ANAK dan orang tua dibedakan oleh porsi cinta. Porsi cinta orang tua biasanya berlipat-lipat dari yang dimiliki anaknya.
Seorang pemuda menitipkan secarik kertas untuk ibunya. Ia baru saja menjemput ibunya dari rumah sakit setelah dirawat selama sepekan. Surat itu dititipkan ke Si Mbok yang mengurus ibunya agar tidak sendirian di rumah.
Setelah terbangun, sang ibu menanyakan ke Si Mbok tentang anaknya. “Sudah pulang, Bu. Katanya akan ada tugas keluar kota beberapa hari. Istri dan anaknya juga akan diajak,” ucap Si Mbok sambil menunjukkan secarik kertas titipan anak majikannya.
Sang ibu mengernyitkan dahi saat membaca surat itu:
Bu, ini saya lampirkan tanda pembayaran semua perawatan ibu selama di rumah sakit. Biaya obat sekian, oksigen sekian, air inpusan sekian, biaya dokter ahli sekian, dan sewa kamar sekian.
Surat itu juga memuat total biaya dari semua pos pembayaran selama sepekan itu.
Surat itu ditutup dengan: semua pembayaran itu sudah saya talangi dulu dengan duit saya.
Talangi? Kata itulah membuat dahi ibu paruh baya itu mengeryit.
Tiba-tiba dadanya terasa sesak. Ia pun menangis sesegukan.
Sebulan setelah pertemuan terakhir dengan ibunya itu, sang anak mendapat kabar kalau ibunya meninggal dunia. Tugas keluar kota pun ia percepat. Ia dan keluarganya berkunjung ke rumah ibunya.
Namun, ia datang telat. Ibunya sudah dimakamkan. Hal itu karena setelah hampir seharian ditunggu, sang anak semata wayang ibu itu belum juga datang.
Setibanya di rumah sang ibu, Si Mbok menyampaikan secarik kertas. “Maaf, Den. Ini dari ibu sebelum beliau wafat,” ucap Si Mbok.
Isi surat itu mengatakan:
“Nak, ibu sudah menitipkan uang ke Si Mbok yang sudah kamu talangi untuk biaya pengobatan ibu.
“Ibu juga ingin bilang, semua biaya saat ibu hamil, melahirkan, menyusui, merawat dan mendidik kamu bertahun-tahun, hingga menyekolahkan kamu tidak ibu talangi. Semua ibu gratiskan, demi untuk kamu!”
Pemuda itu tertegun. Ia pun menangis karena telah menyakiti hati ibunya justru di saat pertemuannya yang terakhir.
**
Dua cinta yang saling berbalas antara orang tua dan anak. Sayangnya, porsi balasan itu jauh dari kata berimbang.
Islam mengajarkan, luapkan seluruh cintamu pada orang tua justru di saat keduanya lanjut usia. Karena di saat itulah, mereka butuh porsi cinta yang lebih besar, persis ketika kita masih anak-anak.
Pertemuan dengan ayah ibu itu tidak selamanya. Luapkan cinta sebanyak-banyaknya untuk mereka. Sebelum, cinta kita tak lagi bisa berbalas apa-apa. [Mh]


