JADI sekolah itu kemauan pribadi, bukan desakan dari orangtua. Dari Jisc (Jakarta Islamic School) yang masuk PTN jalur UTBK SNBT – 24 orang (semua di Jawa; UI, ITB, UGM, ITS, Unibraw) jalur IUP juga nambah lagi 4, IUP, ITS dan UGM, sehingga total 89 anak yang sudah diterima di PTN manapun. Tapi jumlah murid masih banyak, masih ada 98 siswa lagi. Jadi masih harus kerja keras dan doa keras ..
Demikianlah ibu, ibu guru siang malam mikirin muridnya sampai jelas posisinya di mana ..
Sementara adik-adiknya di SD dan SMP sudah dapat Nilai TKA (di atas rata-rata Nasional), 8.2, untuk Bahasa Indonesia dan Matematika rata-rata 68,8.
Bahkan ada 7 anak yang berhasil mendapatkan nilai sempurna di angka 100.
Dan nilai-nilai itu kebawa mimpi.
Dan akupun enggak ngerti kenapa sekarang kok jadi ibu-ibu yang sibuk banget mikirin lembar kerja dan soal soal serta nilai anak-anak.
Taqdir kayaknya .. hehe.
Padahal cita-citaku dulu bikin restaurant dan aku juga dulu lulusan swasta. Lulusan yang nilai IPK-ku tuh jelek banget deh di bawah 2,8. Karena aku enggak suka belajar, aku suka berorganisasi. Jadi lulus sekedar lulus saja. Dengan nilai yang cukup jelek.
Lalu aku menikah dan melahirkan anak dua dan ambil S-2 di Malaysia, week end program. Kalau aku kuliah, anak anak aku kunciin di apartement atau titip sama tetangga orang India, balik balik muka anakku cemong-cemong dikasih bedak macam-macam. Haha. Pulang mandiin anak dan balur pakai minyak telon. Yang sulung bahkan dikasih minum susu kambing karena katanya kakinya kecil. Tulangnya meleyot, haha .. tapi pas sudah besaran dikirim ke China belajar kungfu.
Semuanya pengalaman.
Tapi sekarang aku lulus S-3 di Amerika lho. Cari beasiswa .. Tak sampai 4 tahun sudah lulus , tahu-tahu lulus .. hehe.
Jadi sekolah itu kemauan pribadi yaa bukan desakan orangtua
Baca juga: Siswa SMA JISc Lolos SNBP 2026, Tembus Sejumlah PTN Favorit
Sekolah Itu Kemauan Pribadi
Jadi buat adik-adik yang belum lulus PTN. Gakpapalah jangan sedih yaa. Swasta dulu saja, nanti S-2 nya PTN atau keluar negeri. Enak juga lho sekolah di luar negeri, banyak teman, banyak wawasan banyak yang aneh-aneh yang membuka wawasan kita, hati kita dan semangat kita.
Jadi coba usahakan ke luar negeri dan hidup di sana. Itu malah pelajaran yang jauh lebih mahal. Struggle life kita dan thingking skill kita juga lebih terasah.
Tapi balik lagi ke Indonesia dan mengabdi.
Pasti seru.
Kapan-kapan
Tante cerita lagi
Hff..
tante?
Dulu mah,
Gak kebayang kalau sekarang sudah jadi tante-tante yang punya sekolahan. Hehe.
-# ini lagi sama guru-guru di Australia. Teachers with Tante Fifi …





