PARAGONCORP mengangkat potensi bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu. Hutan sering kali dipandang hanya sebagai kawasan yang perlu dilindungi.
Namun di balik fungsi ekologisnya, hutan juga menyimpan potensi ekonomi yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat tanpa harus mengorbankan kelestariannya.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan yang dibawa ParagonCorp dalam Partnership for Forests Conference (P4F) di London, forum internasional yang didukung Pemerintah Inggris untuk mendorong model bisnis yang membuktikan bahwa hutan dapat tetap lestari sekaligus menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat.
Sebagai satu-satunya perusahaan kecantikan Indonesia yang hadir dalam forum tersebut tahun ini, ParagonCorp mengangkat potensi bioekonomi Indonesia melalui pemanfaatan hasil hutan non-kayu yang dikembangkan secara bertanggung jawab.
Salah satu yang ditampilkan adalah prototype produk berbasis Illipe Butter, bahan alami yang berasal dari buah pohon tengkawang (Shorea stenoptera) yang tumbuh di Kalimantan Barat.
Baca juga: ParagonCorp Buka Pendaftaran Inspiring Lecturer Program 2026, Dorong Dosen Jadi Penggerak Perubahan
ParagonCorp Angkat Potensi Bioekonomi Indonesia di Forum Global London
Bahan ini dipanen oleh komunitas Dayak mengikuti siklus alami pohon tanpa pembukaan lahan maupun deforestasi.
“Indonesia memiliki kekayaan hayati yang luar biasa. Melalui forum ini kami ingin menunjukkan bahwa hutan yang tetap berdiri juga dapat menciptakan nilai ekonomi bagi masyarakat apabila dikelola secara bertanggung jawab,” ujar dr. Sari Chairunnisa, Deputy CEO & Chief R&D Officer ParagonCorp.
Illipe Butter merupakan salah satu contoh hasil hutan non-kayu yang memiliki potensi untuk dikembangkan dalam berbagai industri, termasuk industri kecantikan.
Berbeda dengan komoditas yang memerlukan pembukaan lahan baru, pemanfaatan hasil hutan non-kayu memungkinkan masyarakat memperoleh manfaat ekonomi dengan tetap menjaga ekosistem tempat sumber daya tersebut berasal.
ParagonCorp menekankan bahwa eksplorasi terhadap Illipe Butter masih berada pada tahap awal riset dan pengembangan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Kehadirannya di P4F bukan untuk mengumumkan produk baru, melainkan untuk membuka percakapan mengenai peluang pengembangan bioekonomi Indonesia yang berkelanjutan.
Selain menyoroti potensi hasil hutan non-kayu, ParagonCorp juga membagikan pandangannya mengenai pentingnya melihat hutan lebih dari sekadar kumpulan pohon.
Hutan berperan penting dalam menjaga sistem air, iklim, keanekaragaman hayati, serta menjadi sumber penghidupan bagi jutaan masyarakat yang bergantung padanya.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, ParagonCorp bersama Indika Nature dan CFES juga telah turut mendukung perlindungan sekitar 4.000 hektare hutan di Jambi dan sekitar 1.000 hektare hutan di Kalimantan.
Kawasan ini menjadi habitat berbagai satwa seperti Macan Dahan Borneo, Pangolin, Rangkong Gading, Bekantan, Beruang Madu, Owa Kelawat, dan Binturong.
Bagi ParagonCorp, keberlanjutan tidak hanya berkaitan dengan bagaimana sebuah produk dibuat, tetapi juga bagaimana sumber daya alam yang menjadi bagian dari rantai pasok dapat terus memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
“Kami percaya masa depan industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan inovasi, tetapi juga oleh kemampuan menjaga ekosistem dan komunitas yang mendukung inovasi tersebut. Perjalanan ini masih panjang, dan kami terus belajar untuk melangkah ke arah yang lebih baik,” tutup dr. Sari. [Din]



