• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Oktober, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Oase

Ketika Harus menjadi Orang Tua Tak Menyenangkan

29/12/2017
in Oase
84
SHARES
647
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

Penulis : Wulan Saroso

ChanelMuslim.com – Menjadi Orang Tua yang Tidak Menyenangkan

Ingat kisah Perjanjian Hudaibiyah dalam Siroh Nabawiyah?

Perjanjian damai yang dilakukan antara kaum muslimin dan musyrikin Quraisy. Peristiwa itu terjadi saat muslimin dari Madinah hendak berangkat umroh ke Makkah. Namun musyrikin menganggap kaum muslimin itu akan melakukan makar di Makkah sehingga dilaranglah mereka untuk memasuki kota.

Melihat situasi yang tidak kondusif, Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam memilih tindakan ‘mengalah’.

Beliau membatalkan umroh dan mengambil langkah gencatan lalu membuat perjanjian dengan musyrikin Quraisy.
Keputusan Rasulullah saat itu sangat tidak populis. Bagi kaum muslimin, keputusan Rasulullah berarti langkah mundur.

Tidak ada keberanian menunjukkan kebenaran. Lagipula mereka ke sana tidak satupun membawa senjata. Kecuali Abu Bakr ra, semua rombongan saat itu memboikot keputusan Rasul saw. Bahkan Umar bin Khaththab pun sempat mempertanyakan kerasulan Muhammad.
Namun Rasul saw tetap pada keputusannya.
Lalu bagaimana nasib keputusan itu? Mari kita intip di Siroh Nabawiyah..

Lalu apa kaitannya dengan keorangtuaan?

Orang tua, sering dihadapkan pada situasi pengambilan keputusan yang tidak populis. Dengan kata lain, mengambil langkah yang tidak menyenangkan, baik untuk kita sebagai orang tua juga untuk anak bahkan bisa jadi untuk keluarga besar.

Karena tidak menyenangkan, terkadang menjadi dilema dan masalah berkepanjangan.

Misal sederhana
Kita sepakat dengan anak hanya boleh beli es krim di akhir pekan. Tiba-tiba ada saat di mana neneknya anak-anak menawari es krim di luar waktu kesepakatan. Anak-anak merasa itu peluang mendapatkan es krim.

Nenek pun mendesak dengan alasan untuk cucu tersayang. Pemisalan ini sederhana, tapi kadang membuat dilema. Ingin bersikukuh namun harus berbeda pendapat dengan anak dan orang tua kita. Ketika kita memutuskan untuk tetap pada kesepakatan semula, akan terjadi pemboikotan oleh anak dan sang nenek.

Sangat tidak menyenangkan. Namun itulah keputusan yang diambil. Ini masih sebuah pemisalan kecil.

Anak perlu belajar dan memahami, bahwa akan ada banyak hal yang tidak menyenangkan di dunia ini. Tidak menyenangkan bukan berarti membuatnya menjadi manusia yang merasa menderita.

Justru kemudian bagaimana melatihnya untuk mampu menyikapi hal itu dengan prinsip syukur dan sabar. Dan yang paling penting, sebagai orang tua kita wajib mengajarkan bahwa ada hal yang ‘tidak menyenangkan’ dirasakan ketika kita komitmen pada prinsip samawi.

Lalu bagaimana bersikap saat keputusan tidak menyenangkan itu ditetapkan? Seperti yang dicontohkan Rasul dalam kisah perjanjian Hudaibiyah :

1. Yakinilah bahwa ini keputusan terbaik yang Allah ilhamkan kepada kita. Dengan meyakini pula bahwa hubungan kita dengan Allah sejauh ini baik-baik saja.

2. Mengambil langkah ‘cooling down’ dalam upaya menghindari debat tanpa hasil dengan anak-anak atau siapapun itu. Karena penjelasan mengenai hal yang tidak menyenangkan tak akan mudah diterima dengan segera bagi pihak yang tidak menyetujuinya.

3. Menjadi pihak pertama yang komitmen dan menjadi contoh dalam menjalankan keputusan bersama.

4. Berusaha untuk tidak mengungkit-ungkit perbedaan yang pernah terjadi apabila keputusan telah membuahkan hasil yang baik.

5. Selalu belajar untuk menjadi bijak, tidak arogan dan merasa benar sendiri.

6. Kebersamaan adalah hal yang penting. Ketika hati sudah mulai melunak dan terbuka, segeralah saling rangkul untuk komitmen berikutnya.

Orang tua yang tidak menyenangkan diperlukan dalam proses pendidikan anak. Namun yang perlu digarisbawahi mulailah itu dengan meyakini bahwa ikatan jiwa antara orang tua dan anak sudah terjalin indah.

Adakalanya indah itu cahaya mentari di ufuk Timur
Adakalanya pula indah itu temaram senja di ufuk Barat

Wulan Saroso

#FamilySchooling
#AlUsrohMadrosatulUla
#KeluargakuSekolahku

Berikut CV penulis:
[gambar1] 

Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Lima Inspirasi Pakaian Syari untuk Anak-anak

Next Post

Klaster Laporan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Jadi Kasus Terbanyak LPAI Tahun 2017

Next Post

Klaster Laporan Keluarga dan Pengasuhan Alternatif Jadi Kasus Terbanyak LPAI Tahun 2017

Ancaman WiFi sebagai Salah Satu Contoh Radiasi Elektromagnetik Bagi Kesehatan

Astri Lestari Tampilkan Koleksi Meraki di Bandung Modest Fashion Vision 2018

  • Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    Orasi Fathimah Az-Zahra BEM UI di Tugu Tani

    77 shares
    Share 31 Tweet 19
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9578 shares
    Share 3831 Tweet 2395
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2536 shares
    Share 1014 Tweet 634
  • Bacaan Dzikir Pagi Sesuai Ajaran Rasulullah

    302 shares
    Share 121 Tweet 76
  • Anak Yatim Korban Covid-19 Punya Masa Depan

    84 shares
    Share 34 Tweet 21
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    1385 shares
    Share 554 Tweet 346
  • Mencintai-Mu Diam-Diam

    86 shares
    Share 34 Tweet 22
  • CNN Pecat 3 Karyawan karena Masuk Kantor Tanpa Divaksinasi

    87 shares
    Share 35 Tweet 22
  • Kajian Aqidah Islam, Menengok Isi Kitab Talmud Yahudi (Bag. 2)

    118 shares
    Share 47 Tweet 30
  • Muddassar Ahmed: Filantropis Muslim Asia, Bekerja untuk Mengatasi Kelaparan di London

    83 shares
    Share 33 Tweet 21
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga