YAKINLAH Doamu Pasti Dikabulkan Allah di Waktu yang Tepat ditulis oleh Ustaz Cahyadi Takariawan.
Doa adalah senjata orang beriman, yang bisa digunakan di berbagai kesempatan. Baik ketika menghadapi masa penuh kesulitan, ataupun ketika menghadapi masa kelapangan.
Doa juga bisa menjadi wujud penghambaan kita kepada Allah, karena sejatinya tiada daya dan upaya melainkan pertolongan dari Allah Ta’ala.
Allah sangat menyukai hamba yang banyak berdoa kepadaNya. Allah bukan saja “menunggu” hamba agar berdoa, bahkan memerintahkan hamba untuk meminta kepadaNya, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya Aku akan mengabulkannya untuk kalian’ (QS. Ghafir: 60).
Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Hamba yang paling dicintai oleh Allah adalah yang paling banyak meminta kepada-Nya. Hamba yang paling dibenci oleh Allah adalah yang malas meminta kepada-Nya. Selain Engkau Wahai Rabbku, jika diminta tidaklah seperti ini.”
Selain memerintah hamba untuk berdoa, ayat di atas juga menjanjikan pengabulan doa. Pertanyaannya, apakah doa hamba akan selalu dikabulkan Allah? Jawabannya adalah, iya. Allah tidak akan mengingkari janji-Nya.
Namun, Allah memberikan tiga opsi pengabulan doa. Sebagaimana tampak dalam sabda Rasulullah saw berikut, “Tidak ada seorang muslim pun yang berdoa dengan sebuah doa yang tidak terkandung di dalamnya dosa dan pemutusan silaturahmi, kecuali Allah akan memberikannya salah satu dari ketiga hal berikut: Allah akan mengabulkannya dengan segera, mengakhirkan untuknya di akhirat atau memalingkannya dari keburukan yang semisalnya”.
Para sahabat berkata, “Kalau begitu kami akan memperbanyak doa kami.” Beliau saw bersabda, “Allah lebih banyak lagi (memberi)” (HR. Imam Ahmad).
Opsi pertama adalah, Allah mengabulkan doa sebagaimana permintaan hamba. Opsi kedua, Allah menyelamatkan hamba dari suatu musibah atau keburukan tertentu. Opsi ketiga, Allah menangguhkan pemberianNya kelak di akhirat.
Bukan berarti Allah tidak sayang denganmu karena doa yang kamu panjatkan hari ini tidak langsung terkabul di hari yang sama, tetapi di balik itu semua Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk dirimu.
Oleh karena itu, saat engkau berdoa dan merasa doamu belum dikabulkan, jangan berhenti berdoa. Jangan lemah dalam mengulang-ulang doa. Ada sebuah nasihat indah yang termaktub dalam kitab Al-Hikam karya Ibnu Atha’ilah As-Sakandari. [DW]





