BANDENG presto menjadi salah satu olahan ikan yang banyak digemari masyarakat karena durinya lunak dan dagingnya tetap lezat.
Namun, tidak sedikit orang yang mengalami kendala saat memasaknya. Bandeng yang seharusnya tampil utuh justru mudah hancur ketika dipindahkan, dibumbui, atau digoreng setelah proses presto selesai.
Padahal, dengan teknik yang tepat, bandeng presto bisa tetap kokoh tanpa kehilangan kelembutan khasnya.
Langkah pertama yang perlu diperhatikan adalah memilih ikan bandeng yang masih segar. Bandeng segar memiliki tekstur daging yang lebih padat sehingga tidak mudah rusak selama proses pemasakan.
Baca Juga: Resep Bandeng Presto Empuk, Lunak dan Lembut
Rahasia Memasak Bandeng Presto agar Tidak Hancur
Ciri-cirinya bandeng segar antara lain mata yang jernih, insang berwarna merah cerah, dan tidak mengeluarkan aroma menyengat.
Setelah ikan dibersihkan, hindari membelah bagian perut terlalu lebar. Banyak orang membersihkan ikan dengan sayatan besar sehingga struktur tubuh ikan menjadi rapuh. Sayatlah seperlunya saja agar bentuk ikan tidak berubah.
Tips berikutnya adalah melumuri ikan dengan bumbu secara merata sebelum dipresto. Bumbu seperti bawang putih, kunyit, ketumbar, garam, dan daun salam tidak hanya memberikan cita rasa, tetapi juga membantu menjaga aroma ikan tetap segar. Setelah dibumbui, diamkan selama beberapa saat agar bumbu meresap ke dalam daging.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Saat menyusun ikan di dalam panci presto, usahakan posisi ikan tersusun rapi dan tidak terlalu longgar. Biasanya bandeng disusun berlapis dengan pembatas berupa daun pisang atau anyaman bambu tipis. Cara ini dipercaya mengurangi gesekan pada ikan yang dapat menyebabkan kulit robek.
Jumlah air juga perlu diperhatikan. Air yang terlalu banyak dapat membuat ikan bergerak selama proses pemasakan. Sebaliknya, air yang cukup akan menghasilkan tekanan yang optimal tanpa merusak bentuk ikan.
Lama pemasakan menjadi faktor penting lainnya. Bandeng umumnya dipresto selama 60 hingga 90 menit, tergantung ukuran ikan dan jenis panci yang digunakan.
Kesalahan yang sering dilakukan adalah langsung membuka panci setelah api dimatikan. Sebaiknya tunggu hingga tekanan dalam panci turun secara alami. Membuka panci terlalu cepat dapat menyebabkan perubahan tekanan yang memengaruhi tekstur ikan.
Setelah matang, jangan terburu-buru memindahkan bandeng. Biarkan ikan mendingin terlebih dahulu di dalam wadahnya. Daging ikan yang masih panas cenderung lebih rapuh. Ketika suhu sudah turun, teksturnya akan menjadi lebih stabil dan mudah dipindahkan.
Jika bandeng presto akan digoreng, gunakan api sedang dan jangan terlalu sering membalik ikan. Cukup goreng hingga permukaan berwarna keemasan.
Dengan memperhatikan setiap tahap tersebut, bandeng presto yang dihasilkan akan memiliki duri yang lunak, rasa yang lezat, dan bentuk yang tetap cantik saat disajikan di meja makan. [DW]





