AKHIRNYA tim sepak bola Iran tersingkir dari 32 besar. Ironis, tim asuhan Amir Ghalenoei ini tersisih di Grup G padahal tidak pernah terkalahkan selama pertandingan.
Siapa bilang sepak bola tidak terpengaruh politik. Kenyataannya, Iran yang sedang berseteru dengan tuan rumah: AS, mengalami ketidakadilan di luar dan di dalam pertandingan.
Tidak Pernah Kalah
Mehdi Taremi dan rekan-rekan timnya harus menelan pil pahit hasil akhir di Grup G. Tim Iran di piala dunia sepak bola harus tersingkir di putaran awal. Padahal, tim ini tidak pernah terkalahkan.
Iran bertanding melawan tim dari Selandia Baru. Hasilnya seri: 2-2. Melawan Belgia, hasilnya: 0-0. Dan terakhir melawan Mesir, hasilnya: 1-1.
Selama pertandingan, Tim Iran tidak pernah kalah. Tapi, selalu seri.
Kontroversi Melawan Mesir
Ada pertandingan kontroversi saat Tim Iran melawan kesebelasan Mesir di laga ketiga. Saat itu, hasil sementara menunjukkan: 1-1.
Namun di detik-detik akhir pertandingan babak kedua, pemain Iran: Shojae Khalilzadeh berhasil mencetak gol ke gawang Mesir. Skor pun sempat tercetak menjadi 2-1 untuk kemenangan tim Iran.
Tapi, wasit menganulir gol tersebut setelah ada ‘bisikan’ dari kru yang mengawasi rekaman video pertandingan. Gol tersebut diputuskan tidak sah karena pemain Iran dianggap offside.
Padahal, rekaman video tersebut disaksikan jutaan penonton dunia. Dan video itu rasanya tidak seperti yang diputuskan wasit seperti yang ‘dibisikkan’ kru pengawas.
Kontroversi ini pun menjadi pembahasan banyak analisis sepak bola dunia. Dengan mata telanjang, sepertinya tuan rumah sengaja menjegal kemenangan tim Iran.
Dari hasil seri ini, Tim Iran nasibnya digantung. Masuk atau tidaknya Tim Iran ke putaran berikutnya ditentukan oleh pertandingan dua kesebalasan lain. Yaitu, Al-Jazair melawan Austria.
Jika Al-Jazair menang, Tim Iran akan lanjut ke babak 32 besar. Tapi jika seri saja, Iran akan gagal. Menariknya, dengan hasil seri, baik tim Al-Jazair maupun Austria sama-sama lanjut ke putaran berikutnya.
Hasilnya? Seperti yang sudah diduga banyak pihak, Al-Jazair dan Austria berakhir seri: 3-3. Permainan terlihat begitu membosankan.
Dengan hasil ini, Tim Iran dinyatakan gagal masuk ke putaran 32 besar. Persis seperti yang pernah diucapkan Trump yang intinya: Tim Iran tak boleh menang. [Mh]





