GAMIS berbahan wolfis atau woolpeach menjadi salah satu pilihan favorit banyak muslimah. Bahannya dikenal lembut, jatuh saat dikenakan, tidak mudah kusut, dan tersedia dalam beragam pilihan warna. Tak heran jika kain ini sering digunakan untuk membuat gamis, khimar, maupun tunik.
Meski terkenal praktis, gamis berbahan wolfis tetap membutuhkan perawatan yang tepat agar kualitas kain tetap terjaga. Kesalahan saat mencuci, menjemur, atau menyetrika dapat membuat warna cepat pudar, serat kain rusak, bahkan bentuk gamis berubah. Dengan perawatan sederhana namun benar, gamis wolfis bisa tetap terlihat seperti baru meski telah digunakan berkali-kali.
Baca Juga: Sebesar Apapun Masalah Andalkan Allah dalam Prosesnya
5 Tips Merawat Gamis Berbahan Wolfis agar Tetap Awet dan Nyaman Dipakai
Berikut beberapa tips yang dapat kamu terapkan.
1. Cuci Menggunakan Air Dingin dan Deterjen Lembut
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah proses pencucian. Sebaiknya gunakan air dingin atau air bersuhu normal agar serat kain tetap stabil. Hindari menggunakan air panas karena dapat mempercepat kerusakan serat sintetis yang menjadi penyusun kain wolfis.
Gunakan deterjen secukupnya dengan formula yang lembut. Rendam gamis sekitar 10–15 menit, kemudian kucek perlahan pada bagian yang kotor. Hindari menggosok terlalu keras karena dapat membuat permukaan kain menjadi kasar dan warna memudar lebih cepat.
2. Pisahkan Berdasarkan Warna
Saat mencuci, biasakan memisahkan gamis berwarna gelap dengan warna terang. Langkah sederhana ini dapat mencegah luntur yang menyebabkan warna pakaian berubah.
Jika gamis memiliki detail bordir, payet, atau renda, balik bagian dalam ke luar sebelum dicuci. Cara ini membantu mengurangi gesekan langsung sehingga hiasan tetap terjaga dan kain tidak mudah berbulu.
3. Jemur di Tempat Teduh
Banyak orang mengira menjemur pakaian di bawah sinar matahari langsung akan membuat pakaian lebih cepat kering. Padahal, paparan sinar matahari yang terlalu terik dalam waktu lama dapat mempercepat pudarnya warna wolfis.
Lebih baik jemur gamis di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik namun tetap teduh. Balik bagian dalam pakaian ke luar saat dijemur agar warna luar tetap terlindungi. Hindari pula menggunakan mesin pengering dengan suhu tinggi karena dapat memengaruhi tekstur kain.
4. Setrika dengan Suhu Rendah
Walaupun wolfis termasuk kain yang tidak mudah kusut, terkadang gamis tetap perlu disetrika agar tampil lebih rapi.
Gunakan suhu rendah hingga sedang saat menyetrika. Bila perlu, letakkan kain tipis sebagai pelapis antara setrika dan gamis. Cara ini membantu mencegah permukaan kain mengilap akibat panas berlebih sekaligus menjaga kelembutan serat wolfis.
5. Simpan dengan Cara yang Tepat
Perawatan tidak berhenti setelah gamis dicuci. Cara penyimpanan juga sangat menentukan umur pakaian.
Pastikan lemari dalam keadaan kering dan memiliki sirkulasi udara yang baik agar kain tidak lembap dan berjamur. Gamis dapat digantung menggunakan hanger yang kokoh atau dilipat rapi jika bahan cukup ringan. Hindari menumpuk terlalu banyak pakaian di atas gamis karena dapat menimbulkan bekas lipatan yang sulit hilang.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Merawat gamis berbahan wolfis sebenarnya tidak sulit. Kuncinya adalah mencuci dengan lembut, menghindari panas berlebihan, serta menyimpannya di tempat yang bersih dan kering. Dengan perawatan yang benar, warna kain akan tetap cerah, teksturnya lembut, dan bentuk gamis tetap nyaman dikenakan dalam berbagai kesempatan. Gamis yang dirawat dengan baik bukan hanya terlihat lebih indah, tetapi juga dapat digunakan lebih lama sehingga menjadi investasi busana yang lebih hemat. [DW]





