KOALISI Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha menggelar konsolidasi bersama mitra dari berbagai provinsi di Sumatera, Jawa, dan Kalimantan. Acara yang digelar di Gadung Meet Her Integrated Facilities, Jakarta Selatan, pada Sabtu (20/6).
Acara dihadiri oleh pengurus KPIPA, Perempuan Seni Indonesia untuk Palestina (PUSPA), Koalisi Daiyah untuk Al-Quds dan Palestina, dan Koalisi Perempuan Muda Indonesia untuk Palestina (KPMIP).
Konsolidasi diikuti pula oleh Perempuan Depok Peduli Palestina (PELITA) dan Koalisi Perempuan Sumut Peduli Palestina (KPSP). Selain itu, hadir pula utusan dari Aceh, Bangka Belitung, Jawa Barat, Yogyakarta, Malang, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Utara.
Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, menjelaskan sejarah dan kiprah KPIPA sejak didirikan pada tahun 2000 oleh 10 Ormas perempuan Indonesia. Ia menyebut, saat ini KPIPA ingin meluaskan kontribusi dengan bekerjasama bersama mitra-mitra di daerah.
“KPIPA adalah rumah besar perempuan Indonesia yang peduli Palestina. Visinya, terwujudnya kemerdekaan Al-Quds dan Palestina. Kita ingin memperbanyak rumah-rumah perjuangan untuk kemerdekaan Palestina. Sebab, membela Palestina tidak bisa menjadi pekerjaan pribadi,” katanya.
Menurut Nurjanah, pergerakan perjuangan Palestina tidak boleh bersifat pragmatis. Kenyataannya, saat ini kepedulian terhadap Palestina semakin berkurang. Sebagian pihak bahkan menyayangkan bahwa aksi yang dilakukan di Indonesia belum berimbang dengan yang dilakukan di negara Barat.
“PR kita yang paling mendasar adalah memastikan bahwa masyarakat di daerah kita sudah paham tentang Palestina. Kita harus turun mengedukasi masyarakat. Kemudian, lakukan kolaborasi. Yang paling penting adalah bergerak,” jelasnya.
Selain melakukan edukasi, KPIPA juga aktif mengikuti kegiatan kepalestinaan yang diselenggarakan oleh pemerintah, legislatif, serta ormas, baik nasional maupun internasional.
“Kita bukan penonton, tapi pelaku. Di umur yang tersisa, mari tunjukkan bahwa kita lebih berkontribusi. Sebab, kita adalah orang yang merdeka,” pungkas Nurjanah.
Melalui konsolidasi ini, KPIPA ingin meluaskan kiprah membela Palestina dengan membentuk mitra di berbagai daerah seluruh Indonesia. [Mh/KPIPA]


