• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Berita

Gunawan Setiawan, Generasi Keempat Pembuat dan Penjual Batik

14/10/2024
in Berita
Gunawan Setiawan, Generasi Keempat Pembuat dan Penjual Batik

Foto: aljazeera.com

94
SHARES
723
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

GUNAWAN Setiawan merupakan generasi keempat pembuat dan penjual batik di keluarganya, dan berasal dari kota kerajaan bersejarah Surakarta, atau Solo, di Jawa Tengah yang juga dikenal sebagai ibu kota batik Indonesia.

Dikutip dari Aljazeera.com, meski asal muasal teknik ini sulit dipastikan, batik diperkirakan sudah ada sejak zaman kuno ketika orang melilitkan kain di tubuh mereka sebagai pakaian dan mulai mewarnainya dengan warna berbeda serta menghiasinya dengan motif, kata Setiawan.

Batik diperkirakan berasal dari Indonesia tetapi teknik serupa juga ditemukan di Mesir, Malaysia, Sri Lanka, India dan beberapa wilayah Cina.

Solo bukan satu-satunya tempat di mana batik mencerminkan lingkungan. Masyarakat yang tinggal di dekat laut cenderung menggunakan warna biru dan hijau, kata Setiawan, sementara mereka yang tinggal di dekat gunung berapi aktif menggunakan warna merah dan jingga.

Baca juga: Desainer Indonesia, Merdi Sihombing, Kembali Memukau di Ajang Melbourne Fashion Festival 2024 Lewat Koleksi Batik Pewarnaan Alam dari Banyuwangi

Gunawan Setiawan, Generasi Keempat Pembuat dan Penjual Batik

Oleh karena itu, ada desain batik khusus yang diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu yang baru melahirkan, bayi yang sedang belajar berjalan, acara pernikahan, pemakaman, dan bahkan saat seseorang mendapat promosi jabatan.

Namun, meski batik telah diproduksi di Indonesia selama berabad-abad, kini batik menghadapi tantangan untuk mengikuti perkembangan zaman.

Alpha Febela Priyatmono, pakar batik di Solo, mengatakan seni batik perlu dipahami dalam konteks yang lebih luas, bukan sekadar tekstil.

Ia menambahkan bahwa beberapa desain modern menggunakan senyawa kimia untuk memecah lilin sebelum mencetak kain dan tidak dapat diklasifikasikan sebagai batik karena menyimpang dari proses tradisional.

Untuk mengedukasi masyarakat, Priyatmono memiliki berbagai program, termasuk mengajarkan batik kepada anak muda melalui motif yang lebih sederhana dan tidak rumit. Ada pula pilihan yang menggunakan lilin dan kain yang ramah lingkungan, serta pewarna alami untuk membuat batik.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Beroperasi sejak tahun 1546, Kampung Batik Laweyan di Solo merupakan salah satu pusat batik utama di kota ini. Kawasan itu mengalami pasang surut nasib.

Dari yang pada puncak kejayaannya menjadi tempat tinggal bagi ratusan pembuat dan pedagang batik, permintaan menurun pada tahun 1970-an dan pandemi COVID-19, Laweyan mengalami dampak buruk.

Namun, saat ini kata Priyatmono, sudah ada kebangkitan kembali, dengan sekitar 40 hingga 50 pedagang berdiri di kawasan itu. Sementara itu, Setiawan mengatakan prospek batik cukup menjanjikan.

Indonesia telah lama memberikan pakaian dan produk batik kepada para tamu kehormatan. Pada pertemuan puncak Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) tahun lalu, para pemimpin terlihat menyambut Presiden Joko Widodo dengan mengenakan batik.

Para pemimpin Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) juga mengenakannya saat bertemu di Indonesia pada tahun 2013.

Beberapa tokoh masyarakat Indonesia juga dikenal sebagai pemakai batik rutin di dalam dan luar negeri, termasuk wakil presiden terpilih dan mantan walikota Solo, Gibran Rakabuming Raka, dan menteri pariwisata, Sandiaga Uno.

Versi Indonesia dari Jumat santai juga memperlihatkan pegawai negeri sipil dan pekerja kantoran mengenakan batik dan negara ini merayakan Hari Batik Nasional pada tanggal 2 Oktober setiap tahun. [Din]

Tags: Generasi Keempat Pembuat dan Penjual Batik
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Muhammad Shaquell Rasendrio Mahyudi, Siswa JISc Raih Medali Emas pada Piala Kemenpora RI

Next Post

Godaan Enak Itu Lebih Berat

Next Post
Keseimbangan Itu Perlu

Godaan Enak Itu Lebih Berat

Dikemas Dengan Baitullah For Kids #SemuaBisaUmroh Gandeng Anak-Anak TK dan SD Mengenal Baitullah

Dikemas Dengan Baitullah For Kids #SemuaBisaUmroh Gandeng Anak-Anak TK dan SD Mengenal Baitullah

Bahas Komunikasi Interpersonal, Muslimah Wahdah Sulsel Harap Kualitas Tenaga Humas Lebih Baik

Bahas Komunikasi Interpersonal, Muslimah Wahdah Sulsel Harap Kualitas Tenaga Humas Lebih Baik

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2536 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1385 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga