• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April, 2026
No Result
View All Result
FOKUS+
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

Bayi Meninggal Usai Diberi Jamu, Berikut Ketentuan Pemberian Jamu kepada Bayi

24/01/2023
in Tumbuh Kembang, Unggulan
Bayi Meninggal Usai Diberi Jamu, Berikut Ketentuan Pemberian Jamu kepada Bayi

Foto: Pixabay

85
SHARES
655
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

BARU-baru ini viral di media sosial tangkapan layar curhatan seorang ibu yang memiliki bayi berusia 54 hari dan telah meninggal usia diberi jamu oleh keluarganya. Bayi tersebut diberi jamu dari campuran daun kecipir dan kencur.

Ibu sang bayi mengaku telah menolak saran keluarga untuk memberikan jamu pada buah hatinya dan hendak memeriksakannya langsung ke dokter namun ia tidak diizinkan oleh keluarganya.

“Aku mau bawa ke dokter, tapi semua keluarga enggak ngizinin, katanya lebih baik pakai obat tradisional,” tulisnya

Belum diketahui secara pasti penyebab bayi itu meninggal. Sebagaimana dikutip dari CNNIndonesia.com, untuk memastikan penyebab kematian sang bayi perlu dilakukan autopsi,

“Kalau untuk memastikan penyebab meninggalnya karena jamu harus dilakukan autopsi dulu. Bisa saja disebabkan oleh penyakit dasarnya, namun ditunda berobat dan hanya diberikan jamu. Akibat ditunda berobat, kondisinya semakin buruk saat datang ke RS,” ujar Angga.

Baca Juga: Risiko Penggunaan Dot bagi Bayi

Bayi Meninggal Usai Diberi Jamu, Berikut Ketentuan Pemberian Jamu kepada Bayi

Meskipun penyebab kematiannya belum diketahui, para orangtua perlu berhati-hati terhadap asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh bayi.

Disampaikan dr. Nitish Basant Adnani, BMedSc., MSc., bayi di bawah usia enam bulan tidak boleh diberikan jamu sama sekali.

“Pasalnya, bayi pada rentang usia tersebut hanya boleh menerima ASI eksklusif tanpa tambahan lain, sekalipun air putih,” kata dr. Nitish.

Jika bayi sakit,  Bunda cukup memberikan ASI untuk membantu proses pemulihan si kecil. ASI adalah obat alami yang dapat membantu menjaga kesehatan bayi berusia di bawah enam bulan.

Sedangkan untuk bayi di atas usia enam bulan sebaiknya dikonsultasikan kepada dokter.

“Jamu yang hendak diberikan pada anak juga wajib terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sehingga kualitasnya lebih terjamin,” kata dr. Nitish.

Nantinya, dokter bisa memeriksa bahan-bahan di dalam jamu yang aman dan berbahaya bagi kondisi anak. Pasalnya, sebagian besar jamu diracik menggunakan lebih dari satu bahan.

Beberapa bahan tertentu dinilai berbahaya bagi anak usia di atas 6 bulan. Misalnya, jamu dengan kandungan jahe dinilai bisa menimbulkan nyeri ulu hati. Hal ini terjadi ketika herbal tersebut diberikan dalam jumlah besar pada anak usia di bawah 6 tahun.

Bahan lainnya yang perlu diwaspadai adalah kunyit. Kunyit tidak dianjurkan untuk anak usia di bawah 12 tahun. Sebuah penelitian dalam jurnal Cureus, menemukan bahwa kunyit dapat mencegah penyerapan zat besi di usus. Anak pun berisiko mengalami anemia defisiensi besi, terlebih jika si kecil susah makan. [Ln]

Tags: Bayi Meninggal Usai Diberi JamuBerikut Ketentuan Pemberian Jamu kepada Bayi
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Pilihan Tepat untuk Melepas Rasa Penat, Harper MT Haryono Hadirkan Penawaran ‘Stay and Refresh’

Next Post

Indonesia Mengutuk Keras Pembakaran Al-Qur’an di Swedia

Next Post
Indonesia Mengutuk Keras Pembakaran Al-Qur'an di Swedia

Indonesia Mengutuk Keras Pembakaran Al-Qur'an di Swedia

Dealing Sama Anak TK

Sekolah Full Day Harus Punya Metode Pengajaran yang Fun

Bangkitkan Kepedulian pada Insan Muda, JAKHUMFEST Siap Hadir kembali di Pos Bloc

Bangkitkan Kepedulian pada Insan Muda, JAKHUMFEST Siap Hadir kembali di Pos Bloc

  • Pahlawan yang Layak

    Hari Kartini, Mengenal 4 Pahlawan Berhijab asal Indonesia

    792 shares
    Share 317 Tweet 198
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    8238 shares
    Share 3295 Tweet 2060
  • Peran Besar Kaum Perempuan Terhadap Perubahan

    1160 shares
    Share 464 Tweet 290
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    3691 shares
    Share 1476 Tweet 923
  • Pengertian Mad Thobi’i, Mad Wajib Muttasil, dan Mad Jaiz Munfasil

    4224 shares
    Share 1690 Tweet 1056
  • Menghina Allah dalam Hati

    453 shares
    Share 181 Tweet 113
  • Keutamaan Doa Rodhitu Billahi Robba

    3301 shares
    Share 1320 Tweet 825
  • Hukum Membakar Pakaian Bekas

    11265 shares
    Share 4506 Tweet 2816
  • Cara Beristighfar untuk Orangtua yang Sudah Meninggal

    4548 shares
    Share 1819 Tweet 1137
  • Ayat Al-Qur’an tentang Traveling

    756 shares
    Share 302 Tweet 189
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga