• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 20 Juni, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Nasihat

Belajar Maaf dari Buya Hamka

09/04/2023
in Nasihat
Belajar Maaf dari Buya Hamka

Buya Hamka, foto: buyahamka.com

167
SHARES
1.3k
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

MEMAAFKAN itu ciri orang yang bertakwa. Hal itulah yang pernah diajarkan tokoh teladan bangsa seperti Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah atau biasa disebut Buya Hamka.

Buya Hamka itu pejuang Islam di pentas politik Indonesia. Sebagai insan politik yang lurus, ulama kelahiran Sumatera Barat itu memiliki banyak ‘musuh’.

Mereka berseteru di parlemen, di media-media massa, di pidato-pidato publik, dan lainnya. Bahkan, Buya Hamka juga pernah menjadi korban fitnah tingkat tinggi.

Suatu kali di Bulan Ramadan tahun 1964, sepulang dari mengisi ceramah, Buya Hamka diciduk tentara di rumahnya. Ia dituduh akan menggulingkan pemerintah Soekarno.

Selama berhari-hari, sastrawan Indonesia ini diinterogasi. Salah satu interogasi yang sangat menyakitkan hatinya adalah tuduhan bahwa ia bekerja sama dengan Malaysia untuk menjatuhkan Presiden Soekarno.

Tanpa pengadilan yang sah, Buya Hamka dipenjara selama kurang lebih dua tahun empat bulan. Namun, beberapa tahun kemudian, Presiden Soekarno terguling. Pemerintahan pun berganti ke Orde Baru.

Buya Hamka dibebaskan. Suatu kali, ada utusan yang membawa surat ‘wasiat’ dari Soekarno bahwa mantan presiden RI pertama ini meminta agar Buya Hamka menyolatkan jenazahnya.

Orang yang pernah memenjaranya bertahun-tahun tanpa dalil hukum yang sah, orang yang pernah membubarkan partai di mana ia aktif, Masyumi, meminta untuk dishalatkan.

Buya Hamka memaafkan. Ia tanpa berat hati mengimami shalat jenazah itu.

**

Buya Hamka aktif di Partai Masyumi. M Yamin aktif di PNI. Keduanya sama-sama kelahiran Sumatera Barat tapi mimiliki ideologi yang berseberangan.

Konflik keduanya kerap mewarnai sidang-sidang parlemen, juga dalam pidato-pidato umum di media massa.

Suatu kali, pada tahun 1962, ada utusan yang datang ke Buya Hamka. Ia menyampaikan pesan bahwa M Yamin sedang dirawat di RSPAD Gatot Subroto, dan memohon untuk bertemu dengan Buya Hamka.

Meski keduanya biasa berseteru dalam pemikiran, tapi Buya Hamka dengan lapang dada datang menjenguk M Yamin.

Ada dua hal yang diminta dari M Yamin dari Buya Hamka. Pertama, ia memohon agar Buya Hamka mau mentalkinnya di jelang kematiannya. Kedua, memohon agar Buya Hamka mau membujuk orang-orang Minang untuk menerima jenazah M Yamin dimakamkan di tanah kelahirannya di Sawahlunto Sumbar.

Dua permintaan itu diterima dengan lapang dada oleh Buya Hamka. Ia membimbing mantan koleganya itu dalam talkin akhir hayatnya. Dan karena permintaan Buya Hamka, akhirnya masyarakat Sumbar bersedia menerima M Yamin dimakamkan di sana.

**

Pramoedya Ananta Toer adalah sastrawan yang beraliran ‘kiri’. Ia aktif di sebuah lembaga Lekra yang merupakan bagian dari perjuangan PKI.

Pram begitu sapaannya, selalu berseberangan dengan Buya Hamka, meski keduanya sama-sama sastrawan Indonesia.

Puncaknya ketika Pram menuduh karya sastra Buya Hamka berjudul Tenggelamnya Kapal Van der Wijck merupakan karya jiplakan dari sebuah karya sastra asal Prancis yang terkenal di Mesir.

Selama berbulan-bulan, Pram kerap mengulang-ulang tuduhan itu melalui pidato, tulisan, dan lainnya di media massa.

Ketika Orde Lama jatuh dan berganti Orde Baru, Pram tak lagi terdengar. Pada tahun tujuh puluhan, datang sepasang calon suami istri ke rumah Buya Hamka.

Yang wanita bernama Astuti, dan yang pria bernama Daniel yang juga seorang warga keturunan Cina.

Yang mengejutkan Buya Hamka, Astuti mengenalkan dirinya bahwa ia diminta ayahnya untuk mengajak calon suaminya yang mualaf itu untuk belajar Islam kepada Buya Hamka, sekaligus membimbing dalam bersyahadat.

Siapa ayah Astuti? Namanya Pramoedya Ananta Toer. Rupanya, Pram mengirim putri dan calon menantunya itu ke Buya Hamka untuk belajar Islam sebagai ungkapan permintaan maaf.

Buya Hamka menerima dengan lapang dada. Ia ajarkan Daniel tentang dasar-dasar Islam dan tauhid. Dan akhirnya Daniel dibimbing mengucapkan dua kalimat syahadat oleh Buya Hamka.

**

Masya Allah. Tiga episod memaafkan dari tokoh yang berbeda, bermuara sejuk di hati Buya Hamka. Tidak ada dendam. Meski perseteruan dan kezalimannya tergolong luar biasa dirasakan beliau.

Kita belum seberapa di banding Buya Hamka. Secuil kuku pun tidak. Sudah sepantasnya kita bercermin dari beliau.

Seolah Buya Hamka berpesan dalam jiwa pemaafnya itu, “Maafkanlah saudaramu, sebagaimana engkau mengharap Allah memaafkan begitu banyak dosamu.” [Mh]

 

 

Tags: Belajar Maaf dari Buya Hamka
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

10 Film Indonesia Terlaris Sepanjang Masa, Ada Film Favoritmu?

Next Post

Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

Next Post
Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

Al Hasan bin Al Haitsam Ilmuwan Muslim yang Dilupakan

Berkah Ramadan, Salimah Bojonggede Raih Omzet Rp25 Juta dari Jualan Salimah Food

Berkah Ramadan, Salimah Bojonggede Raih Omzet Rp25 Juta dari Jualan Salimah Food

Salimah Meriahkan Pertengahan Ramadan dengan Khatam Qur’an dan Berbagi Takjil

Salimah Meriahkan Pertengahan Ramadan dengan Khatam Qur'an dan Berbagi Takjil

  • Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    Pengguna Tranjateng bisa Masuk Wisata Dusun Semilir Kabupaten Semarang Secara Gratis

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Tips Agar Wangi Parfum Tahan Lebih Lama

    281 shares
    Share 112 Tweet 70
  • 5 Tips untuk Cepat Move On

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8684 shares
    Share 3474 Tweet 2171
  • Beberapa Kandungan Sunscreen yang Harus Dihindari

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11473 shares
    Share 4589 Tweet 2868
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    970 shares
    Share 388 Tweet 243
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3909 shares
    Share 1564 Tweet 977
  • Menyapu di Malam Hari Menurut Islam, Benarkah Sebabkan Kemiskinan?

    2464 shares
    Share 986 Tweet 616
  • Di Diskusi Sajid, Eks Wartawan Kompas Ungkap Dukungan Global untuk Palestina Tak Terbendung

    67 shares
    Share 27 Tweet 17
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga