BUAH merupakan salah satu sumber vitamin, mineral, serat, dan antioksidan yang penting bagi tubuh. Namun, tidak semua orang memiliki waktu untuk membeli atau mengolah buah segar setiap hari. Karena alasan kepraktisan, banyak orang memilih buah kalengan sebagai alternatif. Produk ini mudah disimpan, tahan lama, dan siap dikonsumsi kapan saja.
Lalu, apakah buah kalengan sama sehatnya dengan buah segar? Jawabannya bergantung pada jenis buah kalengan yang dipilih serta seberapa sering dikonsumsi. Buah kalengan tetap dapat menjadi bagian dari pola makan sehat, tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar manfaatnya tidak kalah oleh kandungan tambahan di dalamnya.
Baca Juga: Jus Melon dan Sirsak Dapat Mengobati Kanker
Mengonsumsi Buah Kalengan, Apa Dampaknya bagi Kesehatan?
Kandungan Gizi Masih Tetap Ada
Proses pengalengan dilakukan tidak lama setelah buah dipanen sehingga sebagian besar kandungan mineral, serat, dan antioksidannya masih dapat dipertahankan. Beberapa vitamin yang sensitif terhadap panas, seperti vitamin C, memang bisa berkurang selama proses pengolahan, tetapi secara umum buah kalengan tetap memberikan nilai gizi yang baik.
Karena itu, buah kalengan bisa menjadi pilihan ketika buah segar sulit diperoleh atau sedang tidak musim.
Waspadai Kandungan Gula Tambahan
Hal yang paling perlu diperhatikan adalah cairan yang digunakan sebagai media pengawet. Banyak produk buah kalengan dikemas dalam sirup dengan kandungan gula tambahan yang cukup tinggi.
Jika dikonsumsi terlalu sering, asupan gula berlebih dapat meningkatkan risiko kenaikan berat badan, resistensi insulin, diabetes tipe 2, hingga penyakit jantung. Oleh sebab itu, pilihlah produk yang bertuliskan “dalam air”, “100% jus buah”, atau “tanpa tambahan gula” agar kandungan gulanya lebih rendah.
Tetap Perhatikan Porsi Konsumsi
Meskipun berasal dari buah, bukan berarti buah kalengan dapat dikonsumsi tanpa batas. Bila dikemas dalam sirup, kalori yang masuk ke tubuh tentu lebih tinggi dibandingkan buah segar.
Mengonsumsi dalam porsi yang wajar akan membantu menjaga keseimbangan asupan gula harian sekaligus tetap memperoleh manfaat vitamin dan serat yang terkandung di dalam buah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Perhatikan Kemasan Kaleng
Selain isi produknya, kemasan juga perlu menjadi perhatian. Beberapa kaleng masih menggunakan lapisan pelindung berbahan epoxy yang dapat mengandung Bisphenol A (BPA). Penelitian menunjukkan bahwa paparan BPA dari makanan kaleng dapat meningkatkan kadar BPA dalam tubuh, meskipun saat ini banyak produsen telah beralih menggunakan kemasan berlabel BPA-free.
Semoga artikel di atas bermanfaat untukmu, tetap jaga kesehatan dan usahakan konsumsi buah-buahan yang masih segar agar terhindar dari bahan pengawet dan pemanis buatan. [DW]





