KETIKA membahas keluarga Rasulullah, banyak orang mengenal nama Hamzah bin Abdul Muthalib atau Abbas bin Abdul Muthalib. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa Rasulullah juga memiliki seorang bibi yang dikenal karena keberanian dan keteguhannya dalam mendukung Islam, yaitu Arwa binti Abdul Muthalib.
Arwa merupakan putri dari Abdul Muthalib, pemimpin terkemuka Quraisy sekaligus kakek Rasulullah. Dengan demikian, ia adalah saudara kandung Abdullah bin Abdul Muthalib, ayah Rasulullah. Sejak kecil, Arwa tumbuh di lingkungan keluarga yang dihormati masyarakat Makkah. Ia dikenal sebagai perempuan yang cerdas, memiliki keberanian, dan pandai mengungkapkan pikirannya.
Ketika Rasulullah diangkat menjadi nabi dan mulai menyampaikan dakwah Islam, tidak semua anggota keluarganya menerima ajaran tersebut. Sebagian bahkan memilih menentang dan memusuhi beliau. Namun, Arwa mengambil sikap yang berbeda. Ia termasuk anggota keluarga yang mendukung perjuangan Rasulullah dan menunjukkan simpati terhadap dakwah Islam yang dibawa ke tengah masyarakat Makkah.
Baca Juga: Keistimewaan Afra binti Ubaid, Ibu Para Syuhada yang Penuh Teladan
Arwa binti Abdul Muthalib, Bibi Rasulullah yang Teguh Membela Islam
Dalam sejumlah riwayat sejarah disebutkan bahwa Arwa akhirnya memeluk Islam dan menjadi bagian dari kaum muslimin. Keislamannya menunjukkan bahwa ia mampu melihat kebenaran di balik ajaran yang dibawa keponakannya tersebut, meskipun saat itu tekanan dari kaum Quraisy sangat besar.
Salah satu hal yang membuat Arwa dikenang dalam sejarah adalah dukungannya terhadap Rasulullah ketika banyak orang menolak dakwah Islam. Pada masa-masa awal penyebaran Islam, kaum muslimin menghadapi berbagai bentuk tekanan, mulai dari cemoohan, boikot, hingga penyiksaan. Dalam situasi seperti itu, dukungan keluarga memiliki arti yang sangat besar bagi Rasulullah.
Arwa juga dikenal sebagai perempuan yang memiliki kemampuan bersyair. Pada masa Arab dahulu, syair bukan sekadar karya sastra, melainkan sarana untuk menyampaikan pesan, membela kehormatan, dan memengaruhi opini masyarakat. Melalui syair-syairnya, Arwa menunjukkan kecintaan kepada keluarganya dan penghormatannya kepada Rasulullah.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Sebagai bagian dari Bani Hasyim, Arwa menyaksikan langsung berbagai peristiwa penting dalam kehidupan Rasulullah. Ia mengetahui bagaimana perjuangan dakwah dilakukan sejak awal hingga Islam mulai diterima oleh banyak orang. Kedekatannya dengan keluarga Nabi membuatnya memahami akhlak dan kejujuran Rasulullah jauh sebelum beliau diangkat menjadi nabi.
Kisah Arwa binti Abdul Muthalib memberikan pelajaran bahwa peran perempuan dalam sejarah Islam tidak bisa dipandang sebelah mata. Meski namanya tidak setenar sebagian sahabat lainnya, dukungan dan keimanannya menjadi bagian penting dari perjalanan dakwah Islam pada masa awal.
Dari sosok Arwa, umat Islam dapat belajar tentang keberanian untuk berdiri di pihak yang benar meskipun berada dalam situasi yang sulit. Ia menunjukkan bahwa hubungan keluarga bukan hanya tentang kedekatan darah, tetapi juga tentang kesediaan untuk mendukung kebenaran dan perjuangan yang diridhai Allah. [DW]
Sumber: Ensiklopedia Nabi Muhammad SAW di antara Para Shahabiyah. Ichwan Fauzi. Lentera Abadi: 2020.





