SETIAP orang tua umumnya mengharapkan anak tumbuh sehat dan memiliki kecerdasan yang optimal.
Perkembangan kemampuan otak anak tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga oleh lingkungan serta pola asuh yang diterapkan sejak dini.
Para ahli menyebutkan bahwa dua tahun pertama kehidupan merupakan periode penting dalam pembentukan struktur dan fungsi otak anak.
Upaya mengoptimalkan kecerdasan anak dapat dimulai bahkan sejak masa kehamilan.
Dikutip dari buku Aneka Makanan Minuman untuk Mencerdaskan Otak Bayi karya Anidya Kedasih, bahwa kondisi kesehatan ibu hamil berperan besar dalam perkembangan otak janin.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Pemenuhan gizi yang seimbang, termasuk asam folat dan asam lemak omega-3, dinilai penting untuk mendukung pembentukan sel-sel otak.
Selain itu, ibu hamil dianjurkan menghindari paparan zat berbahaya seperti alkohol, rokok, obat-obatan tertentu, dan logam berat, serta berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat.
Setelah bayi lahir, pemberian Air Susu Ibu (ASI) menjadi salah satu faktor pendukung perkembangan otak. ASI mengandung berbagai nutrisi penting, termasuk docosahexaenoic acid (DHA), yang berperan dalam pertumbuhan jaringan otak dan sistem saraf.
Cerdaskan Otak Anak pada Tahun-tahun Awal Kehidupan
Kandungan alami ini belum sepenuhnya dapat digantikan oleh produk makanan bayi buatan.
Stimulasi melalui interaksi juga berperan penting dalam perkembangan kognitif anak.
Membacakan cerita secara rutin, meskipun bayi belum memahami maknanya, membantu mengenalkan bunyi, kata, dan struktur bahasa.
Aktivitas ini dinilai dapat mendukung perkembangan kemampuan bicara dan kosakata.
Selain itu, pemilihan mainan yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangan biologis anak dapat merangsang imajinasi serta melatih koordinasi mata dan tangan.
Baca juga: Fondasi Kecerdasan Anak Dimulai Sejak Tahun Pertama Kehidupan
Pengenalan bahasa isyarat sederhana sejak usia dini juga dilaporkan dapat membantu komunikasi awal dan mendukung perkembangan bahasa lisan.
Pengenalan bahasa asing dapat dilakukan secara bertahap setelah anak menguasai bahasa ibu.
Sementara itu, kontak fisik seperti sentuhan dan pelukan memiliki peran penting dalam perkembangan emosional, pembentukan koneksi saraf otak, serta penguatan ikatan antara orang tua dan anak.
Dengan kombinasi nutrisi, stimulasi, dan perhatian yang tepat, perkembangan otak anak pada masa awal kehidupan dapat dioptimalkan.[Sdz]





