BADAN Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memastikan keamanan produk terapi pengganti nikotin atau nicotine replacement therapy (NRT) yang digunakan untuk membantu individu berhenti merokok.
Kepastian tersebut diberikan setelah produk terapi pengganti nikotin melalui proses penetapan standar dan memperoleh izin edar resmi dari BPOM.
Upaya menurunkan prevalensi perokok membutuhkan berbagai pendekatan yang saling melengkapi. Langkah tersebut tidak hanya mengandalkan edukasi dan penerapan kawasan bebas asap rokok, tetapi juga dukungan terapi bagi mereka yang ingin berhenti merokok.
Kehadiran produk terapi yang memenuhi standar medis dan memiliki izin edar resmi memberikan kepastian keamanan bagi masyarakat.
BPOM mendukung pengembangan inovasi berbasis bukti ilmiah yang dapat membantu masyarakat yang memiliki keinginan kuat untuk berhenti merokok.
Pengendalian konsumsi tembakau membutuhkan kerja sama berbagai pihak karena tantangannya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga aspek sosial dan ekonomi.
Baca juga: Selain Kanker Paru-Paru, Merokok bisa Merusak Kesehatan Tulang
BPOM Pastikan Keamanan Produk Terapi Pengganti Nikotin
Perluasan akses terhadap produk terapi pengganti nikotin yang aman dan berbasis bukti dapat menjadi salah satu pilihan solutif.
Dalam upaya memperluas edukasi kepada masyarakat, BPOM turut berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan, Persatuan Dokter Paru Indonesia (PDPI), Guardian, dan Kenvue melalui kampanye #SehatTanpaRokok.
Program tersebut bertujuan mendorong pencegahan perilaku merokok sejak dini, terutama pada anak-anak dan remaja.
Selain edukasi kesehatan kepada masyarakat, rangkaian kegiatan kampanye juga mencakup pelatihan medis bagi tenaga kesehatan.
Program ini turut menghadirkan edukasi komprehensif mengenai bahaya merokok dan penayangan iklan layanan masyarakat yang dilakukan bersama Kementerian Kesehatan dan PDPI.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Melalui pendekatan tersebut, para pemangku kepentingan berharap semakin banyak masyarakat yang mendapatkan informasi yang tepat mengenai upaya berhenti merokok dan pentingnya menjaga kesehatan paru-paru.
Setiap orang yang memiliki niat berhenti merokok perlu mendapatkan pendampingan yang sesuai serta akses terhadap solusi yang telah terbukti secara ilmiah.
Langkah itu dilakukan agar individu yang sedang berproses berhenti merokok memiliki pilihan terapi yang dapat digunakan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga kesehatan.
Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan dapat mendukung target penurunan prevalensi perokok sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya berhenti merokok demi kesehatan jangka panjang. [Din]




