ANTREAN keberangkatan haji di Indonesia yang bisa mencapai puluhan tahun kerap menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat.
Banyak yang bertanya mengapa waktu tunggu haji begitu lama, bahkan ada yang membandingkannya dengan pelaksanaan ibadah haji pada masa Rasulullah yang tampak lebih sederhana tanpa sistem antrean seperti saat ini.
Menjawab pertanyaan tersebut, Ustadz Dary Fahrinadi, S.Ag dari Shafwah Holidays, dalam komunikasi online menjelaskan bahwa panjangnya antrean haji di Indonesia disebabkan oleh tingginya jumlah umat Islam yang ingin menunaikan ibadah haji, sementara kuota yang diberikan Pemerintah Arab Saudi kepada setiap negara memiliki batas tertentu.
“Antrean haji di Indonesia panjang karena jumlah kaum muslimin yang ingin berhaji sangat besar, sementara kuota dari pemerintah Saudi terbatas. Setiap negara diberi jatah tertentu demi menjaga keamanan, kenyamanan, dan keselamatan jemaah,” jelas Ustadz Dary.
Menurutnya, sistem kuota tersebut diterapkan untuk mengatur jutaan jemaah dari berbagai negara agar pelaksanaan ibadah haji tetap berjalan dengan tertib dan aman.
Baca juga: 378 Jemaah Haji Kloter Pertama Tiba di Surabaya
Antrean Haji di Indonesia Sangat Panjang, Ini Penjelasan Ustadz Dary Fahrinadi dari Shafwah Holidays
Dengan jumlah jemaah yang terus meningkat setiap tahun, masa tunggu keberangkatan di beberapa daerah Indonesia bahkan dapat mencapai puluhan tahun.
Ustadz Dary menjelaskan bahwa pada masa Rasulullah, kondisi pelaksanaan ibadah haji sangat berbeda dengan saat ini.
Jumlah umat Islam saat itu masih jauh lebih sedikit sehingga orang yang memiliki kemampuan dapat langsung berangkat tanpa harus menunggu antrean nasional.
“Di zaman Rasulullah, jumlah umat Islam belum sebanyak sekarang. Orang yang mampu bisa langsung berangkat tanpa sistem antrean nasional seperti saat ini,” ujarnya.
Meski demikian, kemudahan dalam hal keberangkatan bukan berarti perjalanan haji pada masa itu lebih ringan. Justru para jemaah harus menghadapi berbagai tantangan berat selama perjalanan menuju Tanah Suci.
“Perjalanan haji dahulu jauh lebih berat, menggunakan unta selama berbulan-bulan, rawan perampokan, sakit, bahkan wafat di perjalanan. Jadi Allah memberikan ujian yang berbeda pada setiap zaman,” tambahnya.
Lebih lanjut, Ustadz Dary menuturkan bahwa jika dahulu ujian utama terletak pada beratnya perjalanan fisik, maka saat ini salah satu ujian terbesar bagi calon jemaah adalah kesabaran dalam menunggu panggilan Allah untuk berangkat ke Tanah Suci.
“Hari ini ujiannya bukan sekadar perjalanan fisik, tetapi juga kesabaran menunggu panggilan Allah,” katanya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap muslim yang telah mendaftar haji tetap perlu menjaga niat, memperbanyak amal saleh, dan mempersiapkan diri sebaik mungkin sembari menunggu waktu keberangkatan yang telah ditetapkan.
Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.
Bagi masyarakat yang sedang merencanakan perjalanan umroh, haji, maupun wisata halal, Shafwah Holidays dapat menjadi salah satu pilihan terpercaya.
Sebagai penyelenggara perjalanan yang telah meraih Akreditasi A dari Kementerian Agama Republik Indonesia, Shafwah Holidays menghadirkan berbagai pilihan paket terbaik dengan jadwal keberangkatan yang pasti.
Selain itu, jemaah juga mendapatkan pelayanan profesional, sistem pendaftaran yang mudah, serta dukungan pembayaran yang fleksibel sehingga persiapan perjalanan ibadah dapat dilakukan dengan lebih nyaman dan tenang.
Informasi dan Konfirmasi: Admin Muti 0812-9835-5467
Dengan persiapan yang matang dan pendampingan dari penyelenggara yang terpercaya, perjalanan ibadah ke Tanah Suci diharapkan dapat menjadi pengalaman spiritual yang lebih khusyuk, aman, dan berkesan bagi setiap jemaah. [Din]





