HIDAYAH itu rahasia Allah. Siapa pun bisa Allah anugerahi. Termasuk mereka yang berada di lingkungan yang buruk.
Di masa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ada seorang muslimah yang lahir dan besar di lingkungan yang memusuhi Islam. Ia adalah Durrah binti Abi Lahab radhiyallahu ‘anha.
Di lihat dari bintinya bisa ditebak siapa ayah dari shahabiyah ini. Ya, ayahnya adalah paman Nabi yang sangat memusuhi Nabi: Abu Lahab. Bahkan, nama itu tercantum dalam Al-Qur’an sebagai musuh Islam.
Dilihat dari kekerabatan Nabi dengan Durrah, rasanya datangnya hidayah itu mungkin saja. Karena ia masih sepupu Nabi. Dan ketika masih tinggal di Mekah, rumah Nabi memang berseberangan dengan rumah Durrah.
Melihat besarnya permusuhan ayahnya dengan Islam dan Nabi, rasanya teramat berat jika Durrah menyatakan keislamannya. Ia masuk Islam dengan diam-diam. Bahkan, suaminya pun: Harris bin Naufal, tak tahu kalau Durrah sudah masuk Islam. Saat itu memang belum ada larangan pernikahan beda agama.
Baru diketahui keislaman Durrah di saat ia menyusul umat Islam hijrah ke Madinah. Ketika itu, Durrah sudah mempunyai tiga anak.
Suaminya: Harris bin Naufal tidak mau menyusul Durrah. Hal ini karena ia seorang musyrik. Bahkan, Harris menjadi salah satu tentara kafir Qurasiy yang tewas dalam Perang Badar di tahun kedua hijriah.
Ada ejekan yang dialami Durrah saat berada di Madinah. Beberapa wanita di sana terkejut saat mengetahui ada putri Abu Lahab yang ikut hijrah. Padahal, Abu Lahab namanya tercantum dalam Al-Qur’an sebagai musuh besar Islam.
Beberapa wanita itu bahkan mengejek dengan membacakan Surah Al-Lahab, dari awal sampai akhir. Tentu saja, hal ini menjadikan Durrah sedih. Ia pun menemui Rasulullah untuk mengadukan hal itu.
Ditemani Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah menenangkan Durrah. Tak lama setelah itu, Nabi berpidato di mimbar masjid untuk meluruskan hal itu.
Durrah kemudian menikah dengan seorang sahabat bernama Dhihya. Setelah Dhihya wafat, Durrah pun menikah lagi dengan Zaid bin Haritsah radhiyallahu ‘anhu.
Beberapa hadis juga ada yang diriwayatkan oleh Durrah. Ada hadis yang diriwayatkan melalui sanad Sayyidah Aisyah, ada pula yang langsung dari Nabi.
Tercatat dalam sejarah, Durrah wafat pada tahun 20 hijriah. Tepatnya, di masa Kekhalifahan Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu.
Siapa sangka, dari lingkungan rumah yang begitu memusuhi Nabi, ada seorang muslimah yang begitu mentaati Nabi. Ia rela meninggalkan suami dan keluarga besarnya demi hijrah bersama kaum muslimin ke Madinah.
**
Jangan pernah menganggap semua yang di lingkungan buruk adalah orang buruk semua. Hidayah Allah bisa menerangi hati siapa saja.
‘Balliguu ‘annii walau aayah’. Begitulah kira-kira nasihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang maknanya: sampaikan apa yang kau dapatkan dariku walaupun hanya satu ayat.
Bahkan boleh jadi, orang yang kemudian menerima informasi yang bersumber dari Rasulullah itu menjadi jauh lebih memahami dari yang menyampaikannya. [Mh]




