AJANG Kebumen Geopark Trail Run (KGTR) 2026 kembali hadir sebagai salah satu agenda sport tour bertaraf nasional unggulan Kabupaten Kebumen.
Tidak hanya menawarkan tantangan lari di alam terbuka, acara ini juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan destinasi wisata yang dimiliki daerah tersebut kepada peserta dari berbagai wilayah di Indonesia.
Acara ini dirancang agar peserta dapat menikmati keindahan alam, budaya, sekaligus potensi ekonomi lokal sepanjang lintasan yang dilalui.
Kategori rute 50 kilometer menjadi lintasan paling lengkap karena melewati delapan desa di dua kecamatan, yakni Ayah dan Buayan.
Sepanjang jalur tersebut, peserta akan disuguhi panorama alam khas kawasan Geopark Kebumen yang selama ini menjadi daya tarik wisata.
Baca juga: Rekomendasi Wisata yang Cocok Dikunjungi saat Musim Kemarau
Kebumen Geopark Trail Run 2026 Kenalkan Kekayaan Wisata di Kabupaten Kebumen
Sedikitnya terdapat 12 obyek wisata yang akan dilalui para pelari, yakni Karangbolong, Sagara View, Bukit Jerit, Pantai Watu Bale, Pantai Surumanis, Pantai Pecaron, Pantai Lampon, Pantai Menganti, Pantai Sawangan, Logending, Goa Petruk, hingga Goa Warawiri.
Konsep tersebut menjadi pembeda KGTR dibandingkan sejumlah event lari lainnya karena peserta tidak hanya berkompetisi mengejar waktu, tetapi juga diajak menikmati keindahan bentang alam Kebumen dari pantai hingga pegunungan.
Salah satu daya tarik utama berada di kawasan Goa Petruk. Berbeda dengan lintasan trail run pada umumnya, peserta kategori 50 kilometer akan memasuki kawasan goa sejauh kurang lebih 300 meter hingga titik Batu Semar sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Pemilihan rute yang melewati banyak obyek wisata bukan tanpa alasan. Pemerintah Kabupaten Kebumen ingin menjadikan KGTR sebagai media promosi destinasi wisata yang efektif kepada peserta maupun masyarakat luas melalui dokumentasi yang diedarkan di media sosial.
Dengan hadirnya pelari dari berbagai daerah, diharapkan semakin banyak wisatawan yang mengenal dan tertarik berkunjung kembali ke Kebumen.
Selain mempromosikan destinasi wisata, penyelenggaraan KGTR 2026 juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat.
Aktivitas peserta dan pendamping selama beberapa hari diyakini akan menggerakkan sektor perhotelan, homestay, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro di sekitar lokasi kegiatan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Skema tersebut diharapkan mampu menambah pendapatan pengelola sekaligus memberikan manfaat langsung bagi destinasi wisata yang menjadi bagian dari lintasan lomba.
Tak hanya itu, seluruh peserta juga akan disuguhi aneka kuliner khas Kebumen setelah menyelesaikan lomba, termasuk Sate Ambal yang menjadi salah satu ikon kuliner daerah.
KGTR 2026 tidak hanya dikenal sebagai ajang olahraga, tetapi juga mampu memperkuat citra Kebumen sebagai destinasi sport pariwisata yang memadukan keindahan alam, kekayaan budaya, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. [Din]





