• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 11 Januari, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Seperti Mutiara dalam Lumpur

14/03/2025
in Nasihat
Cinta Tak Serumit yang Dibayangkan

Ilustrasi, foto: Wallpaper Cave

75
SHARES
578
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MUTIARA tetap sebagai mutiara meski di dalam lumpur. Nilainya tak pernah berkurang.

Sosok Asiyah bin Muzahim selalu menjadi pembahasan menarik. Bagaimana mungkin muslimah yang dipuji Allah dalam Al-Qur’an bisa bertahan dalam dominasi manusia paling jahat: Fir’aun.

“Ya Rabbi, bangunkanlah untukku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga. Selamatkanlah aku dari Fira’un dan perbuatannya, dan selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.” (QS. At-Tahrim: 11)

Allah memberikan hidayah kepada Asiyah melalui interaksinya dengan Nabi Musa alaihissalam. Asiyahlah yang meminta dan merayu Fir’aun agar mau menjadikan Nabi Musa yang masih bayi sebagai ‘anak angkat’ istana.

“Jangan bunuh dia. Anak ini menyejukkan hatiku dan juga bagimu. Kita jadikan saja anak ini sebagai anak angkat, semoga bermanfaat untuk kita,” ucap Asiyah kepada Fir’aun.

Fir’aun mengatakan, “Anak ini bermanfaat bagimu, bukan aku.”

Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Sekiranya Fir’aun mengatakan hal yang sama seperti Asiyah, maka Allah akan memberikannya hidayah. Tapi, hal itu  (hidayah) Allah haramkan untuknya.”

Karena itu Fir’aun menguji apakah anak ini berbahaya untuknya. Disediakan dua benda kepada Nabi Musa kecil: kurma dan bara api, mana yang akan dimakan.

Ternyata, yang akan dimakan Nabi Musa kecil kurma, tapi digeserkan ke bara api oleh Fir’aun. Nabi Musa kecil pun mengambil bara api dan memakannya. Sejak itulah, Nabi Musa mengalami gangguan pengucapan karena cacat di lidah.

Asiyah mengasuh Nabi Musa di istana tentang semua hal yang melingkupi istana. Maka tumbuhlah Nabi Musa sebagai sosok yang berwibawa, cerdas, dan memahami politik dan militer.

Ketika Allah mengangkat Nabi Musa sebagai Rasul, Asiyah tetap setia. Ia menjadi pengikut dan pelindung Nabi Musa semampu ia bisa.

Rahasia ini bocor ke Fir’aun. Ia meminta pendapat dari punggawanya tentang Asiyah. “Ia orang baik, bahkan sangat baik,” jawab para punggawa Fir’aun.

“Istriku itu menyembah tuhannya Musa, bukan kepadaku!” ungkap Fir’aun.

Mendengar itu, para punggawa pun sepakat agar Asiyah dibunuh. “Kalau begitu, bunuh saja!”

Tapi Fir’aun punya cara lain. Ia masih berharap agar Asiyah mau diajak kembali seperti Asiyah yang dulu.

Caranya, Asiyah tidak langsung dibunuh. Tapi disiksa. Diharapkan dengan siksaan itu, ia mau kembali kepada Fir’aun dan mengingkari Nabi Musa.

Tapi selama Asiyah disiksa, Allah memperlihatkan kepada Asiyah tentang doanya. Yaitu, visual tentang rumah di surga. Melihat itu, ia pun tersenyum bahagia.

Hal inilah yang membuat Fir’aun mengatakan, “Orang ini sudah gila, disiksa malah tertawa!”

Fir’aun memerintahkan kepada punggawanya: jika Asiyah tak juga berubah, bunuh saja.

Cara yang ditawarkan oleh Fir’aun untuk membunuh Asiyah sangat sadis. Yaitu dengan menjatuhkan batu besar ke tubuhnya.

Namun, Allah subhanahu wata’ala mewafatkan Asiyah sebelum kebengisan Fir’aun menimpanya. Ia, Allah matikan sebelum batu besar akhirnya memang dijatuhkan ke tubuhnya.

**

Hidayah itu rahasia Allah. Allah memberikan hidayah kepada istri Fir’aun, tapi tidak memberikan hidayah kepada istri Nabi Nuh dan Nabi Luth.

Tidak ada yang tidak mungkin di sisi Allah subhanahu wata’ala. Jangan pernah beranggapan bahwa seseorang tidak mungkin akan menjadi baik karena keadaannya saat ini.

Tugas kita hanya menyampaikan dan mendoakannya. Allah akan memberikan hidayah kepada siapa yang Ia kehendaki dan mengazab kepada siapa yang Ia kehendaki.

Jika Allah menetapkan seseorang sebagai mutiara, ia akan tetap mutiara meski berkubang dalam lumpur. [Mh]

 

 

 

 

 

Tags: Seperti Mutiara dalam Lumpur
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Dinda Hauw dan Rey Mbayang Jalani Ibadah Umroh saat Bulan Ramadan

Next Post

Ahlul Quran Berperang dengan Terus Mengingat Alquran

Next Post
Lima Kebiasaan Terbaik Membiasakan Anak Dekat dengan Alquran

Ahlul Quran Berperang dengan Terus Mengingat Alquran

Khatib Jumat 9 Februari Diimbau Sampaikan Pesan Pemilu Damai dan Hargai Beda Pilihan Politik

Tradisi Itikaf di Beberapa Negara

Creators Association of Southeast Asia Bangun Industri Kreator di Asia Tenggara

Creators Association of Southeast Asia Bangun Industri Kreator di Asia Tenggara

  • Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    Delapan Tips Menebalkan Rambut dengan Efektif

    242 shares
    Share 97 Tweet 61
  • Tips Dapat Cerah di Ekowisata Kalitalang Gunung Merapi, Kabupaten Klaten Jawa Tengah

    113 shares
    Share 45 Tweet 28
  • Jangan Terbawa Arus

    145 shares
    Share 58 Tweet 36
  • Cara Mendapatkan Syafaat di Hari Kiamat

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Batik Danar Hadi Tampilkan Fashion Show Bertema Kembang Parang

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Resep Singkong Keju Goreng

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    538 shares
    Share 215 Tweet 135
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    7818 shares
    Share 3127 Tweet 1955
  • Teluk Manado Sulawesi Utara jadi Lokasi Menyelam Terbaik di Bumi

    127 shares
    Share 51 Tweet 32
  • Kebijaksanaan Nabi Sulaiman ketika Memutuskan Perkara Dua Orang Ibu yang Berselisih karena Anaknya Dibawa Serigala

    153 shares
    Share 61 Tweet 38
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga