SENSORY play atau permainan sensorik menjadi salah satu aktivitas yang semakin banyak dilakukan orang tua untuk mendukung tumbuh kembang anak. Melalui permainan ini, anak diajak mengenal berbagai tekstur, warna, aroma, suara, hingga bentuk menggunakan pancaindra mereka. Aktivitas sederhana tersebut ternyata memiliki banyak manfaat, mulai dari melatih motorik halus, meningkatkan konsentrasi, mengembangkan kreativitas, hingga memperkaya kemampuan bahasa.
Kabar baiknya, sensory play tidak selalu membutuhkan mainan mahal. Banyak benda yang tersedia di rumah justru bisa dimanfaatkan menjadi media bermain yang menyenangkan sekaligus edukatif. Berikut lima benda sederhana yang dapat dijadikan sensory play bagi anak.
Baca Juga: 6 Manfaat Air Putih Untuk Kesehatan
5 Benda Sederhana yang Bisa Dijadikan Sensory Play untuk Anak di Rumah
1. Beras atau Kacang-Kacangan
Beras menjadi salah satu bahan yang paling mudah digunakan untuk sensory play. Orang tua cukup menuangkan beras ke dalam wadah besar, lalu menambahkan sendok, gelas kecil, atau mangkuk agar anak dapat menuang, memindahkan, dan merasakan teksturnya.
Selain beras, kacang hijau, kacang merah, atau jagung kering juga bisa menjadi pilihan. Aktivitas ini membantu melatih koordinasi tangan dan mata sekaligus memperkuat kemampuan menggenggam benda kecil. Namun, permainan ini tetap memerlukan pengawasan orang dewasa agar anak tidak memasukkan bahan ke dalam mulut.
2. Air dengan Aneka Mainan
Bermain air hampir selalu disukai anak-anak. Isi baskom dengan air bersih, lalu tambahkan mainan plastik, spons, gelas kecil, atau sendok. Anak dapat belajar menuang air, memeras spons, hingga mengenal konsep penuh dan kosong.
Selain menyenangkan, permainan air membantu meningkatkan kemampuan motorik halus serta memperkenalkan konsep sains sederhana, seperti benda yang mengapung dan tenggelam.
3. Tepung Terigu atau Tepung Tapioka
Tepung dapat menjadi media bermain yang menarik karena memiliki tekstur lembut. Orang tua bisa mengajak anak menggambar menggunakan jari di atas tepung atau mencampurnya dengan sedikit air hingga menjadi adonan.
Anak bebas meremas, mencetak, atau membentuk berbagai benda sesuai imajinasinya. Kegiatan ini merangsang kreativitas sekaligus memperkuat otot-otot kecil pada jari yang nantinya berguna saat belajar menulis.
4. Daun dan Bunga dari Halaman Rumah
Bahan alami juga bisa menjadi media sensory play yang menyenangkan. Kumpulkan beberapa daun dengan bentuk berbeda, bunga, ranting kecil, atau rumput yang aman disentuh anak.
Biarkan anak mengamati warna, merasakan tekstur, serta mencium aroma alami dari setiap benda. Orang tua juga dapat mengajak anak mengelompokkan daun berdasarkan ukuran atau warna sehingga permainan menjadi lebih edukatif.
Selain mengenalkan alam sejak dini, aktivitas ini juga membantu meningkatkan rasa ingin tahu dan kepedulian anak terhadap lingkungan sekitar.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
5. Kardus dan Gulungan Tisu Bekas
Jangan buru-buru membuang kardus atau gulungan tisu bekas. Benda sederhana ini dapat diubah menjadi permainan yang merangsang kreativitas anak.
Misalnya, kardus bisa dijadikan terowongan mobil-mobilan, rumah-rumahan, atau tempat memasukkan bola warna-warni. Sementara gulungan tisu dapat digunakan sebagai jalur bola atau alat menyusun bangunan sederhana.
Permainan ini melatih kemampuan memecahkan masalah, koordinasi tangan, serta mengembangkan imajinasi anak tanpa harus membeli mainan baru.
Sensory play bukan sekadar aktivitas bermain. Di balik kesederhanaannya, permainan ini membantu anak belajar mengenal dunia melalui pengalaman langsung. Yang terpenting, orang tua ikut mendampingi, mengajak berbicara, dan memberikan kesempatan kepada anak untuk bereksplorasi dengan aman. [DW]





