• Tentang Kami
  • Iklan
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 4 September, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah
Chanelmuslim.com
No Result
View All Result
Home Tumbuh Kembang

Atasi Flu Berat Anak dengan Fisioterapi Postural Drainage

16/04/2026
in Tumbuh Kembang, Unggulan
Atasi Flu Berat Anak dengan Fisioterapi Postural Drainage

Foto: Unsplash

93
SHARES
713
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterWhatsappTelegram
ADVERTISEMENT

POSTURAL drainage merupakan fisioterapi yang dapat dilakukan untuk anak-anak yang mengalami flu berat, penyakit kronis seperti cystic fibrosis, bronkiektasis, dan ISPA.

Metode ini menggunakan gravitasi untuk mengeluarkan lendir dari paru-paru dengan mengubah posisi. Tujuannya adalah untuk memindahkan lendir ke saluran napas sentral, tempat lendir tersebut dapat dibatukkan.

Postural drainage harus dilakukan oleh profesional dan sesuai anjuran dokter ya, Bunda.

Baca Juga: Resep Pencegah Flu di Musim Hujan

Atasi Flu Berat Anak dengan Fisioterapi Postural Drainage

Ada beberapa teknik fisioterapi dada atau postural drainage pada bayi yang umum dilakukan, yaitu:

1. Fisioterapi Dada yang Dimodifikasi

Fisioterapi dada yang dimodifikasi adalah teknik yang menggunakan menggunakan gravitasi.

Tujuannya membantu memindahkan lendir dari saluran udara yang lebih kecil di paru-paru ke saluran udara yang lebih besar.

Lendir tersebut kemudian dibatukkan atau diisap keluar.

Teknik ini dilakukan dengan menempatkan bayi dalam posisi yang berbeda, berdasarkan anatomi lokasi segmen paru-paru yang berbeda. Ini membantu drainase paru-paru.

Biasanya, teknik fisioterapi dada pada bayi ini digunakan dalam kombinasi dengan teknik fisioterapi dada lain, seperti perkusi dan getaran.

2. Perkusi

Perkusi adalah teknik fisioterapi dada pada bayi yang juga umum dilakukan.

Tujuan teknik ini untuk membantu melonggarkan dan mengeluarkan lendir yang menempel di dinding saluran pernapasan.

Untuk melakukan perkusi, bayi ditempatkan di salah satu posisi fisioterapi dada yang dimodifikasi.

Kemudian, dengan menggunakan cangkir khusus atau telapak tangan yang ditangkupkan, terapis akan dengan lembut mengetuk bagian punggung atau dada bayi selama kurang lebih 3-5 menit.

Follow Official WhatsApp Channel chanelmuslim.com untuk mendapatkan berita-berita terkini dengan mengklik tautan ini.

Perkusi harus dilakukan dengan cukup kencang, tetapi tidak menyakitkan. Tidak boleh ada kemerahan pada kulit akibat teknik ini.

Bila perlu, selimut tipis dapat diletakkan di dinding dada bayi agar lebih nyaman.

3. Getaran Ekspirasi

Teknik ini digunakan untuk membantu mengocok lendir dengan lembut.

Tujuannya agar lendir dapat berpindah dari saluran pernapasan yang lebih kecil ke saluran yang lebih besar saat bayi menghembuskan napas.

Untuk melakukan getaran, tempatkan bayi pada posisi yang direkomendasikan oleh fisioterapis.

Kemudian, dengan menggunakan tangan datar, letakkan tangan di dinding dada di atas segmen fokus paru-paru.

Lalu, kencangkan otot-otot lengan dan bahu untuk menciptakan gerakan atau getaran yang halus.

Kombinasikan dengan kompresi dinding dada bayi selama pernapasan.

Getaran harus dilakukan ke arah gerakan tulang rusuk. Pernapasan harus selambat dan selengkap mungkin.

Sumber: Orami

Tags: Atasi Flu Berat Anak dengan Fisioterapi Postural Drainage
Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM Dapatkan Informasi Terupdate Terbaru Melalui Saluran CMM
Previous Post

Beberapa Buah untuk Menambah Trombosit Alami

Next Post

Suami Memberikan Khodam kepada Anak

Next Post
Suami Memberikan Khodam kepada Anak

Suami Memberikan Khodam kepada Anak

Berikut Panduan Memakai Alas Kaki saat Ihram

Berikut Panduan Memakai Alas Kaki saat Ihram

Menulis narasi bisa jadi terapi atasi emosi

Menulis Narasi Bisa jadi Terapi Atasi Emosi

  • Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    Fenomena Danau dan Sungai Kering di Kalimantan

    1129 shares
    Share 452 Tweet 282
  • 5 Objek Wisata Dekat Stasiun Solo Balapan yang Seru untuk Dijelajahi

    224 shares
    Share 90 Tweet 56
  • Siswa JISc, Ainun Nadhifia Jalil Torehkan Prestasi Taekwondo, Siap Berlaga di Kejuaraan Dunia Korea

    81 shares
    Share 32 Tweet 20
  • Inilah Kenapa Nepal Tidak Suka dengan Islam

    73 shares
    Share 29 Tweet 18
  • Cara Merawat Baju Velvet Agar Tetap Mewah dan Awet

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • 124 Nama Sahabiyat untuk Bayi Perempuan

    9243 shares
    Share 3697 Tweet 2311
  • Pagelaran Fashion Muslim Modest Wear Ramadan in Style

    775 shares
    Share 310 Tweet 194
  • Cara Menyelesaikan Masalah dari Sudut Pandang Islam

    69 shares
    Share 28 Tweet 17
  • Doa Ibu yang Mengubah Nasib Anak

    4186 shares
    Share 1674 Tweet 1047
  • Doa Rabithah dan Keutamaan Membacanya

    2455 shares
    Share 982 Tweet 614
Chanelmuslim.com

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga

Navigate Site

  • IKLAN
  • TENTANG KAMI
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • REDAKSI
  • LOWONGAN KERJA

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Jendela Hati
    • Thinking Skills
    • Quotes Mam Fifi
  • Keluarga
    • Suami Istri
    • Parenting
    • Tumbuh Kembang
  • Pranikah
  • Lifestyle
    • Figur
    • Fashion
    • Healthy
    • Kecantikan
    • Masak
    • Resensi
    • Tips
    • Wisata
  • Berita
    • Berita
    • Editorial
    • Fokus +
    • Sekolah
    • JISc News
    • Info
  • Khazanah
    • Khazanah
    • Quran Hadis
    • Nasihat
    • Ustazah
    • Kisah
    • Umroh
  • Konsultasi
    • Hukum
    • Syariah

© 1997 - 2025 ChanelMuslim - Media Online Pendidikan dan Keluarga