeri.

Kenyataan itu kini dirasakan di daerah perkotaan. Banyak sekolah SD yang hanya sedikit menerima anak baru. Bahkan, di sejumlah daerah, ada SD yang sudah dua tahun tak mendapatkan siswa baru.

Data menunjukkan bahwa beberapa tahun terakhir ini, sudah 2 ribu SD negeri yang tutup atau merger karena sedikitnya siswa yang daftar.

Memang ada yang memberikan alasan lain tentang fenomena itu. Antara lain, pilihan sekolah swasta yang dianggap lebih bermutu, dan lainnya.

Tapi, tetap saja, hal itu tidak mencerminkan sebab utamanya yaitu sedikitnya jumlah anak yang daftar ke SD. Dan hal itu merata di kota-kota besar di Indonesia.

Problem Susulan

Penurunan jumlah siswa SD tentu akan berpengaruh ke jenjang berikutnya: SMP dan SMA, hingga perguruan tinggi. Jadi, jika saat ini problem itu dirasakan guru dan pengelola SD, beberapa tahun berikutnya adalah SMP dan SMA atau SMK.

Dikabarkan, ada sekolah swasta tingkat SMK di Jakarta yang mengalami penurunan jumlah siswa yang signifikan. Dari sebelum-sebelumnya yang smencapai 150 lebih siswa, kini hanya sekitar 50-an siswa saja.

Tentu hal ini akan membuat pusing para kepala sekolah. Karena pemasukan dari uang SPP otomatis turun drastis, sementara biaya untuk gaji guru tetap seperti biasa.

Hal serupa juga berdampak pada pedagang baju seragam, guru, antar jemput, katering sekolah, dan seterusnya. Kalau diakumulasi, penurunan nilai itu menjadi sangat besar.

Belum lagi dengan proyeksi masa depan. Yaitu, tentang sedikitnya calon tenaga kerja untuk menggantikan tenaga yang harus pensiun. Bayangkan jika penurunan calon pengganti ini terus membesar.

Suatu saat, mungkin tak lama lagi, kita akan melihat bahwa jumlah lansia di suatu daerah menjadi lebih besar dari anak-anak. Belum lagi jika penurunan jumlah diiringi dengan penurunan kualitas. Inilah tanda alarm bahaya sebuah bangsa dan negara.

Jadi, bagaimana pendapat kita tentang pepatah lama dari para orang tua: banyak anak, banyak rezeki? [Mh]

 

 

 

Tags: Banyak Anak Banyak Rezeki
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Tiga Teh Herbal yang dapat Membantu Membakar Lemak Tubuh

Next Post

Tips Efektif Membersihkan Perabotan Dapur yang Berlemak

Next Post
Tips Efektif Membersihkan Perabotan Dapur yang Berlemak

Tips Efektif Membersihkan Perabotan Dapur yang Berlemak

Bacaan Duduk Tasyahud saat Shalat Beserta Latin dan Terjemahannya

Nikah Muda dan Kelakuan Istri seperti Anak Kecil

Masker Nanas Dapat Mengecilkan Pori-Pori Wajah

Masker Nanas Dapat Mengecilkan Pori-Pori Wajah

  • Bun, Yuk Kenali Gangguan Pencernaan pada 1.000 Hari Pertama Bayi

    124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9469 shares
    Share 3788 Tweet 2367
  • Tips Membersihkan Lantai Toilet yang Menguning agar Kembali Kinclong

    489 shares
    Share 196 Tweet 122
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1334 shares
    Share 534 Tweet 334
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4280 shares
    Share 1712 Tweet 1070
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11817 shares
    Share 4727 Tweet 2954
  • Tips Memilih Warna Pensil Alis yang Cocok untuk Warna Kulit

    71 shares
    Share 28 Tweet 18
  • Maulid Salimah Kota Bekasi Dihadiri 650 Jamaah, Galang Dana untuk Palestina

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Doa untuk Palestina Lengkap beserta Artinya

    2445 shares
    Share 978 Tweet 611
  • Doa Memohon Rezeki Halal yang Membawa Ketenangan

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
  • Zero Mistake, Inspirasi Kreatif dari Wishnutama yang jadi Sosok di balik Megahnya Gala Dinner G20 Bali

    180 shares
    Share 72 Tweet 45
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga